
Seperti biasanya rutinitas Dahlia mengantar putranya sekolah sekarang putranya sudah kelas dua Sekolah Dasar.
"Ma ... liburan kenaikan kelas kita tempat nenek ya "
Alam berkata dengan mamanya yang sedang menyetir sejak mereka memutuskan merantau belum ada satu kali pun Dahlia mengajak putranya ke kampung halamannya.
Mereka hanya melakukan video call supaya Alam bisa mengenal kakek nenek dan juga tantenya.
"iya ... tapi mama gak bisa lama di tempat nenek apa nanti kamu betah di sana ?"
Dahlia berkata sambil tersenyum sebenarnya Dahlia juga merindukan keluarganya di sana dia juga merindukan suasana kampung yang asri,semenjak Putranya lulus dari TK Adam dan Dahlia menjual tanah dan rumah yang mereka tempati yang berada di ujung desa.
Mereka memilih membeli rumah di kota yang letaknya tidak jauh dari sekolah.
Sedangkan perkebunan yang mereka beli dari Tomy mantan bos Adam yang sekarang bangkrut di kelola oleh beberapa karyawan Adam.
****
Maya yang mendapat kabar bahwa Dahlia akan membawa Alam ke kampung ketika libur sekolah segera memberi tahu mertuanya yang sedang membuat karya tangan dari benang rajut.
__ADS_1
Semenjak kesehatannya menurun Bu Nani membuat karya tangannya sendiri yang akan di promosikan oleh maya secara online.
"apakah Dahlia juga mau membawa cucuku ke rumah kita? atau dia hanya sebatas rumah orang tuanya?"
Wajah yang semula bahagia berubah muram dirinya belum yakin jika Dahlia mau memaafkannya.
"bu.... kak lia itu orang baik bu...dia pernah menyimpan dendam dengan orang lain,setiap manusia punya kesalahan kak lia itu berhati kapas percaya sama maya bu..."
Maya meyakinkan mertuanya yang sangsi wajar saja jika mertuanya masih belum yakin jikalau kakak iparnya akan memaafkannya.
Mengingat sifat mertuanya yang dulu hati wanita mana yang tidak sakit jika anak yang di kandungnya tidak di akui cucu kandungnya.
"kapan mereka ke sini maya.... apakah masih lama ?"
"apakah kamar mereka sudah kamu bersihkan?"
Pertanyaan beruntun dari bu Nani menandakan bahwa dirinya tidak sabar bertemu dengan Anak menantu beserta cucunya yang sudah berusia tujuh tahun.
"Mungkin satu minggu lagi bu... kalau kamar kak lia dan mas Adam besok saja maya bersihkan,".
__ADS_1
****
Libur pun telah tiba sebelumnya Dahlia sudah berdiskusi dengan suaminya mengenai rencana dirinya yang akan membawa anaknya ke kampung.
Adam pun menyetujuinya tapi di antar oleh dirinya karena jika Dahlia menyetir sendiri sudah pasti dia sangat lelah.
Setidaknya Adam bisa mengelak dari permintaan Siska yang membuat dirinya terjatuh ke lembah dosa.
Hari itu mereka berangkat menggunakan mobil yang pakai oleh Dahlia dalam perjalanan tampak Alam begitu semangat berkali kali dia bertanya berapa lama lagi akan sampai.
Karna lelah akhirnya Alam tertidur di dalam mobil perjalanan yang memakan waktu sampai 12 jam itu sesekali berhenti sekedar makan dan minum saja.
Adam juga membawa seorang karyawannya untuk menggantikan posisinya menyetir ketika dia lelah dan mengantuk.
Akhirnya mereka sampai di rumah orang tua Dahlia Di sana sudah ada ibu mertua Dahlia juga yang sengaja di bawa Maya dan Bagas menunggu mereka di sana.
Alam yang masih tertidur di gendong oleh Adam Dahlia membawa beberapa oleh oleh yang dia bawa dari rumahnya.
Maya dan bagas juga membantu membawa barang barang keperluan Dahlia bersama suami dan anaknya selama di kampung.
__ADS_1
Mereka saling berpelukan melepaskan rindu yang bertahun tahun tidak pernah bertemu.
Tanpa mereka sadari ada seorang yang menangis berdiri mematung menatap Dahlia dan anaknya secara bergantian ketika Dahlia mendekati mertuanya tiba tiba saja jatuh tersungkur di kaki Dahlia.