Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
Chapter 151


__ADS_3

Arka men*cium dan melu*mat bibir Ayarra lembut, sambil memegangi tengkuknya, agar memperdalam ciu*man mereka.


Lama mereka saling berbagi saliva, Arka melepaskan ciu*mannya saat dirasa Ayarra sudah kehabisan oksigen.


Arka tersenyum sangat manis, sambil mengelap bibir Ayarra yang basah dan bengkak menggunakan ibu jarinya.


"Makasih ya sayang," ucap Arka.


"Makasih untuk apa?" tanya Ayarra bingung.


"Makasih karena kamu udah maafin aku," jawab Arka.


"Iya aku maafin kamu, tapi jangan ulangi lagi ya!" ujar Ayarra.


"Iya aku janji." Arka mengacungkan jari kelingkingnya dan Ayarra menerimanya kemudian menautkan kelingking mereka.


"Yaudah masuk yuk! aku harus kembali ke rumah Yuda, mereka pasti lagi nungguin aku." Arka bangkit dari duduknya dan mengulurkan tangannya pada Ayarra.


"Emang kamu masih ngambek sama aku?" tanya Ayarra bingung.


"Ya, nggak dong sayang, aku udah nggaj marah kok sama kamu, tadi aku bilang sama Yuda, kalau aku ntar balik lagi,p jawab Arka.


Lalu mereka berdua pun kembali ke perkarangan rumah, karena Ayarra memang tengah belajar dan mengobrol di sana.


"Yaudah kalau gitu aku pamit dulu ya sayang," pamit Arka pada Ayarra seraya mengacak rambutnya gemas.

__ADS_1


"Cie ... udah baikin nih ye," goda Alexa.


"Bawel banget sih anak kecil." Arka mencubit pelan hidung mancung adiknya.


Alexa dan Ayarra terkekeh kecuali Nia, dia malah memalingkan wajahnya.


"Yaudah aku pamit dulu ya! bye semaunya," pamit Arka.


"Iya hati-hati ya Abang," jawab Alexa.


Arka tersenyum kemudian berjalan ke motornya dan pergi meninggalkan ketiga gadis itu.


Ayarra dan Alexa tersenyum. "Kalian udah baikan Ay," tanya Nia dengan suara dan wajah datarnya pada Ayarra.


"Kamu nggak liat tadi? senyum keduanya udah manis banget gitu, pastilah udah, Iya kan Kakak Ipar?" timpal Alexa seraya menyenggol pundak Ayarra dan mereka pun terkekeh.


"Ya, gitulah, memangnya kenapa Ni?" jawab sekaligus tanya Ayarra.


"Nggak apa-apa sih cuma tanya," jawab Nia.


"Masuk ke dalam aja yuk!" ajak Alexa dan mereka pun masuk ke dalam karena hari pun memang sudah malam.


****


Arka kembali ke kediaman keluarga Panji Wijaya dengan senyum merekh. Yuda yang melihat itu cuma bisa terkekeh.

__ADS_1


"Tadi masam banget muka kamu Bang, sekarang mesem-mesem kayak orang waras," ujar Yuda.


"Pasti udah baikanlah, kamu nggak liat bibirnya aja udah bengkak begitu," timpal Neil.


Spontan Arka langsung memegangi bibirnya, bahkan dia mengambil ponselnya dan mengeceknya dari sana.


Hal itu sukses membuat Yuda dan Neil terkekeh melihatnya. Arka yang baru tersadar jika tengah digoda oleh Neil dan Yuda langsung memukul pundak keduanya.


"Iya kan Yud, dia udah baikan bahkan udah cici bawa popok lagi," goda Neil.


"Bawel banget sih kamu berdua ini,"sungut Arka.


"Tapi benerkan kamu udah cici bawa popok lagi?" Neil kembali menggoda Arka dan mereka bertiga pun terkekeh bersama.


saat mereka tengah asik tertawa, terdengar suara mobil memasuki perkarangan rumah. "Itu pasti mamah sama papah," ujar Yuda kemudian mereka bertiga langsung berlarian ke luar rumah.


"Mamah, Papah." Yuda langsung menghambur mendekat pada Brian dan Diana yang baru saja datang.


"Apa kabar sayang?" tanya Diana sambil memeluk Putra semata wayangnya itu.


"Aku baik Mah, Mamah sama Papah, apa kabar?" jawab Yuda.


"Mamah sama Papah, juga baik, eh ada Arka dan Neil, juga di sini, apa kabar sayang." Diana melepas pelukannya dari Yuda berganti memeluk Arka dan Neil sekilas.


"kita baik kok tante," jawab Arka dan Neil bersamaan.

__ADS_1


"Syukurlah, kalau gitu. Yaudah masuk yu! tante bawa oleh-oleh nih," ajak Diana dan mereka pun masuk ke dalam rumah.


BERSAMBUNG....


__ADS_2