Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
63


__ADS_3

Bu Nani menyeka air matanya,dadanya sesak akibat tangis yang di tahan.


Dahlia tidak tega melihat wanita paruh baya itu terus menerus menangis, Rasa iba di hatinya begitu cepat muncul.


"Bu,di minum dulu airnya,biar Ibu bisa tenang," Dahlia memberikan segelas air putih untuk Bu Nani.


"Terima Kasih Lia... kamu orang baik.... Ibu tidak mengharapkan kamu memaafkan anakku, ini semua salah ibu,telah gagal mendidiknya. " Napas Bu Nani turun naik dengan cepat,Maya mengelus punggung Bu Nani.


Dahlia masih terdiam membiarkan Bu Nani bicara,


"Andai kamu ingin menikah lagi,ibu tidak melarang kamu Lia... hanya satu pesan Ibu carilah orang yang bisa menerima kamu dan menyayangi Al seperti darah dagingnya sendiri,," Suara Bu Nani bergetar tangannya menggenggam tangan Dahlia.


Dahlia menarik napas dalam.


tidak semudah itu Bu mencari pendamping hidup,semua perlu proses yang panjang.


"Bagas tidak ikut May ? " Dahlia sengaja mengalihkan topik percakapan mereka.Bukan karena masalah Bu Nani yang terus menerus menangis bila membahas soal Adam.


Dahlia juga harus menenangkan hatinya yang tidak tentu arah.


"Mas Bagas pergi ke kota tempat Mas Adam di tahan Kak,Mas bagas ingin tau kronologi sebenarnya dari Mas Adam sendiri." Ujar Maya.


Dahlia diam,matanya menatap lantai pikirannya kosong,genangan air di matanya tidak bisa di sembunyikan,


Tes! Maya melihat perubahan Dahlia merubah posisi duduknya pas di tengah Dahlia dan Nani.


Dahlia menyeka sisa air matanya,Masih sulit baginya melupakan Adam.

__ADS_1


Mengapa aku menjadi sebodoh ini,rapuh begini,mengapa aku belum bisa melupakan tentangmu Mas Adam ! Sakit Mas! Lia Sakit! bahkan jauh lebih sakit mendengar Al merindukanmu


Dahlia menyandarkan belakangnya penat semua yang dia rasakan.


"Kak Lia.... Kak Lia baik baik saja ? " tanya Maya.


"Iya,Aku baik baik saja ," Dahlia memperbaiki posisi duduknya menjadi lebih rileks.


"Kami pulang dulu ya Kak Lia,....jaga kesehatan kakak, " Maya mengelus pundak Dahlia, Maya prihatin melihat mantan istri saudara iparnya.


Dahlia menganggukkan kepalanya,dia mengantar Maya Dan Bu Nani sampai depan pintu,Setelah mereka tidak terlihat lagi Dahlia masuk ke kamarnya.


Di dalam kamar Dahlia kembali menangis,dia belum bisa mengendalikan kesedihannya sampai saat ini.


Terlalu banyak kenangan indah bersama Adam ,memori di otaknya belum bisa terhapus kan.


Gumam Dahlia.


Di sebuah rumah sakit Siska tersadar dari pingsannya, dia membuka matanya perlahan,di lihatnya ke kiri dan ke kanan interior ruangan serba putih. Aroma obat obatan memenuhi penciumannya.


Siska meraba tangannya terpasang selang infus di gerakkan badannya Siska merasakan ada benda kecil di bagian area sensitifnya.


Ada selang kecil terpasang sungguh sangat menyiksa pergerakan Siska.


"Uhh! ada apa ini , kenapa bagian itu juga ada selangnya,sungguh tidak nyaman rasanya " Siska membatasi ruang geraknya.


Dreekk, pintu terbuka perlahan,seorang perawat datang membawa catatan tentang kesehatan Siska.

__ADS_1


"Ibu Siska sudah siuman ?" Perawat tersenyum tangannya memperbaiki kecepatan air infus yang menetes.


"Saya kenapa ya Sus?" Siska balik bertanya.


"Ibu Siska mengalami pendarahan hebat,janin Ibu terpaksa kami kuret,karena tidak terdapat detak jantungnya lagi, maaf Bu,kakinya di tekuk sebentar,kami ingin mengecek selangnya dulu, "Perawat menyingkap kain penutup yang di kenakan Siska.


"Issh ! "Siska mendesis menahan sakit ketika perawat memutar selang,


"Di tarik napasnya Bu kalau terasa sakit," Perawat menghentikan aktivitasnya dan merapikan kembali kain penutup yang di gunakan Siska.


"Jangan terlalu banyak bergerak dulu ya Bu,jika Ibu perlu sesuatu tinggal pencet bel ini," Perawat memberikan benda kecil pada Siska.


Perawat keluar dari bilik Siska,menutup kembali pintu,Siska meraba perutnya datar kembali, Ada bulir bening jatuh dari mata Siska.Seperti ada yang baru pergi meninggalkan dirinya.


Siska mengingat kembali peristiwa sebelum dirinya terjadi pendarahan.


Siska mendapat kiriman foto Adam sedang mabuk berat malam itu dari nomor tidak di kenal.


Tidak tega melihat Adam,Siska meluncur tempat di mana Adam dalam keadaan mabuk.


Siska masuk Adam tertidur dengan posisi kaki masih terulur ke bawah.


Adam terbangun di saat siska membenarkan posisi tidurnya,tubuh siska di tarik mulutnya terus saja menyebut nama Dahlia.


Adam tidak memperdulikan rintihan Siska,malam itu Adam sangat berbeda walaupun mabuk nafsu Adam sangat tinggi tidak seperti di saat Adam dalam keadaan tersadar.


Sepertinya Adam dalam pengaruh obat kuat dengan dosis tinggi saat itu,permainannya juga sangat liar malam itu.

__ADS_1


Siska bergumam.


__ADS_2