Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
Chapter 143


__ADS_3

Di universitas tertinggi di kota B, Arka sedang duduk bersama Neil dan Yuda sambil membaca beberapa catatan yang harus mereka kerjakan.


Sesekali Arka melirik jam tangan yang melingkar di tangannya. Dia pun tidak fokus mengerjakan tugas untuk lomba yang diberikan oleh guru mereka. Yuda hanya bisa geleng-geleng kepala saat melihat Arka salah memberikan instruksi.


"Fokus napa sih!" bentak Yuda pada Arka, yang dijawab hanya dengan senyuman oleh Arka.


"Tau nih, mikirin apa sih?" timpal Neil.


"Jangan bilang mikirin ayang mbeb," ketus Yuda.


"Kok tau, iya nih aku dari tadi mikirin Ayarra. Aku pingin kasih dia sesuatu." Arka menjawab dengan senyum smrik-nya.


"Kerjain dulu tugasnya, baru boleh pergi," sungut Yuda seraya berjalan kearah panggung, dia ingin memberikan instruksi pada temennya yang lain.


Agar lomba itu berjalan dengan lancar, karena semua ini adalah tanggung jawab mereka sebagai kakak senior.


"Hai, Arka," sapa para gadis yang kebetulan lewat di depannya.


"Hai." Arka menjawab sambil melambaikan tangannya.


"Beda ya kalau ganteng mah, udah punya cewek juga masih aja banyak yang godain. Hati-hati inget pacar di rumah," ledek Neil, membuat Arka dan Yuda terkekeh.


"Makannya cari pacar, apa lu nggak laku?" Yuda menimpali obrolan Arka dan Neil.

__ADS_1


"Belagu lu, mentang-mentang udah pernah pacaran, lu pacaran juga karena sakit hati kan di tolak sama---." Neil menggantung ucapannya saat melihat tatapan tajam Yuda.


"Sama siapa Neil?" tanya Arka.


"Halah, jangan dengerin dia, dia cuma asal aja," timpal Yuda.


Neil yang masih ditatap dengan tajam oleh Yuda hanya bisa menggeleng dan meneguk salivanya karena takut.


Sebenarnya sebelum jadian dengan Dewi, Yuda sempat ingin mengungkapkan cintanya pada orang lain. Namun, baru dia bertanya bagaimana jika dia ingin berpacaran dengan wanita itu.


Wanita itu menolak dan menganggap jika apa yang Yuda pertanyakan itu hanyalah bualan dan dia bilang kalau mereka hanyalah teman.


Yuda pun kecewa dengan jawaban wanita itu, dan dekat dengan Dewi, orang yang selama ini diketahui sudah mencintainya sejak lama.


Berharap jika Dewi dapat membantunya melupakan wanita itu, tapi ternyata tidak. Dia masih mencintai wanita itu, bahkan cintanya semakin besar seiring berjalannya waktu.


'kenapa harus kamu yang aku cintai? kenapa harus kamu yang mengisi hati ini? dan kenapa harus kamu yang bersamanya.' batin Yuda.


Dia kembali membayangkan saat-saat bersama dengan wanita itu, di mana semuanya masih baik-baik saja.


Di mana semuanya belum terlambat, tapi semua itu tinggal kenangan, dia harus bisa mengikhlaskan semuanya demi kebahagiaan wanita itu sendiri.


"Aku jadi penasaran cewek mana yang berhasil, meluluhkan hati adekku, yang ganteng tapi nggak terima cintanya ini, dan atas dasar apa dia menolak kamu?" tanya Arka seraya berjalan mendekati Yuda yang sedang berdiri di atas panggung itu.

__ADS_1


"Nggak usah kepo bang, udah berlalu juga," sungut Yuda dengan senyum yang dipaksakan.


Sementara Arka hanya manggut-manggut, karena Arka memang tipe orang yang nggak suka kepo jika sudah dilarang.


Menurut Arka setiap manusia mempunyai privasi masing-masing, jika memang Yuda ingin cerita dia pasti sudah cerita identitas wanita itu.


Padahal selama ini Yuda tidak pernah menyembunyikan apa pun darinya. Namun, soal wanita ini Yuda sangat menyembunyikannya.


Pikir Arka mungkin karena Yuda malu telah ditolak oleh wanita itu.


"Yaudah ayok kerjain, katanya mau jemput Ayarra." Setelah mengatakan itu, Yuda pun naik ke atas panggung untuk memeriksa semua persiapan acara.


Ini kisah kita, kisah C I N T A segitiga, antara aku, kau dan dia.


Kita terbelenggu karena C I N T A, dan ini akan sangat menyiksa.


C I N T A adalah timbal balik antara dua orang, tapi ternyata tidak.


Kita hanya inginkan C I N T A tapi takdir mempermainkan kita.


Kita ingin mencoba menerima semuanya, tapi batin ingin berperang, memperebutkan cintanya.


Dua wanita satu pria, atau dua pria satu wanita. Itu mungkin sudah biasa, tapi tentunya kita tak ingin berada ditengah-tengahnya, karena itu menyakitkan.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2