
Maya menemui Dahlia di kediaman Pak Yatno terlihat Dahlia sedang sibuk menata produk skincare di kotak etalase,
Badannya kurus matanya juga membentuk mata panda, Dahlia wanita kuat yang selalu berpura pura kuat di depan Maya dan Bu Nani.
"Selamat pagi kak Lia ..." senyum di wajah Maya begitu cantik,lesung pipi yang kecil menambah poin plus untuk kecantikannya.
"pagi juga May, bagaimana keadaan ibu? maaf selama ini tidak pernah berkunjung lagi"
Dahlia dulu pernah membenci mertuanya.
Karena setiap hari selalu menerima kata kata pedas melebihi level sepuluh,
Lambat laun rasa itu memudar berubah setelah mendengar Bu Nani menurun kesehatannya.
Terkadang Dahlia juga tidak mengerti dengan dirinya tidak bisa marah dengan orang lain dengan waktu yang lama.
Hatinya terlalu mudah merasa iba,bahkan Dahlia membenci dirinya sendiri, mungkin karena seperti itulah Dahlia terlalu sering di sakiti.
"Ibu masih sama seperti yang kemaren kak Lia, tidak apa apa kak... Maya bisa mengerti kakak...." Selama ini Maya memang sering datang menemui Dahlia sekedar menanyakan kabarnya setiap hari.
Sebenarnya melalui telepon atau chat kan bisa kalau sekedar bertanya kabar, tapi dia memilih datang langsung ke rumah.
__ADS_1
Alasannya lebih puas kalau bertemu langsung.
"kak lia, sekarang ada skincare model terbaru,harganya juga murah mereka banyak menggunakan ini sekarang ketimbang yang kak lia jual," Dahlia melihat sebuah wadah kecil yang di tunjukkan oleh Maya.
"May..... berhati hatilah menggunakan produk produk baru apalagi kalau tidak ada BPOM, kamu juga harus bisa menjelaskan efek samping kepada pembeli biar mereka tidak menghujatmu nantinya,"
"Sudah di jelaskan kak... mereka lebih memilih yang ini dengan tetangga Maya, katanya selain harga murah hasilnya juga cepat memutihkan di bandingkan yang kita jual ini harganya jauh lebih mahal" Wajah Maya berubah lesu.
"Yang berkualitas itu harganya juga punya kelas maya, jika kamu mau pasarkan yang murah tapi ada BPOM nanti kakak carikan,"
Maya memang tidak seperti Dahlia yang jago dalam urusan bisnis online.
"Kak,ini hpnya yang Maya pinjam kemaren " Maya mengeluarkan benda pipih dari tas kecilnya.
Ada bulir bening jatuh dari mata Dahlia, bingung dan juga bersalah di hati Maya,
Maaf kak Lia,sudah membuatmu sedih lagi, tapi bukankah ini kesempatan untuk mengelabui Siska si pela**r itu
"Kalau hp ini di buang apa kakak tidak sayang kak,... ini kan hp mahal kalau di kampung sini harganya sama dengan sepetak sawah kak...."
Maya memandang hp yang di pinjamnya seminggu lalu karena hpnya masih di servis.
__ADS_1
"Kalau kamu mau ambil saja,kartunya kamu buang ke sungai kakak sudah pesan hp baru lagi." Jawab Dahlia seenaknya saja.
"ah yang benar kak...hp sebagus ini kakak kasi sama Maya,.." Maya meyakinkan lagi.
"iya....kakak serius..." Jawab Dahlia santai.
"Terima kasih kak.... berasa jadi sultan punya hp sebagus ini " Maya seperti anak kecil saja menari kegirangan.
"Kak,maaf sebelumnya... apa kakak tidak ada niat baikan lagi sama Mas Adam,atau kakak menyelidiki Mbak siska? kan bisa saja Mas Adam di manfaatin oleh mbak siska ?"
Huh!.... Dahlia menghempas napas kasarnya di tatapnya Maya yang berwajah imut mengemaskan itu.
"May.... jika kamu yang berada di posisi kakak bagaimana perasaanmu ? apa yang akan kamu lakukan ? "
Maya terhenyak mendengar perkataan Dahlia.
"Sekuat hati kakak menahan sabar selama ini,tapi batas sabar ku sudah habis May, kesempatan kedua juga sudah aku berikan pada mas Adam, tapi dia masih mengulangi kesalahan yang sama,! apa aku harus memaafkannya kembali?
Tidak May! saat ini kakak hanya menghargai mas Adam sebagai ayah dari Al, selebihnya tidak ada lagi rasa yang tersisa untuk Adam!"
Dahlia menyeka air matanya,
__ADS_1
Maya tertegun mendengarkan perkataan Dahlia, di pikirannya percuma dirinya berkorban membantu Adam untuk bersatu dengan Dahlia kembali.
Dahlia telah menutup hatinya untuk Adam.