Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
chapter 126


__ADS_3

"Nayla, kamu nggak boleh ngomong gitu," bentak Rani.


Dia tidak suka jika Nayla tidak sopan pada Adit, pasalnya Adit terlihat sangat khawatir pada Nayla. Dia bahkan tidak minum sama sekali sebelum Nayla sadar.


Apa lagi mendengar penjelasan Adit jika dia dari dulu memang sudah menyimpan perasaan pada Nayla.


"Aku muak mendengar permainan mereka, Mah, aku yakin dia di bayar oleh David, untuk berbohong." Nayla menatap Adit dengan tatapan tajam.


"Nayla kamu---."


"Nggak apa-apa, Tante, baiknya aku pulang aja. Lagi pula Brian, pasti nunggu aku." Adit memotong ucapan Rani yang ingin memarahi Nayla.


Dia pun bangkit dari duduknya. "Kamu di sini aja Dit, bentar lagi juga impusannya habis," cegah Indra.


Adit menoleh pada Nayla, dan wanita itu malah memalingkan wajah enggan untuk menatap Adit.


"Aku pulang aja deh, Om, ini kunci mobilku, biar aku pulang naik ojek online." Adit menyodorkan kunci mobil pada Indra dan pergi dari sana.


Nayla yang tadinya memalingkan wajah langsung menoleh ke arah pintu, menatap punggung Adit yang semakin menjauh dengan lirih.


Sebenarnya dia juga merasa bersalah pada Adit karena bersikap tidak sopan, tapi kekecewaan lebih mendominasi perasaanya sekarang.

__ADS_1


"Nayla, harusnya kamu jangan gitu sama Adit! dia itu laki-laki baik. Dia bahkan tidak mau minum sama sekali sebelum kamu sadar, dan saat dia baru mau minum kamu udah ketus gitu," terang Rani.


'aku mencintai David, Mah, kenapa mamah tidak mengerti,' batin Nayla lirih.


"Nayla, kamu dengar mamah nggak?! jangan ulangi lagi, dia udah minta maafkan, dan dia juga mau minta maaf sama kamu. Menurut Mamah, kamu harus maafin dia, dan berdamailah dengan masalalu," ujar Rani. Nayla hanya mengangguk lesu.


Untuk saat ini dia memang harus menurut, kedepannya akan seperti apa itu gimana nanti.


******


Sementara itu di tempat lain.


"Jaga diri lu ya Ngel," ucap Bayu.


"Inget jangan macam-macam, gua pamit dulu ya," pamit Bayu sambil mencium kening Angel lembut.


Memberikan sengatan aneh pada tubuh Angel, dia merasa jantungnya berdetak lebih cepat.


Bayu melepaskan kecupan di keningnya sambil tersenyum. "Kalau ada apa-apa hubungi gua! Inget ya lu harus tepati janji lu untuk berubah, gua pamit!" Setelah mengatakan itu Bayu berjalan meninggalkan Angel yang masih merasakan sesuatu yang aneh dalam hatinya.


Dia tersenyum sangat manis sambil melambaikan tangannya pada Bayu, setalah Bayu hilang di balik kerumunan orang. Angel pun langsung memutar tubuhnya kembali ke area parkir dengan senyum yang merekah.

__ADS_1


Ini kali pertamanya dia dia cium keningnya seperti tadi oleh seorang pria. Dia benar-benar merasa senang.


'aku akan menuntaskan pekerjaanku dulu, baru aku menyusulmu Bay,' batin Angel dengan senyum menyeringai.


Dia masuk ke dalam mobil lalu pergi meninggalkan bandara, saat Angel tengah asik menyetir ponselnya berdering ternyata anak buahnya yang menelpon.


"Ya, hallo bagaimana? kapan rencana kita kalian laksanakan?" tanya Angel.


📞"Sepertinya besok sudah bisa dilaksanakan, Bos."


"Bagus, lebih cepat lebih baik, karena aku juga mau ke Jerman."


📞"Iya, Bos."


"Aku pingin besok pagi sudah mendengar kabar baik."


📞"Baik, Bos, kami usahakan besok pagi memulai rencananya."


Setelah mendengar jawaban sang anak buah Angel pun mematikan sambungan telponnya.


'tunggu aja pembalasan aku, keluarga Wijaya,' batin Angel.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2