Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
Chapter 224


__ADS_3

Setelah Yumna dan David pergi meninggalkan mereka berdua, Alexa memalingkan wajahnya dari Gilang.


Dia jadi teringat apa yang dia lihat samalam, apa lagi hari ini Dimas belum menjenguk atau meminta maap padanya.


"Gimana keadaan kamu? Udah baikan?" Gilang memulai percakapan setelah dari tadi mereka hanya saling diam, seraya duduk di samping Alexa.


"Ya seperti yang Kakak lihat," jawab Alexa acuh.


"Semalam waktu aku lewat taman xxx aku liat kerumunan, dan—."


"Terima kasih atas bantuannya," potong Alexa dengan suara datar dan tanpa menoleh pada Gilang.


"Kamu ini nggak sopan banget ya!" sungut Gilang menggoda Alexa. Namun, yang digoda hanya diam saja.


Lalu, Alexa terlihat menyeka air matanya asal.


"Kamu nangis?" tanya Gilang, setelah melihat Alexa menyeka air matanya.


"Nggak, udah sana pergi! aku nggak mau lihat apa pun yang bersangkutan sama Dimas," usir Alexa, semakin membuat Gilang bingung.

__ADS_1


"Kamu lagi berantem sama Dimas?"


Alexa menggeleng dan kembali menyeka air matanya yang kembali berjatuhan saat mengingat kejadian semalam. "Terus kenapa?" Gilang kembali bertanya, dan kali ini dia memberanikan diri untuk menggenggam tangan Alexa.


Alexa yang sedang merasa sedih itu pun diam saja saat tangannya digenggam oleh Gilang. "Dimas, penghianat, dia pecundang, dia laki-laki mura*han," umpat Alexa.


Gilang tercengang mendengar itu semua. "Memangnya kenapa?" Gilang yang masih belum paham maksud Alexa kembali bertanya.


Alexa sempat terdiam, dia memejamkan matanya dan menjelaskan, "semalam, sepulang dari rumah temen, aku mampir ke taman itu dan aku kayak liat Dimas sama cewek. Karena penasaran dan pingin tau siapa cewek itu, eh aku malah liat dia c i u m a n sama cewek itu."


Mendengar penjelasan Alexa membuat Gilang terkejut. "Apa karena itu kamu kecelakaan?" Wajah Gilang terlihat bersalah, dan tidak tega pada Alexa.


"Astaga Dimas, berarti kamu adalah penyebab wanita malang ini kecelakaan," batin Gilang.


Setelah mengatakan itu, Alexa menangis tersedu-sedu. Dia merutuki dirinya yang selalu percaya janji-janji dan ucapan manis Dimas.


Dia juga tidak menyangka, jika Dimas akan tega melakukan ini padanya. Sebab, seingat Alexa, hubungan mereka selama ini baik-baik saja.


Bahkan Alexa dan Dimas tidak pernah bertengkar sama sekali, tapi kenapa justru tiba-tiba saja Alexa harus melihat Dimas b e r c i u m a n dengan wanita lain.

__ADS_1


Gilang terdiam, dia merasa sangat kesal pada Dimas.


"Apa Kakak tau siapa wanita itu?" tanya Alexa.


"Eeemmm ... Kakak kan belum liat wanita itu, jadi Kakak belum tau kenal atau nggak," bohong Gilang, karena dia merasa ini bukanlah kapasitasnya untuk bercerita tentang Kalista dan Dimas.


Alexa mengerti, karena dia pun baru melihat gadis itu di sini. "Maap ya Ka, aku jadi cerita soal Dimas, sama Kakak," ujar Alexa.


"Nggak apa-apa, kamu memang butuh pendengar biar suasana hati kamu kembali membaik," kata Gilang.


"Kamu mau minum?" tanya Gilang saat melihat tangan Alexa terulur ingin menggapai minum yang berada di atas nakas.


"Iya, tapi jauh banget," jawab Alexa terkekeh.


Gilang bangkit dari duduknya, lalu berjalan mengitari brankar, kemudian mengambilkan air minum utama Alexa.


"Ini!" Gilang, menyodorkan sebotol air mineral yang sudah dia buka pada Alexa.


"Makasih Ka." Alexa menerima minum tersebut, kemudian meminumnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2