Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
terbongkarnya masalalu


__ADS_3

Setelah mobil Bayu tak lagi terlihat oleh keluarga Indra Kusuma, mereka pun masuk ke dalam dengan beriringan.


Namun, David masih memperhatikan mobil itu dengan kening mengkerut. Dia seperti melihat Angel di dalam mobil itu, karena melamun David sampai tidak sadar jika yang lain sudah masuk ke dalam.


Sedangkan Nayla sengaja jalan melambat agar bisa berjalan beriringan dengan David, tapi saat melihat David tengah melamun dia memutar tubuhnya dan menghampiri David.


"Mas, kamu ngapain malah melamun?" tanya Nayla sambil memeluk tubuh David dari belakang.


David terkejut, dia langsung memutar tubuh sambil melepaskan pelukan Nayla.


"Kamu gila ya? jagalah sopan santun karena saya suami orang," bentak David dengan amarah yang terpancar di kedua matanya.


"Kenapa? memangnya apa salah aku? aku hanya memeluk tubuh orang yang merenggut kesucianku apa itu salah?" tanya Nayla.


"Nay, aku udah pernah bahas ini sebelumnya, memang waktu itu kita bangun dengan kondisi tanpa sehelai benangpun, tapi aku nggak inget kalau aku melakukannya." David mencoba menjelaskan pada Nayla.


"Tapi hanya ada kamu di sana, dan kamu juga mengakuinya waktu itu. Kenapa giliran di rumah keluargamu kamu tidak mengakuinya?" teriak Nayla.


"Tapi aku---"


"Apa-apaan ini Dav?" tanya Indra memotong ucapan David.


David dan Nayla terkejut begitu juga dengan Yumna, walaupun dia pernah mendengar hal ini sebelumnya, tapi mendengar untuk kedua kalinya membuat dia kembali merasakan sesak di dadanya.


"Jelaskan ini David, Nayla ada apa sebenarnya?" bentak Indra.


David hanya diam terpaku begitu juga dengan Adit dan Brian. Mereka semua khawatir jika Indra dan Yumna salah paham.


"David, Nayla, jawab." Indra berteriak karena keduanya hanya diam mematung.

__ADS_1


"Pah, kita bicarain ini di dalam aja ya! Mbak Mala, tolong bawa, Arka, masuk!"


Mbak Mala mengangguk lalu menggendong Arka dan membawanya pergi dari sana. Indra masuk ke dalam rumah diikuti oleh semuanya, termasuk Yumna.


Namun, saat Yumna ingin melangkah David mencekal pergelangan tangannya. "Sayang, kamu percaya sama aku ya, aku akan jelaskan semuanya hari ini agar kedepannya nggak ada salah paham lagi," ujar David sambil menyelami netra indah Yumna.


Yumna tidak menjawab, dia malah menepis tangan David masuk ke dalam. David mengacak rambutnya frustrasi melihat tingkah Yumna yang diam saja.


Dia pun segera menyusul Yumna, dan di ruang tamu Indra sudah duduk dengan wajah yang serius.


"Duduk dan jelaskan!" tegas Indra.


David mengangguk dia duduk di samping Yumna dan Indra, matanya gak henti-henti menatap Yumna. Seolah dia ingin Yumna percaya padanya.


"Pah, jadi dulu aku---" mengalirlah cerita awal mula Brian pacaran dengan Nayla, lalu salah paham hingga berakhir dengan tuduhan menghamili Nayla.


Adit menutup mulutnya tidak percaya saat mendengar kalau Nayla bahkan sampai kehilangan anak hasil malam itu hanya karena stres.


Sungguh, walaupun saat itu Adit mengetahui kalau Nayla minta dinikahi oleh David, tapi dia tidak tau jika Nayla hamil.


"Tapi aku berani sumpah, Pah, aku nggak merasa melakukan itu, aku bukan pria breng*sek yang akan lari dari tanggung jawab. Walaupun aku tidak mencintai Nayla, tapi kalau dia hamil sama aku. Aku akan menikahinya, Pah," tutur David, dia menghela napas sebentar lalu kembali menatap Indra.


"Waktu itu bukan masalah cinta atau nggak, Pah, tapi David beneran nggak merasa seperti itu. David sudah ingin menikahi Nayla waktu itu, tapi kata Mamah, aku harus benar-benar selidiki agar tidak menyesal nantinya," sambung David penuh penegasan dan terlihat jujur.


"Itu alasan kamu aja, dimana-mana kalau emang mabuk ya mana sadar," sengit Nayla.


"Aku nggak kaya gitu Nayla, kalau kamu nggak percaya tanya sama Adit, aku bahkan hampir saja menikahimu." David mencoba menjelaskan kembali pada Nayla.


Namun, Nayla tidak percaya dia mendengus dan memalingkan wajahnya sambil menghapus air matanya kasar.

__ADS_1


'nayla hamil? apa itu anakku? Atau anak David?' batin Adit bertanya-tanya.


"Tapi Dav, gimana bisa kamu berubah pikiran? bukannya di apartemen itu kamu mengakui perbuatan kalian? kenapa saat di rumah beda?" selidik Indra sambil memicingkan matanya.


"Sebenarnya saat bangun tidur waktu itu David tidak mengakuinya, tapi Nayla bersikeras bilang kalau kami melakukannya. Kebetulan sekali disana juga tidak ada Adit yang bisa aku tanyai, jadi aku hanya iya iya saja. Padahal sebenarnya aku juga tidak ingat," terang David.


"Jadi, saat lu bilang kalau lu melakukannya bersama Nayla, itu hanya karena saat kalian terbangun tubuh kalian polosan? Bukan karena kalian benar-benar melakukannya?" tanya Adit tiba-tiba.


"Iya, sebenernya juga waktu itu gua masih tidur, tapi Nayla nangis sampe tersedu-sedu, dan saat gua bangun dia langsung bilang kalau kita melakukannya. Gua yang emang nggak inget apapun waktu itu langsung mengiyakan aja," jawab David.


"Kita memang melakukannya, Mas, aku masih sadar waktu itu. Saat kamu dengan buasnya mencu*mbu aku, kamu mana ingat karena kamu mabuk." Nayla masih bersikeras. Dia ingin David mengingat malam itu.


Sedangkan Yumna yang mendengar itu hanya bisa menangis, sambil memalingkan wajahnya. Rasanya sangat sakit.


"Semabuk-mabuknya seseorang dia tetap akan mengingat, Walaupun mungkin hanya sekilas atau paling enggak ada sisah rasa itu karena itu hal pertama buat aku, tapi aku nggak merasakan apapun saat aku bangun nay," jelas David.


Degh


Jantung Yumna amat sakit mendengar obrolan yang seharusnya tidak pernah dia dengar itu. Hatinya benar-benar hancur, Indra yang melihat putri kesayangannya menangis langsung menggenggam tangan Yumna.


Dia menyemangati Yumna melalui genggaman tangan itu.


"Tapi kamu memang benar-benar melakukannya." Nayla histeris.


"Tapi aku---"


"Stop! Apa kalian tidak malu mengatakan masalalu kalian ini hah? urusi masalah kalian, aku mau pergi," teriak Yumna kemudian dia hendak beranjak dari sana tapi Indra menahannya.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2