
"Aku nggak kuat kalau harus melihat mereka menikah Mah," ucap Ayarra sambil menangis dipelukan Angel.
Angel yang mendengar penjelasan dari Ayarra tentang kandasnya hubungan dia dan Arka, serta Arka yang harus bertanggung jawab dengan kehamilan Nia merasa terpukul.
Akan tetapi dia tidak mengerti apa yang harus dia lakukan, karena Arka memang harus bertanggung jawab.
"Sayang, harusnya kamu bersyukur karena ini terbongkar sebelum kamu dan Arka, menikah," kata Angel menguatkan anaknya.
"Udah dong, sayang, jangan nangis lagi ya! kamu harus kuat ok!" sambung Angel.
Ayarra hanya bisa mengangguk lemah, karena untuk saat ini sekuat apa pun dia mencoba untuk ikhlas tetap saja rasanya sakit.
Hanya butuh waktu dua puluh menit bagi Bayu untuk sampai di rumah sakit tempat Ayarra di rawat, Bayu masuk ke dalam ruang rawat Ayarra dengan tergesa-gesa.
"Sayang," panggil Bayu membuat Angel menoleh, sedangkan Ayarra buru-buru menghapus air matanya.
"Kamu udah pulang Mas? belum lama juga berangkatnya kok udah pulang aja?" tanya Angel pada Bayu.
"Aku mau mastiin kalau anak gadisku nggak kenapa-kenapa," jawab Bayu seraya berjalan mendekati Ayarra.
"Maksud Papah, apa? Aku nggak apa-apa kok, kan ada Mamah, yang jagain aku. Lagi pula aku cuma kecapean aja," kata Ayarra.
__ADS_1
Bayu berdiri di hadapan anak gadisnya, kemudian langsung memeluk tubuh Ayarra dan mengelus punggungnya pelan.
"Udah sayang, kamu nggak usah sembunyikan apa-apa lagi sama Papah, karena Papah, udah tau semuanya." Mendengar itu tangis Ayarra pecah, dia menangis hingga tersedu-sedu.
"Jangan sedih ya sayang!" ucap Bayu sambil mengelus pelan punggung Ayarra.
Fathan yang melihat drama keluarga Bayu pun ikut sedih, dan Fathan berpikir hanya laki-laki bodoh yang bisa menduakan Ayarra, karena gadis itu sangat baik.
'ngomong-ngomong aku baru tau kalau Pak Adit, punya anak perempuan,' batin Fathan bertanya-tanya.
***
Di tempat lain, Yuda, dan Neil pergi ke hotel tempat pesta satu bulan lalu diselenggarakan. Mereka ingin mencari informasi atau bukti jika Arka dan Nia memang melakukan hubungan terlarang yang menyebabkan hamilnya Nia.
Sebenarnya tadi Yuda ingin mengajak Arka, tapi sepertinya laki-laki itu sudah pasrah dengan keadaannya, dan yang dilakukan oleh Arka hanyalah mengurung diri.
"Jadi Mas, mau melihat kamar nomor berapa dan tanggal berapa?" tanya Bapak-bapak petugas penjaga cctv tersebut.
"Tanggal 5 bulan lalu Pak, dan kamar nomor 23," jawab Yuda, karena semalam Arka sudah menceritakan semuanya pada dia dan Neil.
Bapak-bapak petugas penjaga cctv itu pun mengangguk, dan mulai menekan beberapa tombol di keyboard komputernya.
__ADS_1
"Maaf Pak, apa kita bisa melihat semua yang terjadi di dalam kamar?" tanya Neil.
"Nggak Mas, kita hanya bisa melihat sampai pintu, bagian yang lainnya nggak bisa terlihat, karena memang tidak di perbolehkan," tutur sang penjaga cctv.
Yuda dan Neil tampak sangat frustrasi, tapi mereka tetap ingin melihat rekaman cctv yang ada, barangkali ada yang bisa meyakinkan mereka.
Mereka seperti ini bukan karena tidak percaya pada ucapan Nia, melainkan mereka hanya ingin bukti yang akurat, agar Arka tidak menyesal dikemudian hari.
"Ini rekaman yang Mas, mau lihatkan?" tanya sang penjaga cctv dan Yuda mengangguk.
Lalu, sang penjaga cctv tersebut memutar video yang diinginkan tidak dan Neil, kemudian mereka berdua pun menyaksikan dengan saksama yang ada di layar komputer.
'akhirnya, ini bisa jadi bukti,' batin Yuda.
BERSAMBUNG...
Hai 👋 semoga suka ya sama ceritanya, jangan lupa kalau kalian sudah selesai membaca, tolong ya tinggalkan like and komennya 🙏
Kalau ada typo atau apalah itu yang mengganggu, harap di maklum ya 🙏 jempolku emang suka nakal 😂😂
Kalau ada yang mau ngasih bunga atau love monggo dengan senang hati aku akan menerimanya 😂
__ADS_1
Bantulah author Somplak sedikit ini untuk menjadi lebih baik. Terima kasih 😘
~*Salam sayang Author Somplak Dikit*~