
Jam sembilan malam Adam hendak berpamitan pulang tiba tiba hujan turun lagi suara petir menggelegar tiba tiba penerangan lumpuh semua.
Suasana menjadi gelap gulita Siska berteriak ketakutan dengan suara petir yang bersahutan.
Adam menyalakan senter ponselnya di lihat siska memeluk bantal sofa ketika melihat Adam dia langsung berlari memeluk Adam.
Adam bingung harus bagaimana meskipun dia pernah terpesona dengan kecantikan Siska tapi Adam masih ingat jika dirinya sudah punya istri.
Bisikan malaikat jahat pun berkata
"Adam ini kesempatan emas"
Adam tersenyum mendengar bisikan jahat itu.
Tiba tiba malaikat baik berbisik di telinga Adam
"Adam....jangan pernah lakukan jangan nodai pernikahanmu "
malaikat jahat berkata lagi
"peluang tidak datang dua kali Adam"
"Jangan Adam istrimu begitu setia denganmu"
malaikat baik mengingatkan Adam
Ketika Adam bingung dengan kedua bisikan itu lampu menyala kembali Siska masih memeluk erat badan Adam.
Adam membiarkan saja sampai siska mau melepas pelukan itu.
__ADS_1
Semakin lama pelukan itu semakin erat tanpa di sadari Adam membelai rambut Siska.
Entah siapa yang memulainya keduanya telah saling berciuman.
Ciuman itu semakin memanas Adam yang sudah terbakar hasratnya itu sudah tidak memperdulikan bisikan bisikan dari malaikat baiknya.
Dua manusia yang berlawan jenis itu kini sudah berada di kamarnya siska.
Adam terus melakukan aksinya tanpa dia berpikir panjang tentang akibatnya
******* demi ******* bersahutan entah berapa kali Adam menyemburkan benihnya di rahim Siska kini keduanya sama sama terkulai di ranjang.
Adam yang masih memeluk siska kini melepas pelukan itu tapi siska tidak mau melepas pelukan itu.
"Dam...aku masih merindukanmu Dam...jangan lepaskan"
"Sis....maafkan aku siska...aku tidak bisa mengontrol hawa nafsuku tidak seharusnya kita melakukan ini "
Adam berkata sambil mengusap datar wajahnya.
"Aku tidak menyesali apa yang sudah kita perbuat Dam..karena aku masih mencintaimu itulah alasan suamiku pergi meninggalkanku Dam...."
Siska membelai dada bidang milik Adam belaian itu semakin liar hingga membangkitkan kembali hasrat Adam.
*****
Dahlia terbangun dengan mimpinya yang aneh dalam mimpinya dia melihat suaminya melambaikan tangannya sambil menangis.
Dahlia melihat jam di meja kamarnya menunjuk pukul tiga dini hari.
__ADS_1
Dia tidak melihat Adam tidur di sisinya lalu dia mengambil ponselnya takut dirinya tidak mendengar telepon dari suaminya.
Tidak ada satu pun pesan yang masuk ke ponselnya.
Dahlia merasa cemas dengan mimpinya dia hendak menelpon suaminya tapi ada rasa ragu.
Dia takut jika suaminya kelelahan kerja karena lembur jam istirahatnya terganggu.
Dahlia tidak bisa tertidur lagi dia hanya berdoa untuk suaminya supaya tidak terjadi apa apa padanya.
Hingga jam empat tiga puluh menit dini hari Dahlia memutuskan pergi ke dapur untuk menyiapkan bekal untuk anaknya ke sekolah.
Tiba tiba dia mendengar suara mobil datang ternyata mobil suaminya.
Dahlia merasa lega dia merasa doanya di jawab oleh yang kuasa.
Bergegas dia membukakan pintu untuk suaminya tentu saja suaminya salah tingkah mendapati istri sahnya.
Adam bersikap biasa saja supaya istrinya tidak curiga Dahlia yang melihat rambut suaminya yang acak acakan matanya memerah seperti orang yang kurang tidur dia pun bertanya dengan suaminya
"Mas ... sepertinya mas Adam sangat lelah apakah mas tidak tidur mas semalam"
Adam seperti terkena sengatan aliran listrik di tubuhnya apakah istrinya mengetahui perbuatan dirinya?
"Lia semalam mas kurang tidur karna mas harus balik lagi ke pabrik mas mau istirahat dulu ya,"
Adam mengalihkan pembicaraan supaya istrinya tidak curiga
Dahlia pun hanya mengangguk percaya.
__ADS_1