Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
43


__ADS_3

Di rumah orang tua Dahlia jarum jam telah menunjukan pukul enam tiga puluh menit,Dahlia belum keluar dari kamarnya.


Perjalanan yang jauh membuat Dahlia merasa lelah dan mengantuk,belum lagi kondisi mentalnya yang tertekan memikirkan rumah tangganya yang tidak tahu ujung pangkalnya.


Selang suaminya pergi dari rumah Dahlia menelpon seorang driver handal yang bisa membawanya pulang ke rumah orang tuanya.


Sebelum pulang Dahlia juga sudah mengurus surat pindah sekolah untuk anaknya tanpa sepengetahuan Adam.


Deringan handphone Dahlia yang nyaring membuat Dahlia terpaksa membuka matanya melihat siapa yang menelpon.


Panggilan masuk dari Adam Dahlia mengabaikan panggilan telepon dari suaminya,untuk menghindari suara yang berisik Dahlia sengaja mengatur nada senyap di ponselnya.


Air matanya jatuh lagi ternyata tidak mudah melupakan kenangan pahit manis bersama Adam.


Teringat akan kegigihan Adam memperjuangkan dirinya membuat Dahlia semakin deras mengucurkan air matanya.


Semakin Dahlia berusaha melupakan semakin kuat ingatannya dengan berjuta kenangannya bersama Adam.


"lia...., "


Suara pak yatno membuyarkan lamunan Dahlia,cepat cepat Dahlia menyeka air matanya.


"lia... bangun lia... sarapan dulu...."

__ADS_1


"iya ayah... lia mau mandi dulu . .."


Dengan cepat Dahlia pergi ke kamar mandi tanpa merapikan tempat tidurnya.


Guyuran air dingin membuat perasaan Dahlia menjadi tenang,sengaja di pejamkan matanya menikmati guyuran air di badannya.


Tidak terasa Dahlia menghabiskan waktu cukup lama bermain dengan air,hingga terdengar panggilan dari ayahnya untuk sarapan pagi.


Dahlia merasa seluruh badannya menjadi segar Dahlia keluar dari kamarnya,tampak mereka sudah menunggu untuk sarapan bersama.


Bu nani juga terlihat bugar Dahlia sengaja membawa mertuanya langsung ke rumah orang tuanya.


Mengingat mereka tiba sudah larut malam Dahlia hanya memberitahu maya untuk menjemput Bu nani di rumah orang tuanya.


Hanya saja bu nani tidak mau merepotkan keluarga besannya itu.


Di saat mereka sedang makan siang terdengar suara mobil di depan rumah Dahlia segera melihatnya,ternyata maya dan bagas datang untuk menjemput bu nani.


"Selamat pagi kak lia... bagaimana keadaan kak lia ?"


Maya memeluk Dahlia di saat seperti ini orang orang terdekat yang di butuhkan Dahlia saat ini.


"Baik may... ayo masuk kita sarapan bersama..."

__ADS_1


Dahlia membawa maya dan bagas bergabung di meja makan.


"Drivernya sudah pulang kah yah ..?"


Dahlia bertanya dengan driver yang di bawanya saat pulang.


"oh... iya ayah lupa memberitahu mu,yang bawa mobil pagi pagi benar sudah di jemput oleh orang yang mengaku temanmu, kalau tidak salah namanya . yudi. . gitu .. orangnya tinggi badannya kekar "


Dahlia berusaha mengingat dengan orang yang di sebut ayahnya si yudi,tapi dahlia merasa tidak pernah mengenal orang yang di sebut pak yatno.


"Yudi atau Rudi yah ?"


Dahlia bertanya lagi untuk meyakinkan ayahnya.


"Rudi .... itu yang betul... waduh maklum ayah ini sudah tua jadi lupa "


Pak yatno menepuk jidatnya


"Kek...kalau kakek lupa kakek harus minum vitamin seperti aku kek.... lihat Al di kelas rangking satu terus kek.."


Mendengar celoteh Al membuat suasana di ruang makan menjadi ramai sekejap dahlia lupa dengan prahara rumah tangganya.


"Cucu kakek memang pintar... nah biar tambah pintar sehat dan kuat harus makan sayuran ini ya... "

__ADS_1


Pak yatno memuji cucunya yang memang cerdas,Al menjadi semangat menyantap beberapa jenis sayuran yang di sajikan.


__ADS_2