
Di kamarnya, Ayarra dan Arka masih tertidur dengan lelap, mungkin karena pengantin baru, dan terlalu lelah, sehingga membuat mereka masih betah bergelut dengan kasur.
Ayarra tidur dengan memeluk tubuh Arka, dia juga masih polosan tanpa sehelai benang pun.
Akan tetapi, ketenangan dua insan yang sedang terlelap dalam dunia mimpi harus terusik karena suara deringan ponsel yang ada di atas meja.
Ayarra menggeliat dan membuka matanya perlahan, tangannya terulus menggapai ponsel yang berdering itu.
"Mamah?" gumam Ayarra, lalu dia mengangkat telepon tersebut.
"Ya, hallo mah!"
"Sayang, apa Arka udah bangun?" tanya Yumna dari seberang sana.
"Belum mah, apa mau aku bangunin?"
"Iya sayang, tolong bangunin ya! dan bilang kalau dia harus ke kantor sekarang," kata Yumna dari seberang sana.
Yumna dan David ingin Arka mulai menjalankan bisnis mereka, selain umur Arka yang memang sudah cukup, juga karena sebentar lagi Arka akan lulus kuliah. Jadi, David ingin mengajari Arka dari sekarang.
Sebenarnya Arka sudah bisa mengelola semua bisnis keluarga, tapi karena dia masih kuliah, David belum mengijinkannya.
"Iya mah, ini aku bangunin dulu Arka-nya ya," kata Ayarra.
"Iya sayang tolong ya! udah dulu ya sayang, ini mamah mau jagain Alexa lagi," ujar Yumna dari sebrang sana.
"Iya mah." Setelah mengatakan itu Ayarra mematikan sambungan teleponnya.
Dia menoleh pada Arka yang masih terlelap. "Sayang bangun!" Ayarra mengguncang tubuh Arka pelan.
Arka membuka matanya perlahan, dan memberikan seulas senyuman pada Ayarra. "Apa sayang? Mau lagi?" goda Arka.
"Ish, apaan sih kamu, itu tadi mamah nelepon, katanya kamu suruh bersiap, dan pergi ke kantor," ujar Ayarra memberitahu pesan Yumna tadi.
"Ya ampun, apa nggak bisa besok?" keluh Arka seraya memeluk pinggang Ayarra.
"Sayang, buruan sana mandi terus ke kantor, pasti papah udah nungguin kamu lho," ujar Ayarra sambil melepaskan tangan Arka yang melingkar di pinggangnya.
__ADS_1
Arka berdecak, kemudian beranjak dari tempat tidur. "Ck, iya-iya, nih aku mau mandi."
"Arka," panggil Ayarra.
Arka yang sudah sempat melangkah beberapa langkah memutar tubuhnya menghadap Ayarra. "Ya kenapa lagi?" tanya Arka.
"Itu, kenapa kamu nggak pake baju dulu atau tutupin itunya sih, nggak tau malu banget." Ayarra menunjuk adik Arka yang sedang tertidur.
Arka tersenyum malu, kemudian menutupi adiknya dengan kedua tangan. "Buat apa malu, ini kan punya kamu, dan kamu juga udah tau semua bentuknya," kata Arka, kemudian dia memutar kembali tubuhnya dan pergi menuju kamar mandi.
Ayarra menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya yang tidak tau malu itu, kemudian Ayarra pun beranjak dari tempat tidur.
Dia mengambil kimono di dalam lemari dan memakainya, kemudian dia merapikan tempat tidur dan pakaian yang berantakan karena aktivitas mereka.
Dua puluh menit kemudian Arka pun keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melingkar di pinggangnya dan b e r t e l a n j a n g da__da, tidak lupa dengan rambutnya yang basah karena keramas. Penampilan Arka yang seperti ini membuat ketampanannya bertambah. Ayarra bahkan sampai tidak berkedip saat memperhatikan suaminya itu.
"Ehem." Arka berdeham menyadarkan Ayarra.
"Udahan mandinya?" tanya Ayarra berbasa-basi, guna menghilangkan rasa malunya karena ketahuan memperhatikan Arka tanpa berkedip.
"Belum, ini mau mandi lagi," jawab Arka seraya mengambil baju di lemarinya.
"Ya udah tau udahan mandinya, kenapa masih tanya?" kata Arka, Ayarra terkekeh mendengar ucapan Arka.
Dia pun beranjak dari duduknya dan masuk ke dalam kamar mandi.
***
Setelah selesai dengan ritual mandi, Arka dan Ayarra pun turun dari kamar mereka menuju ke ruang makan.
Belum sampai ke meja makan, Arka dan Ayarra sudah dikejutkan dengan kehadiran Yuda.
"Hai," sapa Yuda pada Arka dan Ayarra.
"Baru pada bangun ya! pantes ayah sama mamah nyuruh aku ke sini buat liat Abang," ujar Yuda.
"Emang mamah sama papah, nyuruh kamu ke sini?" tanya Arka dan Yuda mengangguk.
__ADS_1
"Kita diminta buat ke kantor," kata Yuda.
"Aku makan dulu deh, kamu udah makan belum? Kalau belum makan bareng sini!" ajak Arka, kemudian mereka bertiga berjalan menuju meja makan.
Arka dan Yuda duduk lebih dulu di kursi, sedangkan Ayarra menyiapkan nasi dan lauk pauk untuk Arka.
Yuda pun menyodorkan piringnya, dia juga meminta untuk diambilkan nasi beserta lauknya pada Ayarra.
Ayarra menaikan satu alisnya bingung. "Ambilin aku juga dong!" pinta Yuda, Ayarra tersenyum lalu menuruti permintaan Yuda, yaitu menyiapkan nasi dan lauknya.
"Apa kamu nggak bisa ambil sendiri huh?" tanya Arka dengan raut wajah kesal dan nada sedikit tinggi.
"Lho, memangnya kenapa? Nggak apa-apa kan Ay?" Yuda bertanya pada Ayarra.
"Iya, nggak apa-apa," jawab Ayarra.
"Tuh kan nggak apa-apa," timpal Yuda, membuat Arka kesal.
Arka melirik pada Ayarra dan Yuda bergantian, tapi kedua orang itu malah sibuk makan. Mereka tidak tau jika ada yang merasa cemburu karena Ayarra sudah memperlakukan Yuda sama dengannya.
"Kok nggak makan sayang?" tanya Ayarra, karena Arka hanya memainkan nasinya.
"Hmmm." Hanya itu jawaban Arka, kemudian dia memakan makanannya,m dengan wajah masam.
Yuda yang menyadari perubahan wajah Arka karena dia yang minta dilayani oleh Ayarra, terkekeh pelan seraya melirik Arka.
Yuda sama sekali tidak menyangka jika Arka cemburu padanya, padahal mereka kan bersaudara.
BERSAMBUNG...
Hai 👋 semoga suka ya sama ceritanya, jangan lupa kalau kalian sudah selesai membaca, tolong ya tinggalkan like and komennya 🙏
Kalau ada typo atau apalah itu yang mengganggu, harap di maklum ya 🙏 jempolku emang suka nakal 😂😂
Kalau ada yang mau ngasih bunga atau love monggo dengan senang hati aku akan menerimanya 😂
Bantulah author Somplak sedikit ini untuk menjadi lebih baik. Terima kasih 😘
__ADS_1
~*Salam sayang Author Somplak Dikit*~