Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
Cantik seperti putri


__ADS_3

Hallo apa kabar? semoga sehat selalu ya! Aamiin 🙏


🌹✨SELAMAT MEMBACA SEMUANYA✨🌹


Hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu oleh keluarga David dan keluarga Bayu, terutama Arka dan Ayarra.


Hari yang selama ini mereka berdua impikan, hari yang sempat tertunda atau dikira tidak akan pernah terjadi karena suatu masalah yang mendera. Namun, kini hanya tinggal menghitung jam maka semua impian mereka terwujud.


Terlihat di rumah Bayu sudah sangat ramai sejak pagi, mereka berlalu lalang untuk memeriksa apakah sudah lengkap semua atau belum, karena mereka adalah orang-orang suruhan Bayu dan Angel untuk membantunya mengurus pernikahan Ayarra dan Arka.


Sementara itu di kamar Angel dan Bayu.


Angel tengah menangis tersedu-sedu, dia masih belum menyangka jika putri kesayangannya itu akan segera menikah, padahal seingat Angel baru kemarin dia melahirkan putrinya. Namun, ternyata waktu sudah sangat cepat berlalu.


Sekarang putrinya akan dipersunting, dan itu artinya tanggung jawab Angel dan Bayu sebagai orang tua akan diambil alih oleh suami dari Ayarra.


Hal itu yang membuat Angel merasa sedih, meskipun memang sudah ada ucapan jika memang Arka akan menikahi Ayarra setelah lulus sekolah.


"Udah dong sayang, jangan nangis! ini kan hari baik, nggak boleh ditangisi," ujar Bayu menenangkan.


"Aku nangis antara seneng dan sedih Mas, karena nggak nyangka waktu cepet banget berlalu," jawab Angel terisak.

__ADS_1


"Iya tapi udah dong jangan nangis! Mending kita turun yuk! kita liat anak cantik kita udah selesai belum," ajak Bayu.


Angel menghapus pipinya yang basah kemudian mengangguk, dia pun beranjak dari duduknya bersama Bayu untuk melihat Ayarra di kamar.


Sementara itu di kamar Ayarra.


Ayarra tengah didandani oleh penata rias pengantin terkenal di kota itu. "Kamu nggak usah didandani juga udah cantik," ujar penata rias itu, membuat Ayarra merasa sedikit malu.


"Apa calon mempelai prianya ganteng?" tanya sang penata rias dan Ayarra mengangguk.


"Wah, kalian memang pasangan serasi, yang satu ganteng, yang satu cantik." Sang penata rias tersebut selalu saja mengajak ngobrol Ayarra, agar suasana di kamar itu tidak hening, dan agar lebih rileks.


Ayarra pun mengikuti titah sang penata rias, dia berdiri anggun dengan balutan gaun berwarna putih. Pandangan matanya menatap takjub ke arah kaca yang tengah menampilkan sosok berbeda dari dirinya.


Meskipun tak banyak aksen di gaun tersebut, tetapi tidak mengurangi kecantikan dan keanggunan seorang Ayara.


Gaun itu mempunyai belahan da--da yang cukup rendah, membuatnya semakin terlihat seksi dan menawan.


"Kamu bener-bener cantik," puji sang penata rias.


Ayarra hanya malu-malu sebagai jawaban, dan saat Ayarra tengah mengaca, tiba-tiba saja Angel datang dan memujinya.

__ADS_1


"Masyallah, anak Mamah cantik banget," puji Angel saat melihat Ayarra yang sudah siap untuk ke luar menemui calon pengantin pria itu.


"Makasih Mah, tapi yang bikin aku keliatan beda pasti gaunnya," ujar Ayarra.


"Orangnya juga cantik kok sayang, iya kan Mbak, Mas." Angel meminta persetujuan dari penata rias dan Bayu yang sejak tadi hanya diam dengan mata berkabut ketika melihat putrinya.


"Iya cantik banget, Papah sampe pangling liatnya." Bayu pun ikut memuji kecantikan Ayarra.


"Papah sama Mamah, berlebihan." Ayarra terlihat malu-malu.


"Nggak kok Mbak, kamu memang cantik banget," timpal sang penata rias.


"Apa pengantin prianya udah dateng?" tanya penata rias.


"Belum, dia lagi di jalan," jawab Angel.


"Saya nggak sabar banget pingin liat reaksi mempelai pria, dia pasti kaget liat istrinya yang sangat cantik ini." Sang penata rias kembali memuji Ayarra, membuat pipi gadis itu bersemu merah.


Saat mereka tengah menertawakan Ayarra yang terlihat malu-malu, terdengar suara riuh dari halaman rumah Bayu. Mendengar kegaduhan itu Bayu langsung berjalan ke arah balkon untuk melihat apa yang terjadi.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2