Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
chapter 153


__ADS_3

Selama mereka makan di kantin, Nia memperhatikan Arka dan Ayarra dengan saksama. Entah apa yang ada di dalam pikiran Nia, mungkin dia mengagumi Arka, atau malah dia terkesan dengan sikap Arka yang terlihat sangat mencintai Ayarra itu.


Nia bahkan sesekali ikut tersenyum saat Arka tersenyum pada Ayarra. "Ni, kita di sini jadi nyamuk ya?" sindir Alexa.


"Lagian suruh siapa ikut," balas Arka, dan hal itu membuat Alexa germ.


Dia langsung mencubit perut Arka yang kebetulan duduk disampingnya, sedangkan Ayarra hanya terkekeh melihat tingkah pacar dan calon adik iparnya itu.


"Dicariin dari tadi ternyata di sini Bang, di cariin Pak Setyo tuh," kata Yuda yang baru saja datang itu.


"Lah, mau ngapain emang?" tanya Arka.


"Nggak tau, samperin aja gih!" jawab Yuda.


"Sayang, aku pergi dulu ya! bentar aja kok. Kamu sama Alexa, di sinii dulu ya! jangan dulu pulang, karena aku mau mempersembahkan sebuah lagu buat kamu," pesan Arka yang dijawab anggukan oleh Ayarra.


Setelah mengatakan itu Arka bangkit dari duduknya untuk pergi menemui salah satu Dosen yang yang memanggilnya tadi.


Sementara itu Yuda masih tinggal di sana bersama Alexa, Nia dan Ayarra. Yuda menatap wajah Ayarra dalam, sedangkan yang ditatap memalingkan wajahnya karena malu.


Nia yang kebetulan duduknya berada di depan Yuda dan Ayarra mengkerutkan kening bingung, melihat tatapan Yuda pada Ayarra.


Di tambah wajah Ayarra yang tiba-tiba saja seperti salang tingkah dan menghindar dari tatapan Yuda.

__ADS_1


Nia kembali teringat saat Alexa bilang kalau Yuda habis putus dari dewi, karena sebenarnya wanita yang dia cintai bukanlah dewi. Melainkan orang lain.


"Hai Yud," sapa wanita cantik bertubuh tinggi berkulit puyih dan berambut panjang.


"Hai, Dew," sahut Yuda.


Wanita itu dialah Dewi, mantan pacar Yuda, Dewi tersenyum sambil mendudukkan tubuhnya di sebelah Yuda.


"Lai istirahat nih ceritanya," tanya Dewi dengan senyum yang sangat manis.


"iya, kamu baru datang?" kata Yuda.


"Iya nih, aku telat. Tapi lombanya belum selesai kan?" jawab sekaligus tanya Dewi.


"Arka, jadi nyanyi kah?" Dewi kembali bertanya.


"Jadi, bahkan tadi dia udah nyanyai beberapa lagu," jawab Yuda.


"Yah, aku telat dong, padahal aku pingin banget liat Arka, nyanyi, banyak yang bilang dia berkharismatik kalau lagi nyanyi," puji Dewi.


Hal itu menyita perhatian dari Ayarra yang sedari tadi hanya diam, Ayarra langsung menokeh pada sisi kanan Yuda untuk memperhatikan wajah Dewi dengan saksama. Barangkali, dia mengenali wanita itu.


"Kalau ngomong dijaga, di sini ada pacarnya Arka, jangan sampe dia salah paham, sama omongan kamu," ujar Yud seraya melirik pada Ayarra.

__ADS_1


Dewi, mengikuti arah mata Yuda, dan dia terenyum pada Ayarra. "Maaf ya, aku sama Arka, memang suka bercanda, karena da yang sering bantuin aku, kalau aku lagi berantem sama Yuda," tutur Dewi.


"Iya, nggak apa-apa Ka," jawab Ayarra kikuk.


"Oh, ya kenalin nama aku adalah Dewi, teman Arka dan Yuda." Dewi mengulurkan tangannya pada Ayarra.


Ayarra menerima uluran tangan dari Dewi. "Ayarra," jawab Ayarra.


Dewi terkejut raut wajahnya yang tadinya ramah, berubah menjadi datar. Dewi sempat melihat nama Ayarra di beberapa buku keseharian Yuda.


`jadi, dia yang dicintai oleh Yuda, pacar saudaranya sendiri,` batin Dewi. Seraya tersenyum penuh arti saat melihat Yiuda.


"Hai ka, kenalin namaku Alexa, aku adik kesayangannya bang Yuda dan bang Arka," timpal Alexa sambil mengulurkan tangannya pada Dewi.


"Hai, wah aku baru tau kalau merekaberdua punya adik ecantik kamu," puji Dewi.


"Ah, Kakak, bisa aja, tapi emang aku ini cantik sih." Alexa membanggakan diri, Yuda terkekeh meihat tingkah adiknya itu.


BERSAMBUNG


Hai kalau kalian udah membaca part ini, jangan lupa tinggalkan like, komennya ya.


terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2