
C I N T A itu indah.
C I N T A itu anugerah.
walau C I N T A kadang datang dengan membawa luka.
Namun, kehadiran C I N T A mampu membuat kita tertawa karena bahagia.
Ngomong apa sih Thor 🤔🤣 maafkan author yang Somplak ini ya 🤣🙏
Selamat membaca kesayangannya Yumna dan David.
🌹🌹 Love you All 🌹🌹
Setelah drama lupa ingatan yang dilakukan David, Yumna masih terlihat kesal padanya. Bahkan saat mereka hanya berdua karena yang lainnya sedang pulang, Yumna masih saja mendiamkan David.
"Sayang, udah dong ngambeknya, masa kaya gitu aja ngambek sih," bujuk David. Namun, Yumna hanya melirik sekilas kemudian kembali memalingkan wajahnya.
David tersenyum melihat istrinya yang masih saja marah padanya. Padahal apa yang dia lakukan itu hanya untuk memberikannya kejutan.
"Yumna, aku minta maaf! aku kan cuma bercanda. Udahan dong ngambeknya," ucap David.
"Bercanda kamu itu nggak lucu, aku tuh takut beneran, sedih beneran tapi dengan enaknya, Mas, bilang kalau itu bercanda," kesal Yumna.
"Ya, itu berarti rencanaku berhasil dong," jawab David tanpa dosa.
"Sayang, udah dong!" rengek David.
Bukannya mendengar Yumna malah beranjak dari sofa, membuat David mengkerutkan kening.
"Kamu mau kemana?" tanya David.
"Mau ke kamar mandi, kenapa? mau ikut?" jawab Yumna dengan ketus, sedangkan David hanya menggeleng.
Yumna memutar bola mata malas kemudian berjalan ke kamar mandi.
__________________________________________________
Sementara itu di tempat lain.
Terlihat seseorang tengah memarahi anak buahnya karena gagal menjalankan tugas mereka.
Dia memaki dan melempar beberapa barang kepada anak buahnya tersebut.
"Kalian cuma disuruh ngabisin satu orang aja tapi nggak becus. Percuma gua bayar kalian mahal kalau cuma begini cara kerja kalian," teriaknya dengan amarah yang terpancar.
"Maaf, Bos, saya kira dia sudah mati." Anak buah itu berbicara dengan takut-takut.
"Gua udah bilang, bu*nuh dia!" geram seseorang yang di panggil, Bos itu.
"Maaf, Bos." hanya itu yang anak buahnya ucapkan.
Yang dipanggil bos itu menjambak rambutnya frustrasi. "Cari, dan bu*nuh dia sekarang!!" teriaknya.
Membuat semua anak buahnya mengangguk paham, kemudian mereka pun berjalan keluar untuk mencari mangsanya tersebut.
__ADS_1
___________________________________________________
Kembali ke Rumah Sakit.
Saat Yumna keluar dari kamar mandi matanya langsung membola melihat David turun dari brankarnya.
"Mas, kamu mau kemana?" tanya Yumna seraya berjalan mendekati David.
"Aku bosen tiduran terus," jawab David.
"Tapi, kamu baru juga sadar, Mas, sekarang mendingan kamu istirahat lagi ya!" Yumna membantu David untuk kembali berbaring.
"Sayang, aku cuma mau jalan-jalan doang."
"Nggak, pokoknya selama Dokter belum mengijinkan kamu, maka, Mas, harus tetap berbaring," tolak Yumna.
David hanya bisa menghela napas panjang, setelah membantu David berbaring Yumna hendak kembali ke sofa. Namun, belum Yumna beranjak David sudah menahan lengannya.
"Ada apa?" tanya Yumna bingung, tapi bukannya menjawab David malah menarik Yumna, kemudian mencium bibir Yumna lembut.
"Aduh." David meringis karena bibirnya yang sedikit sobek terasa perih.
"Mas, kamu itu apa-apaan sih, bibir luka gitu kok masih mau cium aku," cibir Yumna.
"Nggak apa-apa, anggap aja obat," jawab David.
Lalu dia mendaratkan ciu*man ke bibir Yumna, dan kali ini dia tidak ingin kalah dengan rasa sakit itu.
Yumna pun pasrah mengikuti permainan bibir David, walau sesekali terdengar ringisan dari David.
