
Derap langkah sepatu berjalan menuju pintu jeruji tempat Adam mendekam,seorang petugas membuka pintu Adam dan Tambun saling bertatap.
Apakah ada yang berkunjung hari ini ah paling Tambun mendapat kunjungan dari keluarga atau sahabatnya
Adam berpikir sendiri dalam hati,demikian juga dengan Tambun dia berpikir Adam akan di kunjungi oleh orang terdekatnya lagi.
"Saudara Adam ! mari ikut saya"Adam mengikuti langkah penjaga.
Tiba di sebuah ruangan Adam melihat seorang wanita sedang duduk.
Walaupun terlihat dari arah belakang Adam mengenal sosok wanita tersebut.
"Siska,,,!"Wanita itu pun menoleh,dengan senyum ramah Siska menganggukkan kepalanya sebagai tanda hormat.
"Dam,apa kabar" Sapa Siska.
"Aku merasa lebih baik berada di sini," Adam tertunduk,rasa bersalahnya terhadap Siska membuat dirinya tidak berani untuk menatap.
Siska bangkit berdiri dari tempat duduknya,mendekati Adam yang masih tertunduk.
"Dam,aku paham apa yang ada di pikiranmu,aku datang ke sini hanya meluruskan kesalahpahaman ini,maaf jika aku datang terlambat,karena aku baru bisa menghirup udara luar hari ini juga."Siska menepuk pundak Adam.
"Maksud kamu apa ?aku tidak mengerti sama sekali,seharusnya aku yang minta maaf,karena aku te,,,,," Ucapan Adam terhenti oleh Siska.
"Dam,,,jangan di bahas,setelah ini aku hanya ingin bicara berdua saja denganmu,setelah itu aku harus pergi ke suatu tempat untuk melanjutkan tugasku," Ucap Siska perlahan.
Adam semakin bingung dengan ucapan Siska,wanita yang dia kenal beberapa tahun lalu sudah banyak perubahan.
Sebenarnya Siska datang ke sini kenapa
"Bagaimana Pak,apa semuanya sudah beres?"Tanya Siska pada polisi.
"Sudah bu,saudara Adam tanda tangani surat ini,sekarang anda sudah bebas dari tuntutan apa pun,terima kasih bu Siska sudah datang memberi keterangan yang sebenarnya" Siska dan petugas saling bersalaman.
"Terima kasih banyak Pak,sudah mengabulkan permohonan saya,sekali lagi saya mohon maaf atas kekeliruan ini,terlebih lagi Adam,keadaan lah yang telah membuat saya datang terlambat"Ucap Siska.
Siska membuat surat permohonan untuk kebebasan aku,untuk apa,kenapa polisi di sini begitu percaya dengan Siska
Berbagai pertanyaan di benak Adam,tapi tidak bisa dia keluarkan sekarang.
Dirinya masih mematung dengan pikirannya.
"Dam,segeralah tanda tangan,waktuku tidak banyak lagi,aku harus segera pergi setelah bicara denganmu empat mata saja"Adam tersadar dari lamunannya.
__ADS_1
Penjaga melepas baju yang di kenakan Adam,dan memberikan baju yang sudah di bawa oleh Siska,salah seorang lagi menyodorkan kertas yang harus Adam tanda tangan.
Setelah menanda tangani kertas tesebut Siska meminta Adam mengikutinya,Adam menurut saja seperti kerbau yang sudah di tusuk hidungnya.
Dengan menggunakan taksi online Siska membawa Adam ke suatu tempat yang jauh dari keramaian kota,Siska turun setelah membayar ongkos taksi,di ikuti oleh Adam.
Rumah makan lesehan menjadi pilihan,dengan pemandangan sawah di bawahnya pondok lesehan terdapat kolam ikan yang menambah suasana menjadi asri.
Siska memesan dua porsi makanan,Adam masih diam apalagi perutnya sudah minta di isi.
Aroma makanan yang tersaji membuat Adam menelan liurnya sendiri.
"Dam,makanlah,kamu pasti belum makan dari tadi,,"Adam langsung makan dengan lahap hanya sebentar saja satu porsi habis tanpa sisa.
Siska tersenyum melihat Adam makan begitu lahap.
Maafkan aku Dam karena aku kamu jadi seperti orang yang tidak pernah mengenal makanan lezat
"Dam,jika kamu masih lapar makanlah yang ini,aku tadi sudah makan,jangan sungkan"Siska menyodorkan satu porsi lagi untuk Adam.
Adam benar benar menikmatinya,jika tidak ada kunjungan dari pihak keluarganya dan mantan istrinya Adam tidak pernah merasakan makanan yang lezat.
Adam telah menghabiskan dua porsi makanan,rasa malunya sudah tidak dia pikirkan,andai saja saat ini Siska tidak mentraktirnya mungkin Adam akan menjadi pemulung untuk mendapatkan apa saja yang bisa mengganjal perutnya.
