Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
Season 2. Part 1. Arka dan Ayarra


__ADS_3

20 tahun kemudian.


Hari berganti bulan, bulan berganti tahun, semua berlalu begitu cepat. Kini di kediaman keluarga Indra sangatlah ramai.


Rumah itu kini sering dipenuhi dengan pertengkaran-pertengkaran kecil dari dua remaja yang sangat tampan dan cantik.


"Abang, itu kan buku aku, balikin nggak!" Seorang gadis cantik yang diperkirakan berumur 18 tahun itu berteriak sambil mengejar Kakak laki-lakinya.


"Ambil sendiri dong! Masa Alexa, si cewek yang katanya paling cantik di sekolah nyerah," goda Arka, yang sejak tadi dipanggil Abang oleh Alexa.


Alexa ini adalah adik Arka, saat ini Alexa duduk di bangku kelas 3 SMA, sedangkan Arka kuliah semester terakhir di universitas tertinggi di kotanya.


Mereka memang selalu bertengkar seperti musuh, tapi jika sedang berjauhan mereka akan saling merindukan.


"Kalau sampe Ayarra, tau Abang, kaya gini. Aku yakin dia bakal ilfil sama Abang," sungut Alexa.


"Dia nggak bakal ilfil sama Abang, karena di hati dia cuma ada Abang," jawab Arka dengan nada penuh bangga.


"Dih, pede gila." Alexa kembali meledek Arka, dan saat mereka tengah asik bertengkar.


Tiba-tiba saja Ayarra dan Nia datang, mereka tersenyum saat melihat kakak beradik itu sedang bertengkar.

__ADS_1


Sementara Arka tersipu malu melihat Ayarra tiba-tiba saja datang, Ayarra adalah pacar Arka sekaligus sahabat dari Alexa.


Ayarra adalah anak dari Bayu dan Angel. Ayarra, Nia dan Alexa hanya berbeda beberapa bulan saja.


Sementara Nia, dia adalah anak dari Adit dan Nayla. Dia yang lebih muda dari Ayarra dan Alexa.


"Sayang, kenapa kamu nggak bilang sih kalau mau ke sini." Arka bertanya pada Ayarra.


"Aku lupa, lagi pula kita emang udah ada janji sama Ale, kita mau ngerjain PR bareng-bareng," jawab Ayarra.


"Ada pacar aja, sok cute. Mana sini balikin barang aku." Alexa menadahkan kedua tangannya, dan mau tidak mau Arka pun mengembalikan barang yang tadi dia pinjam.


"Ay, Nia, kita belajar di kamar aku aja yuk! Di sini ada biang rusuh," ajak Alexa dengan memberikan tatapan tajamnya pada Arka.


Lalu, dia dan Nia pun pergi meninggalkan Arka, dan saat Ayarra ingin menyusul Nia dan Alexa.


Tangannya dicekal oleh Arka. "Nanti pulang bareng aku ya!" tawar Arka dan Alexa mengangguk.


"I love you." Arka memeluk tubuh Ayarra.


"Ehem ... bucin bucin," goda Yuda yang baru saja datang bersama Neil, sahabat mereka.

__ADS_1


"Hais, sejak kapan kalian berdiri di sana?" Arka bertanya sambil melepaskan cekalan tangannya pada Ayarra.


Ayarra pun langsung berlari menaiki tangga menuju ke kamar Alexa. "Makin lengket aja kalian," ujar Yuda.


"Iyalah, kalau bisa langsung aku nikahin dia," jawab Arka seraya duduk di sofa.


"Kalian udah lama? ngapain ke sini? Emangnya ada tugas?" tanya Arka berturut-turut.


"Makannya jangan pacaran mulu, kita kan emang di suruh untuk ngerjain tugas yang buat lomba besok di kampus. Jangan bilang kalau lu lupa." Neil menjawab sambil menunjuk wajah Arka.


Sudah menjadi kebiasaan Arka melupakan semua tugas mereka, sampai-sampai Neil dan Yuda yang harus mengerjakan semuanya.


"Nggak ada sangkut-pautnya sama pacaran ya, gua emang lupa. Mau ngerjain di mana emangnya?" tanya Arka.


"Di kampuslah, ayok!" Yuda menarik tangan Arka.


"Tapi lama nggak? aku mau nganter Ayarra pulang nanti," tolak Arka.


"Semakin lu cepat geraknya, semakin lu cepat pulang lagi," ketus Neil.


"Biasa aja kali." Arka langsung bangkit dari duduknya dan mengikuti Neil dan Yuda.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2