
"Ay, aku cinta kamu, aku nggak bisa menikahi Nia, dan aku yakin kamu juga merasakan hal yang sama kan? Jadi, bagaimana kalau kita pergi dari sini, dan menikah di tempat lain," tutur Arka dengan mata yang mulai berkaca-kaca, dia pun menggenggam erat tangan Ayarra.
Mata Ayarra membulat sempurna saat mendengar penuturan Arka yang memintanya untuk kabur berdua, dan hidup bersama.
"Apa kamu udah nggak waras Ka?" kata Ayarra tidak percaya.
"Ya, aku emang udah nggak waras, dan itu karena wanita itu." Arka berteriak karena dia tidak tau lagi harus berbuat apa.
Baru memikirkan dia hidup tanpa Ayarra saja sudah membuat dia hilang akal. Bagaimana jika dia bener-bener kehilangan Ayarra untuk selama-lamanya.
"Jika kamu lupa ini bukan hanya kesalahan Nia, tapi juga kesalahan kamu. Kalau saja kamu tidak mabuk dan tidur bersamanya, maka semua ini nggak akan pernah terjadi Arka," lirih Ayarra dengan buliran air mata yang mulai berjatuhan.
Dia tidak bisa lagi menahan air matanya, saat melihat Arka seperti ini, karena dia juga merasakan sakit. Namun, apa daya, dia tidak mau memisahkan ayah dari anaknya.
Jadi, meskipun perpisahan mereka amat menyakitkan, sebisa mungkin Ayarra akan terima.
"Aku nggak bisa hidup tanpa kamu Ay, baru memikirkannya saja hati aku sangat sakit, please ikut aku. Kita pergi ke manapun yang nggak bisa mereka temukan," gumam Arka membuat hati Ayarra semakin nyeri bak teriris pisau yang tajam.
Ayarra menghela napas dan membuangnya kasar kemudian berkata, "kalau kamu memang cinta sama aku, jadilah laki-laki yang bertanggung jawab, karena aku nggak mau memisahkan anak dari ayahnya."
Mendengar itu Arka semakin merasa terpukul, dia menundukkan kepalanya dan menangis dalam diam.
"Apa kamu udah nggak cinta lagi sama aku Ay?" Arka kembali bergumam.
Ayarra tidak menjawab, dia kembali membereskan pakaiannya tanpa menoleh lagi pada Arka.
__ADS_1
Meskipun dia terluka saat mendengar Arka terisak, konon kata beberapa orang. Air mata laki-laki itu tidak pernah bohong.
Mungkin benar, jika Arka benar-benar terpukul atas semua yang terjadi, tapi mau bagaimana lagi.
Ayarra tidak sejahat itu yang akan rela memisahkan ayah dan anak hanya demi kebahagiaannya saja, karena yang Ayarra tau anak yang di kandung oleh Nia adalah hasil perbuatan Arka.
"Kenapa kamu nggak jawab aku Ay?" tanya Arka karena Ayarra justru terlihat sibuk mengemasi barang-barangnya.
"Apa yang harus aku jawab?" Ayarra malah kembali bertanya pada Arka.
"Apakah hanya sampai di sini aja cinta kita Ay?" tanya Arka.
Ayarra memejamkan matanya menahan rasa sesak dan sakit saat mendengar pertanyaan Arka.
"Bukankah cinta kita sudah berakhir sejak kamu menghamili Nia Ka? jadi kenapa kamu masih bertanya soal itu?"
"Cinta akan datang seiring berjalannya waktu," potong Ayarra.
Lalu, dia pun berjalan keluar memanggil Bayu dan Angel. "Mah, Pah, semuanya sudah aku kemas, ayok kita pulang!" kata Ayarra pada Angel dan Bayu.
"Ar? kamu nggak apa-apa kan?" tanya Neil saat melihat Arka diam mematung dengan pandangan kosong menatap ke arah mereka, lebih tepatnya ke arah Ayarra.
"Aku nggak apa-apa," jawab Arka pelan sambil berjalan keluar ruangan. Namun saat dia melewati Ayarra.
Mata keduanya bertemu, mata yang masih memancarkan cinta dan kasih sayang di keduanya. Cukup lama mereka saling menatap.
__ADS_1
Ayarra memalingkan wajahnya memutus tatapan mata mereka, saat merasakan debaran jantungnya mulai tidak jelas.
Arka, Yuda dan Neil pun pergi dari sana, kemudian Ayarra, Bayu dan Angel pun pergi meninggalkan ruangan tersebut, karena semua barang-barang sudah di kemas.
"Mas, Fathan di mana?" tanya Angel.
"Dia yang gantiin aku di kantor, nanti siang baru dia jemput aku ke rumah," jawab Bayu.
"Oh, aku kira dia ikut menjemput Ayarra," ucap Angel.
Lalu mereka pun keluar dari rumah sakit tersebut, tadinya Ayarra ingin diantar oleh perawat yang lain menggunakan roda. Namun, ayarra menolak karena dia merasa sudah tidak kenapa-kenapa.
Mobil Arka yang masih ada di parkiran rumah sakit, menatap nanar ke arah Ayarra yang baru saja keluar itu.
'kenapa harus begini? andai saja malam itu aku nggak mabuk, aku yakin semua nggak akan terjadi,' batin Arka sambil menatap Ayarra dari dalam mobil.
Yuda yang ada di kursi pengemudi melirik pada Arka yang duduk di belakang bersama Neil.
BERSAMBUNG...
Hai 👋 semoga suka ya sama ceritanya, jangan lupa kalau kalian sudah selesai membaca, tolong ya tinggalkan like and komennya 🙏
Kalau ada typo atau apalah itu yang mengganggu, harap di maklum ya 🙏 jempolku emang suka nakal 😂😂
Kalau ada yang mau ngasih bunga atau love monggo dengan senang hati aku akan menerimanya 😂
__ADS_1
Bantulah author Somplak sedikit ini untuk menjadi lebih baik. Terima kasih 😘
~*Salam sayang Author Somplak Dikit*~