Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
Siska Hamil


__ADS_3

"Hoek....hoek..."


Siska merasa ada yang mengaduk aduk isi perutnya sejak beberapa hari ini Siska merasa sering pusing dan mudah lelah.


Siska duduk sambil mengoles badannya dengan minyak kayu putih,tidak berapa lama dia kembali merasa mual.


Hari ini dia minta ijin tidak bekerja dia merasakan badannya sangat lemas,tidak ada selera makan semua makanan kesukaannya menjadi makanan yang menjijikan di matanya.


Mau mandi saja siska harus mengumpulkan niat sebanyak mungkin,padahal sebelumnya siska orang yang tidak suka menunda waktu mandi walaupun siska masuk kerja ship siang atau pun ship sore pagi hari Siska tetap awal mandi.


Di luar rumah tukang bubur ayam lewat aromanya sangat menggoda indera penciuman siska.


Bergegas Siska keluar membawa mangkok untuk membeli,setelah membayar Siska masuk ke rumah dan menikmati bubur ayam yang lagi hangat.


Tidak berapa lama Siska menghabiskan bubur di dalam mangkok,tapi Siska merasa masih kurang.


Melihat penjual bubur masih di luar Siska membeli satu porsi lagi dengan kacang kacang dan bawang goreng di minta agak banyak.


"lapar banget kayanya neng.... apa bubur buatan saya yang terlalu lezat ?"


Penjual bubur itu memberikan mangkok yang sudah berisi bubur pesanan siska yang kedua kalinya.

__ADS_1


"persiapan untuk nanti siang Bang,soalnya kalau buru buru gak sempat masak "


Siska berkata bohong dengan penjual bubur tersebut,Siska sendiri merasa aneh kenapa hari ini tiba tiba dia sangat menyukai bubur ayam.


Padahal Siska orang yang tidak suka dengan jenis bubur apalagi makanan yang pedas pedas siska bukan pecinta rasa yang bisa membakar lidah.


Setelah menghabiskan dua mangkok bubur Siska merasa belum punya stamina yang kuat untuk beraktivitas seperti biasa.


Akhirnya pergi ke klinik terdekat untuk minta vitamin yang membuatnya heran hanya Siska di minta untuk tes urine.


Tanpa ada rasa curiga dan bertanya lagi Siska pergi ke toilet lalu dia menyerahkan wadah yang berisikan air seni siska.


"tunggu sebentar ya bu...kita lihat hasilnya..."


Sudah telat seminggu dari tanggal menstruasinya.


Siska melihat ke arah dokter yang melakukan tes urine dengan tes pack jantungnya berdegup kencang.


Siska berharap hasilnya negatif dan soal mual muntahnya di pagi hari Siska berharap itu hanya penyakit asam lambung saja.


"selamat ya Bu siska... ibu siska positif hamil"

__ADS_1


Dokter itu memperlihatkan hasil tes pack yang menunjukan dua garis merah.


Sekujur tubuh siska gemetar rasanya tidak percaya dengan pernyataan dokter jika dirinya hamil.


"apa hasilnya tidak salah dok "


Siska bertanya dengan nada bergetar


"ibu siska mau tes ulang,bisa bu... kita pakai lima alat tes pack yang berbeda ya bu "


Dokter itu mengambil lima tes pack yang merk yang berbeda,hasilnya positif semua


Siska semakin melemah pandangannya menjadi buram setelah itu dia tidak tahu apa yang terjadi dengannya.


Di saat Siska terbangun dia mencium aroma obat obatan di ruangan itu.


Tangannya telah terpasang selang infus Siska baru menyadari dirinya pingsan di ruangan dokter.


Siska menangis tangannya meremas perutnya betapa dia tidak bisa menerima kenyataan dirinya sedang hamil.


Yang membuat Siska frustasi dirinya bukan hamil anak Adam tapi dengan pria yang menidurinya di klub malam.

__ADS_1


Siska selalu menggunakan pil penunda kehamilan jika dia berhubungan dengan Adam.


Siska juga yakin pria yang menidurinya saat itu tidak menggunakan pengaman Siska bertambah bingung,kemana mencari pria itu.


__ADS_2