
Hari ini Dahlia sudah di perbolehkan untuk pulang ke rumah,Adam menyewa mobil untuk membawa anak dan istrinya pulang.
Setibanya di rumah sudah ada beberapa keluarga dan tetangga yang menunggu kedatang mereka dari polindes.
Dahlia keluar sambil mengendong bayinya,dan membawanya masuk ke dalam rumah.Lalu meletakkan bayinya di tempat tidur khusus bayi.
Seminggu sudah usia Dahlia melahirkan,tepat hari itu juga keluarga Dahlia mengadakan syukuran kecil kecilan.
Para tetangga dan keluarga sudah berdatangan,tapi tidak dengan mertua Dahlia.
Hanya adik ipar Dahlia bersama istrinya saja yang datang,Adam merasa tidak nyaman dengan keluarga istrinya.
Sebab dari Dahlia melahirkan sampai saat ini Bu nani belum ada sekedar berbasa basi menjenguk Dahlia dan cucunya.
Acara syukuran pun di mulai dengan doa ucapan syukur keselamatan Dahlia dan bayinya,di lanjutkan dengan doa membuat nama sang bayi.
Sebenarnya Dahlia sudah memberi nama pada bayinya Alam putra sanjaya .
__ADS_1
Ketika sedang menikmati jamuan alakadarnya dari tuan rumah, terdengar ada beberapa ibu ibu yang sedang bicara.
"si lia belum lama nikah tapi udah lahiran,anak saya aja yang duluan nikah dari lia belum keluar anaknya " ejek seorang tetangga Dahlia
"hamil kilat mungkin buk...ha ha ha...."ucap seseorang lagi sambil tertawa.
"itu namanya bibit unggul bu.." salah seorang lagi menimpali.
"ini yang di namakan coba dulu baru beli buk haha... " ucap yang lain lagi
Dahlia yang mendengarnya hanya diam dan tertunduk,Adam yang melihat istrinya jadi bahan bulyan para tamu yang notabene ibu ibu langsung buka suara.
Semua orang bungkam mendengar Adam bicara.Hanya bisik bisik yang tidak terdengar jelas yang mereka lakukan.
Karna sudah malam Dahlia membawa anaknya masuk ke kamar,di situlah Dahlia menumpahkan airmatanya yang di tahannya agar tidak menetes.
"maafkan lia ayah ibuuu... telah membuat aib di keluarga.... " isak Dahlia sendiri di kamar.
__ADS_1
Maya yang mengikuti Dahlia sejak dari tadi hanya berdiri di ambang pintu,maya yang tidak tega melihat kakak iparnya menangis segera menghampiri Dahlia.
"kak lia....kak lia jangan nangis kak... apalagi kak lia masih masa nifas,..." maya duduk di samping Dahlia sambil mengusap punggung Dahlia.
"kakak sangat tidak berguna may... sudah membuat malu keluarga,kakak malu may.... apalagi ibunya mas adam tidak mengakui kalau anak yang kakak lahirkan sebagai cucunya..." ungkap Dahlia pada maya.
Maya menarik napasnya dalam dalam,maya juga mengetahui alasan mertuanya tidak datang di syukuran anak dahlia.
"kak...semua orang punya aib kak.... selama kita mau mempertanggung jawabkan apa yang sudah kita perbuat,dan benar benar bertobat tidak ada yang tidak mungkin kak...Tuhan itu maha adil.... " maya memberi semangat untuk kakak iparnya.
Dahlia memeluk maya dan menangis sejadi jadinya.,dan maya pun membiarkan Dahlia menumpahkan perasaannya.
"hoekkk oekk ekkkk......"
"nak alam.... maafin mama ya.... maafin mama yang lemah... mama janji akan kuat...." Dahlia melepaskan pelukannya dari maya,dan langsung memangku putranya yang menangis karna kelaparan.
Dan masih di temani maya Dahlia memberi ASI pada putranya sampai anaknya merasa kenyang dan tertidur kembali.
__ADS_1
Maya pun berpamitan untuk pulang bersama suaminya,Dahlia hanya menganggukkan kepalanya karena anaknya masih tidur di pangkuan Dahlia.