Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
51


__ADS_3

Adam mencoba menghubungi Dahlia dia mengatakan jika dirinya akan menyusulnya ke kampung,sebelumnya Adam juga sudah mengatakan bahwa siska telah menipunya.


Masalah harus segera di selesaikan lebih cepat lebih baik itulah yang di pikirkan Adam.


Adam membaca sebuah pesan masuk,


[Dam,aku sudah membuat undangan untuk pernikahan kita waktunya tinggal tiga hari lagi ]


pesan dari siska di kirimnya sebuah photo sebuah undangan pernikahan dirinya dan siska yang terhitung tiga hari lagi dari hari ini.


Hah .. perempuan itu memang gila! baru saja bisa bernapas dengan lega lalu muncul lagi seperti roh yang gentayangan, Adam mengacak acak rambutnya di sandarkan badannya ke sofa.


Mimpi indah berdamai dengan Dahlia kembali pupus entah kenapa di saat saat seperti ini Adam selalu teringat Rudi.


Seolah olah ada gelombang radiasi yang otomatis mengiriminya pesan untuk menelpon Rudi.


[Halo rudi... bisa bantuin aku gak?]


Rudi


[Bantuan apa yang aku berikan untukmu bro... kalau tidak rumit mungkin aku bisa ]


Adam mengirimkan pesan Siska pada Rudi


Adam


[tolongin aku menghadapi manusia setengah arwah ini cok... ]


Rudi


[Ha...ha....ada ada saja kamu ini bro.... mana ada manusia setengah arwah... ]


Adam

__ADS_1


[tidak bisa berkutik aku di buatnya tolongin lah cok....aku serius ]


Rudi


[ok...ok... akan aku hubungi orang yang akan menyamar jadi kamu,tapi ada syaratnya ]


Adam


[apa syaratnya aku akan kirim berapa uang yang dia minta ]


Rudi


[gue minta bini lu...! hah.... bercanda bro... sekarang transfer semua biaya pernikahan palsu mu itu ke rekening ku,aku akan mengurus semuanya ]


Adam


[berapa yang kamu minta]


Rudi


Adam


[gila kamu,!pernikahan apa yang sampai habiskan uang sebanyak itu]


Rudi


[terserah kamu mau kirim atau tidak,sekarang kamu tahu sendiri untuk menyiapkan waktu yang singkat harus ada uang yang banyak,]


Adam


[aku akan kirim separoh dulu,jika acara lancar akan aku kirim separuhnya lagi]


Rudi

__ADS_1


[ok baik ... jika kamu tidak tepati janjimu kamu akan lihat hasilnya nanti ]


Adam


[aku janji aku akan bayar lunas ]


Percakapan pun berakhir Adam kembali mengusap kasar wajahnya,demi menyelamatkan rumah tangganya dia harus kehilangan banyak uang.


"siska !"


Siaka berdiri di depan adam entah sejak kapan wanita itu datang, mungkin saja dia mendengar percakapannya dengan Rudi Adam mulai panik jika semua ketakutannya itu terjadi.


"jadi kamu ingin lari dariku adam?kamu membayar orang lain untuk menggantikan dirimu"


"bukankah kamu sendiri yang mengatakan bayi yang rahimmu bukan anakku? sebenarnya aku tidak perlu repot repot dan sampai habiskan uangku untuk pernikahanmu,"


Perkataan Adam telah membuat siska seperti orang yang termakan jebakannya sendiri


"aku tidak pernah mengatakan seperti itu,ingat dam kamu juga pernah meniduri ku kamu harus bertanggung jawab dong ..jangan cuma mau enaknya saja pahitnya kamu buang"


Siska tidak mau kalah dengan pembelaannya harapan satu satunya hanya Adam,menurutnya Adam laki laki yang gampang di taklukkan apalagi siska sengaja mencetak undangan pernikahan.


"jadi kamu ingin menjebak ku dengan undangan palsu mu itu? siska berhentilah menjadi bumerang rumah tanggaku siska aku mohon padamu "


Adam spontan menjadi pria yang hilang kekuatannya


"Jika kamu berniat lari dari ku aku akan mengirim photo ini dengan Dahlia dan dengan begitu Dahlia tidak akan pernah memaafkan mu ?"


Siska menampakkan sebuah photo Adam membuka matanya lebar,mulutnya menganga lebar adam hendak merampas hp siska tapi tidak berhasil.


Insiden saling berebut hp pun terjadi siska berusaha berlari kakinya tersandung di sudut sofa,hpnya pun terpental.


Adam berlari ingin meraih hp siska dengan cepat siska menarik kaki adam.

__ADS_1


__ADS_2