
Sudah enam bulan Adam dan Dahlia tinggal di perantauan,anak mereka pun sudah berumur satu tahun.
Pasangan suami istri itu ingin mengadakan acara syukuran ulang tahun putranya yang pertama secara sederhana saja.
Dengan mengundang para tetangga yang berada di sekitarnya.
Dahlia mulai dari pagi sudah sibuk mempersiapkan acara ulang tahun putranya.
Mulai dari membuat kue ulang tahun sampai memasak untuk di santap bersama para orang tua.
Dahlia memilih membuat nasi kuning karena prosesnya sangat simple,Dahlia juga meminta bantuan salah seorang tetangganya.
Dahlia merasa puas dengan hasil kue ulang buatan tangannya sendiri,walaupun sederhana setidaknya Dahlia sudah berusaha.
Dengan belajar dari chanel youtube hasil karyanya pun bisa di katakan lumayan bagus.
Jam tiga sore anak anak bersama orang tua sudah mulai berdatangan,Adam membantu Dahlia membagikan balon untuk semua anak anak yang datang.
Acara tiup lilin pun berlangsung tidak lupa Adam mengabadikan momen tersebut,dan mengirimkan photo anaknya kepada ibunya,adiknya dan juga mertuanya.
__ADS_1
Tuan pemilik lahan kebun juga datang dengan membawa rombongan anak anak yang berdekatan dengan rumahnya.
Tuan pemilik lahan berada di tengah tengah pemukiman warga yang berjarak enam ratus meter dari rumah yang di tempati Dahlia beserta anak dan suaminya.
Satu persatu tamu yang jumlahlah tidak terlalu banyak pulang ke rumahnya masing masing,Dahlia juga membagikan nasi kuning yang sudah di bungkusnya untuk di bawa tamunya pulang.
Dahlia membereskankan piring piring kotor untuk di cuci,tak lupa juga Dahlia menyimpan beberapa kado ulang tahun anaknya ke sudut meja.
Dia berencana akan membuka esok hari saja, sebab Dahlia harus memandikan anaknya terlebih dahulu.
Keesokan harinya
Adam melakukukan rutinitas seperti biasa mengurus dan merawat kebun sawit milik bosnya.
Tingkahnya benar benar menggemaskan,seringkali Dahlia mengirimkan tingkah lucu putranya itu kepada kedua orang tuanya.
Sambil bermain dengan putranya Dahlia membuka beberapa bungkusan kado untuk putranya.
Dahlia memberikan kado pertama pada putranya,sebuah mainan mobil mobilan.
__ADS_1
Kado kedua mainan robot ,ada juga yang memberi hadiah mainan anak ayam yang bisa berjalan.
Kado terakhir yang Dahlia buka sebuah bingkisan berbungkus kertas kado yang berwarna navy.
Dahlia begitu penasaran dengan bungkusan kado tersebut,karena sangat berbeda dari yang sudah di bukanya
Dahlia membolak balikkan bungkusan kado tersebut,tidak ada nama tertera di luar bungkusan.
Perlahan Dahlia membukanya betapa terkejutnya dia,sebuah lukisan Dahlia yang sedang mencium kening putranya berukuran 8×12 cm.
Dahlia mengamati lukisan itu,sangat indah di bawah lukisan terdapat tulisan yang sangat rapi.
"Happy birtday Alam putra sanjaya"
"ini pasti kado dari papa de' ...." Dahlia bicara dengan putranya yang sedang asyik bermain dengan semua kado kadonya.
"cha cta ca ca bum bum bum.." Alam mengoceh sambil terus bermain.
Dahlia memajang lukisan tersebut di dinding,dia mengagumi karya tangan yang sangat indah,Dahlia berpikir sejenak sejak kapan suaminya memotret dirinya bersama putranya.
__ADS_1
Lukisan tersebut sama persis dengan kegiatan dirinya di pagi hari ketika sedang membawa Baby Alam bermain di samping rumah.Latar belakang lukisan nampak jelas pohon mangga di samping rumah yang di tempat Dahlia dan tempat duduk yang di buat suaminya di tempat yang teduh.
"Apakah mas Adam tidak bekerja saat itu,dan diam diam memotret kami berdua ya " Dahlia bicara sendiri dengan pikiran yang masih kebingungan.