Tangan David mulai bergerak nakal, mera*ba dan mere*mas dua gunung milik Yumna.
"Papah," panggil Arka yang ditemani oleh Nayla, membuat Yumna dan David langsung terlonjak.
"Aduh." David memegangi bibirnya.
Saking terkejutnya karena mendengar suara Arka Yumna langsung bangkit dan kepalanya mengenai bibir David.
"Maaf, Mas," ucap Yumna.
"Nggak apa-apa kok," jawab David, kemudian Yumna turun dari atas brankar dengan wajah yang merona karena malu.
"Papah, kenapa bobo sini?" tanya Arka dengan polosnya.
David tersenyum lalu meraih Arka agar naik ke atas brankar.
"Karena, Papah sakit," jawab David sambil mencium pipi gembul Arka.
Arka melihat ke arah kepala David, kemudian beralih menatap tangan David dan sedetik kemudian dia mengangguk.
"Iya, Papah sakit," ucapnya membuat kedua orang tuanya merasa gemas.
"Alka kangen, Papah." Arka langsung memeluk tubuh David dengan erat.
"Papah juga kangen Arka," jawab David sembari mengelus dan menciumi puncak kepala Arka.
__ADS_1
"Nayla, apa kalian hanya berdua?" tanya Yumna pada Nayla.
"Enggak, Mbak, aku sama, Om Indra juga, tapi, Om Indra lagi ngobrol sama temennya didepan," jawab Nayla dan Yumna mengangguk.
Yumna memperhatikan Nayla dengan saksama, Nayla nampak sangat menyukai berada di depan atau di sekitar David.
Terlihat bagaimana dia diam-diam senyum sendiri kala melihat David.
Saat Yumna tengah fokus memperhatikan Nayla, pintu kamar David terbuka dan indra melenggang masuk kedalam.
"Hai, Dav." Indra menghampiri David.
"Bagaimana keadaannya? sudah lebih baik?" tanya Indra.
"Sudah, Pah, aku harus cepat sembuh, karena besok kan hari pernikahan aku dan Yumna." David menjawab sambil menyalami tangan Indra.
"Nggak harus terburu-buru, Dav, yang penting kamu sembuh dulu, pernikahannya di tunda juga nggak apa-apa kok," tutur Indra.
"Tapi, aku nggak mau ditunda, Pah," jawab David.
"Mas, jangan bandel deh, aku nggak apa-apa kok ditunda," timpal Yumna.
"Kamu nggak apa-apa, aku yang kenapa-kenapa entar," sambung David.
"Tapi, kamu harus sembuh dulu, aku nggak mau kamu kenapa-kenapa nantinya," ucap Yumna.
"Makannya jangan ditunda," timpal David.
"Tapi...."
"Udah, udah, kalian ini ya, berdebat terus, seneng amat sih." Indra menengahi perdebatan antara Yumna dan David.
"Aku emang suka berdebat, apa lagi debat di kasur," gumam David dengan pelan. Namun, masih terdengar oleh Yumna.
"Kamu ngomong apa, Mas?" ketus Yumna.
"Ngomong apa? nggak kok, iya kan sayang, Papah nggak ngomong apa-apa kan?" bohong David dan meminta bantuan pada anaknya itu.
Arka pun mengangguk walaupun dia tidak tau apa-apa.
"Anak, Papah emang pinter," ucap David sambil mencium pipi gembul Arka.
Yumna hanya menggeleng melihat kelakuan anak dan suaminya itu, sedangkan Indra terkekeh.
"Dav, yang lainnya kemana?" tanya Indra.
"Lagi pulang dulu, Pah," jawab David.
"Papah, duduk aja di sofa jangan berdiri terus nanti capek," ucap Yumna sambil menuntun Indra agar duduk di sofa tersebut.
Sedangkan Nayla masih saja berdiri di depan David, membuat Yumna merasa geram.
"Nayla, ngapain kamu disitu, kamu juga duduk disini," ketus Yumna.
"Eh, iya Mbak." Nayla pun berjalan ke arah sofa dan duduk di sebelah Indra, sedangkan Yumna duduk di kursi sebelah David.
__ADS_1
BERSAMBUNG...
hai ka 👋 jangan lupa tinggalkan like and komennya ya 🙏 kalau kalian mau ngasih bunga atau love juga monggo dengan senang hati aku menerimanya 🥰