
Ayarra terkejut dan reflek menjauhkan diri dari Arka, tapi Arka kembali mendekati Ayarra dan men*cium bibir Ayarra lembut.
Awalnya seperti itu, tapi lambat laun ciu*man itu berubah jadi kasar dan menuntut.
Melu*mat, mengecup satu sama lain, mereka lakukan, hingga suara ketukan dari luar menyadarkan mereka.
Spontan Ayarra langsung mendorong tubuh Arka, dan memalingkan wajahnya, dia merasa malu. Namun, Arka mengelus rambutnya lembut dan membawa Ayarra keluar.
Di luar semua pasang mata memandangi mereka dengan tatapan penuh curiga, tapi Arka hanya tersenyum menanggapi dan berkata. "Maaf ya Mbak, tadi istri saya nggak bisa reseletingin baju, jadinya aku masuk untuk membantu."
"Oh, kalian suami istri," tanya salah satu pembeli.
"Iya, dan dia sedang mengandung," jawab Arka, membuat Ayarra terkejut dan melotot padanya.
"Wah, kalau gitu selamat ya Mas, Mbak, maaf tadi saya ketuk, saya nggak tau kalau kalian sudah menikah," ujar salah satu pembeli yang lainnya.
"Iya, nggak apa-apa Bu, santai aja, yaudah silakan dicoba Bu, bajunya! saya juga masih mau milih-milih." Arka mempersilakan ibu itu untuk masuk ke ruang ganti, sedangkan dia dan Ayarra pergi ke salah satu cermin besar yang ada di sana.
"Baju ini cantik, pas sama orangnya yang cantik," puji Arka, sambil menatap Ayarra dari cermin.
"Kamu kenapa bilang kalau kita suami istri sih Ka?" tanya Ayarra.
"Ya nggak apa-apa dong, dari pada digebukin," jawab Arka dengan santai.
"Tapi, kita kan belum menikah dan---."
"Tapi kita akan menikahkan, dan aku hanya akan menikah dengan kamu," potong Arka membuat Ayarra tersipu.
"Kamu cocok nggak sama baju ini? Atau mau pilih yang lainnya?" tanya Arka.
Ayarra pun berjalan dan berdiri di depan kaca besar, kemudian memutar-mutar tubuhnya.
__ADS_1
"Menurut kamu gimana?" Ayarra meminta pendapat pada Arka.
"Cantik, sama kayak orangnya," jawab Arka.
"Gombal."
"Aku serius sayang, coba deh tanya sama Mbak-Mbak yang ada di sini, Mbak, sini deh," panggil Arka pada salah satu penjaga toko yang ada di sana.
"Iya mas? Ada apa?" tanya Mbak penjaga.
"Menurut Mbaknya istri saya ini giman" tanya Arka.
"Cantik, pantes sekali pake baju ini, memangnya, kenapa Mas?"
"Nggak apa-apa, dia nggak percaya sama omongan saya, terima kasih ya Mbak," kata Arka.
"Sama-sama Mas, kalau gitu saya permisi dulu ya," pamit sang penjaga toko.
"Kamu, apa-apaan sih Ka, malu tau," protes Ayarra.
Setelah berbelanja pakaian untuk acara besok, Arka dan Ayarra pun kembali ke rumah.
*****
Keesokan paginya.
Alexa sangat sibuk mencari pernak-pernik tambahan untuknya ke pesta. "Mah, bagus ini atau ini ya?" Alexa menunjukkan beberapa kalung untuk dia pakai ke pesta.
"Sayang, nggak usah pakai kalung juga kamu tetap cantik kok," kata Yumna memuji.
"Ih, Mamah, aku nggak biasa kalau nggak pakai kalung, ayo dong bantu aku, bagus mana?" Alexa merengut karena sedari tadi tidak ada yang bisa membantunya dalam memilih kalung.
__ADS_1
"Ribet banget sih dek, pakai aja dua-duanya, ayok buruan ah, dari tadi Abang, cuma nungguin kamu doang," sungut Arka.
"Is, laki-laki diam ajalah, kalian mana tau soal beginian," kesal Alexa.
"Eh, bukan Abang, nggak tau ya, tapi kamu aja yang ribet, liat noh Mamah, selalu simpel tapi elegan," ketus Arka.
"Kayaknya yang ini lebih bagus, dan masuk sama baju yang kamu pakai, udah buruan Abang, tunggu di luar," sambung Arka seraya berjalan keluar rumah.
Alexa tersenyum, Arka memang seperti itu, selalu marah-marah tapi pada akhirnya dia akan selalu memberikan pendapatnya.
Alexa pun memakai kalung yang sudah dipilih oleh Arka itu, dan benar saja kalung itu lebih pas untuknya.
"Ini baru perfeck," gumam Alexa, membuat Yumna dan David terkekeh.
****
Sesampainya di pesta, keluarga David Wijaya disambut hangat oleh koleganya yang lain, termasuk Bayu dan Adit.
Mereka sempat berbincang sebentar sebelum kedatangan Ayarra membuat Yumna terpaku, karena Ayarra terlihat sangat cantik.
Ayara menggunakan gaun yang sopan. Namun, terkesan elegan. Dia memakai gaun berwarna biru langit dan dihiasi beberapa kristal-kristal kecil yang tampak berkilau saat berada di bawah sinar lampu.
Lain halnya dengan Arka yang tampak begitu sempurna dengan setelan jas berwarna senada dengan baju Ayara. Meski jas yang digunakan Arka cukup simpel tapi jika dilihat dari dekat akan terlihat sangat mewah. Ditambah lagi wajah tampannya yang membuat apapun dikenakan oleh Arka selalu saja terlihat bagus.
"Hallo sayang, kamu cantik banget," puji Yumna pada Ayarra.
"Iya dong, itu pilihan Arka," timpal Arka, membuat Bayu dan Angel tersenyum.
Ayarra hanya tersenyum menanggapi percakapan semuanya, dan saat mereka tengah asik berbincang, Nia menghampiri keluarga David dan Bayu.
Penampilan Nia berbeda dengan penampilan Ayarra yang tertutup, karena Nia memakai gaun seksi berwarna merah, lalu di bagian punggung baju itu agak terbuka dan depannya juga cukup memanjakan mata kaum lelaki, serta dibagian samping bawah gaun tampak terbelah hingga paha. Tentu saja semakin menggiurkan mata.
__ADS_1
Arka menatap Nia dengan tatapan sulit diartikan, membuat Nia Salang tingkah.
BERSAMBUNG