Aku juga mencari informasi sendiri tentang keberadaan mu,hingga kemarin aku bertemu dengan pengacara yang mengurus mu"
"Aku tidak pernah memanggil pengacara Sis,dia lah yang datang sendiri pada ku,karna aku tidak punya apa apa lagi untuk membayarnya"Ucap Adam.
Siska menarik napasnya,apa yang Adam ucapkan ada benarnya,harta kekayaannya yang tersisa sudah di ambil oleh Rudi untuk biaya pengobatan dirinya selama ini.
Rudi memang licik,Siska menduga jika uang yang di gunakan untuk dirinya berobat adalah murni uang Rudi.
Ternyata Siska salah,Rudi telah menjual semua milik Adam.
"Dam,tolong maafkan aku,dan ini adalah uangmu, ini semua salah ku,aku mohon maafkan aku"Siska meraih tangan Adam memohon maaf darinya.
"Bicara yang jelas Siska,aku tidak mengerti"Ucap Adam.
Siska pun menceritakan semuanya pada Adam mulai dari saat Adam mabuk berat sampai Siska mengetahui semua perihal tentang Rudi yang membawanya ke rumah sakit dengan uang Adam yang sudah di ambil oleh Rudi.
"Aku diam diam menyelidiki semuanya,aku keluar dari rumah di saat semuanya sudah tertidur,dan aku kembali di saat mereka juga dalam keadaan tidur"Siska mengatur napasnya untuk melanjutkan kembali ceritanya.
"Bahkan aku harus mencampur minuman mereka dengan obat tidur dengan dosis di lebihkan supaya mereka tertidur sampai aku kembali"Lanjut Siska.
__ADS_1
"apakah rumah kontrakan yang kamu tempati juga menggunakan uangku?"Tanya Adam pada Siska.
"Tidak,itu murni uang Herman,kaki tangan Rudi yang kedua"Jawab Siska.
"Kamu yakin?"Tanya Adam lagi.
"Aku juga menyelidiki sendiri setelah aku dan Lala di pindahkan dari hotel,saat itu aku juga ikut bekerja di hotel,aku meminta bantuan Lala menyelidiki tagihan biaya hotel yang atas nama rekening mu,dari situlah aku mengetahui selama itu aku hidup di di rumah sakit sampai di hotel dengan uang mu,mengenai Lala,dia murni di tanggung oleh Rudi"Ucap Siska lagi.
"Rudi tidak salah Sis,sudah sewajarnya aku mempertanggung jawabkan semuanya,aku benar benar tidak sadar saat itu,aku yang tidak bisa menghitung langkah ku sendiri karena ego ku sendiri" Adam mengusap kasar wajahnya.
"Dam,kita ambil hikmahnya saja,aku membawamu ke sini hanya ingin meminta maaf padamu,aku tidak bisa mengembalikan lagi seluruh uang mu yang sudah aku gunakan,setelah aku bekerja lagi,aku akan mencicil semuanya secara perlahan,Dam,,tolong maaf kan aku biar aku tenang dalam melangkah"Siska merapatkan kedua tangannya dan meletakkan di dada sebagai tanda permohonan maafnya.
"Siska.... aku bukan Tuhan tempat mu meminta ampun dosa,aku manusia biasa ciptaan Tuhan yang bisa berbuat salah dan dosa,kita sama memohon ampun pada yang Kuasa Sis...dan kita sama sama bertobat,aku juga ingin melangkah dengan tenang,sama seperti mu"Akhirnya Siska bisa bernapas lega setelah mendengar ucapan Adam.
"Terima kasih Dam,sekali lagi terima kasih,dan ini pergunakanlah untukmu melangkah,hanya ini yang bisa aku lakukan saat ini "Mata Siska berkaca kaca,dia menyerahkan kartu kredit pada Adam.
"Dam,waktuku sudah habis,aku harus pergi menyelesaikan tugasku selanjutnya"Siska bangkit berdiri mengulurkan tangan sebagai tanda salam perpisahan dengan Adam.
"Kamu mau pergi kemana Sis,bukankah kamu juga tidak punya tempat tinggal,bagaimana jika Rudi menemukan kamu lagi"
"Dam,sampah yang sudah terbuang tidak akan di ambil lagi,kecuali seorang pemulung yang benar benar memerlukannya" Siska tersenyum getir.
•
•
•
\*\*Hai sahabat pembaca setia Bukan Menantu Pilihan,
Dukung terus author ya,beri like dan komen biar author tambah semangat
Beri vote juga,terima kasih sahabat baca ku 😊😊\*\*
AUTHOR MOHON MAAF JIKA ADA ALUR CERITA YANG TIDAK NYAMBUNG DENGAN PEMBACA SEMUANYA.
__ADS_1