
Ayyara, Nia dan Alexa bersahabat sedari kecil, mereka juga kadang tinggal bersama di rumah Indra ini yang kini sudah menjadi milik Yumna.
Sementara Indra sendiri sudah 1 tahun kebelakang tinggal di Jerman. Alasannya karena dia tidak tega jika harus Bayu yang ke Jerman karena Ayarra harus sekolah. Namun, Yumna dan David sering berkunjung ke sana.
Sementara Brian dan Diana sedang di Singapore untuk menjaga Panji yang sedang sakit, sedangkan Ajeng sudah meninggal beberapa tahun lalu.
Maka dari itu terkadang Yuda tinggal bersama David dan Yumna di kediaman mereka, karena di kediaman keluarga Wijaya dia sendirian atau terkadang Yuda tinggal di kediaman keluarga Broto.
Hanya saja jika di rumah Broto dan Mira Yuda kesepian, karena tidak ada teman. Ditambah jika di kediaman Broto dia selalu diperlakukan seperti bayi oleh Mira dan itu membuatnya di ledek habis-habisan oleh Arka dan Neil.
Sementara di rumah Yumna dan David, Yuda tidak pernah merasa kesepian, karena ada Arka dan juga adiknya Alexa.
Yuda dan Arka sering sekali menggoda Alexa, kalau Alexa belum menangis atau Yumna belum ikut campur, mereka berdua tidak akan pernah berhenti untuk menggodanya. Sepertinya menggoda Alexa menjadi kebahagiaan tersendiri untuk Arka dan Yuda.
"Ay, bang Arka, kalau sama kamu gimana?" tanya Nia pada Ayarra yang baru saja datang.
"Gimana apanya?" Ayarra tidak mengerti dengan pertanyaan Nia.
"Ya, jail juga kah? seperti yang kita ketahui, dia kan jail banget sama Ale," jawab Nia.
"Abang, itu kalau sama Ayarra, hangat banget dan bucin akut. Sehari aja Ayarra, nggak ada kabar dia bakal marah-marah dan ngamuk-ngamuk nggak jelas. Iya kan Ay?" timpal Alexa yang diangguki oleh Ayarra.
"Ya ampun, so sweet banget sih." Mata Nia berbinar-binar mendengar jawaban dari Alexa.
"Kalau Yuda atau Neil, gimana mereka?" tanya Nia lagi.
"Hais, kalau mereka ya mana aku tau, kenapa nggak kamu coba aja pacaran sama bang Yuda, kebetulan dia habis putus sama Dewi."
"Hah? Putus? Kok bisa, bukannya Yuda, bucin parah sama Dewi?" tanya Ayarra.
__ADS_1
"Kebucinan bang Yuda, ke Dewi, itu hanyalah topeng, karena sebenarnya dia nggak cinta sama Dewi. Itu semua dia lakukan buat menutupi cinta dia ke seseorang aja," jawab Alexa membuat Ayarra dan Nia terkejut.
"Emangnya dia cinta sama siapa?" tanya Nia dan Ayarra bersama.
"Ada deh, kenapa nggak kalian tanya aja ke bang Yuda." Alexa hanya angkat bahu acuh sambil mengeluarkan semua buku-bukunya.
"Udah ah, ayok cepetan ngerjain PR nya, biar kita bisa main-main," sambung Alexa kemudian mereka pun belajar bersama sambil berceloteh soal siswa-siswi yang ada disekolahnya.
Sementara itu Yumna dan David yang baru saja pulang dari pertemuan dengan client mengkerutkan kening karena rumah terlihat sangat sepi.
"Ke mana mereka?" tanya David pada Yumna.
"Nggak tau Mas, mungkin di kamar mereka," jawab Yumna.
"Alexa, Arka, Yuda, Mamah, bawain bakso nih," panggil Yumna sambil meletakkan bungkusan bakso itu ke meja makan.
Alexa tersenyum saat mendengar Yumna membawakan bakso pesanannya, Yumna dan David memang harus selalu membawakan apa yang Alexa inginkan jika mau ke luar rumah.
Kalau tidak, maka mereka tidak akan diijinkan ke luar oleh Alexa. "Yes, pesanan baksoku datang, kita turun dulu yuk Ay, Nia." Alexa langsung berlari.
"Ale, jangan lari nanti jatoh," pesan Ayarra karena Alexa berlari.
Ayarra emang gadis yang sangat cantik dan baik, dia juga sangat sayang pada Alexa. Bahkan jauh sebelum dia dan Arka berpacaran.
Ayarra memang selalu baik padanya, mungkin karena mereka selalu bersama. Indra pun sudah menganggap Ayarra seperti cucunya sendiri.
Walaupun bukan cucu kandung karena Bayu adalah ponakan tiri, makannya ketika dia mendengar Arka berpacaran dengan Ayarra 2 tahun lalu. Indra sangat senang sekali.
Bahkan Indra berharap jika hubungan keduanya akan langgeng sampai ke pernikahan. Dia pun selalu meminta pada Arka agar segera melamar Ayarra. Namun, Arka bilang jika Ayarra ingin lulus sekolah lebih dulu.
__ADS_1
"Mamah sama papah, lama banget sih? Katanya cuma sebentar, ini sore baru pulang, Ale mau marah sama Mamah dan Papah." Alexa mengerucutkan bibirnya membuat Yumna dan David terkekeh, karena anak gadisnya itu akan terlihat sangat imut jika sedang manyun seperti itu.
"Yaudah marah aja, dan bakso ini buat Mamah sama Papah, kan Ale, lagi marah," goda David.
"Papah ..." Alexa berteriak sambil menghentakkan kakinya, dan langsung memeluk Yumna.
"Udah udah, makan gih baksonya, nanti keburu dingin, Mas, kamu juga berhenti godain anaknya dong. Kamu sama Arka, sama aja," ujar Yumna.
"Abang, kamu ke mana sayang?" tanya Yumna pada Alexa.
"Aku nggak tau Mah, tadi sih ada di sini, mungkin lagi ke luar." Alexa menjawab sambil melepaskan pelukannya.
"Sore Tante, Om," sapa Nia dan Ayarra bersamaan.
"Eh, kalian ada di sini, dari kapan sayang?" tanya Yumna.
"Belum lama Tante," jawab Ayarra.
"Yaudah sini kalian ikut makan." Yumna mempersilakan Nia dan Ayarra untuk duduk.
"Sayang, Mamah, sama Papah, masuk ke kamar dulu ya, mau ganti baju, kalian makan aja baksonya ya, habisin!" kata Yumna.
"Lho, Mamah sama Papah, nggak makan?" tanya Alexa.
"Mamah sama Papah, udah makan tadi. Ayarra, Nia, Tante permisi dulu ya."
"Iya Tante," jawab Ayarra dan Nia bersamaa.
BERSAMBUNG...
__ADS_1