
David tersenyum bahagia karena sebentar lagi dia dan Yumna akan kembali bersama, dia sudah tidak sabar.
Membayangkan sang pujaan hati akan kembali ia miliki, David bertekad akan menjaga hubungan ini hingga akhir nanti.
Lalu lintas malam ini nampak sepi, hanya ada beberapa kendaraan di jalurnya berada. Berulang kali ia melihat ke kaca spion, mobil di belakang membuatnya curiga.
David menambah kecepatan kendaraannya. Mobil hitam itu masih mengikuti. Ia yakin ada yang tidak beres dengan mobil itu. Tiba-tiba mobilnya di hantam dari samping hingga ia tak bisa mengendalikan setir. David terpaksa mengerem mobilnya mendadak.
"Sialan! apa-apaan ini!" David pun keluar dari mobil.
Saat Davin menghampiri mobil itu, dua orang pria bertubuh besar keluar. Mereka berjalan tergesa-gesa ke arahnya. Tanpa ia duga seorang pria langsung melayangkan pukulan keras di wajahnya. Hingga David tersungkur.
Seketika itu David merasakan dunia seakan berputar. Ia meringis mengusap darah di bibirnya yang sobek akibat pukulan. David mencoba berdiri tegak.
"Sial! Siapa kalian?!"
Kedua pria itu tidak mempedulikan ucapan David. Sekali lagi kepalan tinju pria itu mengarah padanya, kali ini Davin sempat menghindar.
David terpaksa melawan kedua pria itu, dua lawan satu. Terjadi pertarungan sengit diantara mereka. Serangan yang bertubi-tubi membuat David kehilangan banyak energi.
Tubuhnya terkena pukulan beberapa kali. David tak sanggup lagi melawan, kedua pria itu sangat tangguh. Sedangkan ia hanya sendirian. Akhirnya David terkapar dengan wajah babak belur dan sekujur tubuhnya penuh dengan luka.
Setelah David tidak lagi berdaya, kedua pria itu pergi meninggalkannya begitu saja. Dalam keadaan setengah sadar David merogoh kantong celana mengambil ponselnya. Ia menghubungi seseorang meminta bantuan.
"Toโtolong." Satu kata terakhir David sebelum ia tidak sadarkan diri ponsel biru tergeletak dan masih tersambung.
๐"Hallo, Dav? ada apa?" Di sebrang sana Adit merasa khawatir, dia mematikan sambungan telponnya dan kembali menghubungi David.
__ADS_1
Namun, David tidak menjawab panggilan telponnya, Adit kebingungan dia beranjak dari duduknya dan melacak keberadaan David melalui GPS.
____________________________________________________
Sedangkan di tempat lain, mendadak Yumna merasa gelisah, Yumna melirik pada jam di dinding.
Kemudian dia mengambil ponselnya dan menghubungi David.
Namun, David tidak mengangkat telpon dari Yumna, Yumna merasa degupan jantungnya berdetak lebih cepat.
"Mungkin masih di jalan," gumam Yumna menenangkan hatinya sendiri.
Dia berjalan ke kamarnya dengan hati yang masih diliputi rasa khawatir.
Sesampainya Yumna di kamar, dia merebahkan tubuhnya ke kasur dan kembali menghubungi David.
Yumna bangkit dari tidurnya, dan kembali menghubungi David. "Aish, kamu kemana sih, Mas, kok telponku nggak diangkat." Yumna mematikan sambungan telponnya kemudian kembali menghubungi David.
"Mas David kemana sih, dari tadi aku telpon nggak diangkat, harusnya kan dia udah sampe sekarang," gumam Yumna.
____________________________________________________
Sementara itu Adit mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia yakin ada yang tidak beres dengan David.
Tidak biasanya David mengabaikan panggilan darinya, dia merasa khawatir. Apa lagi dulu David pernah menjadi incaran dari rekan bisnisnya yang dendam karena kalah saing dari David.
Namun, saat itu David beruntung karena Yumna membantunya bersembunyi dari kejaran orang-orang itu.
__ADS_1
Adit fokus pada jalanan dengan sesekali melirik pada ponselnya yang sedang menunjukkan dia jalan ke pada David.
'kenapa lu lewat sini sih Dav, ini kan jalanan sepi,' batin Adit.
Mata Adit membola saat melihat mobil David terparkir di sebrang jalan, dan ada seseorang sedang tergelatak di sampingnya.
Adit langsung turun dari mobil, dia berjalan menghampiri mobil David dengan tergesa-gesa.
"Astaga David." Adit terkejut saat membalikan tubuh orang tersebut yang tak lain adalah David.
"Dav, Dav, bangun." Adit menepuk-nepuk pipi David, tapi sahabatnya itu tak juga sadar.
"Breng*sek, siapa yang lakuin ini sih," geram Adit, dia merebahkan kembali David di aspal.
Adit mengambil ponselnya dan menghubungi ambulance. Tak berselang lama ambulance pun datang dan membawa David ke Rumah Sakit terdekat.
Adit melirik pada ponsel David yang juga tergeletak di aspal, dia mengambil ponsel itu dan memasukannya ke dalam saku celana.
Kemudian dia mengikuti mobil ambulance dari belakang.
BERSAMBUNG...
hai ka ๐ jangan lupa tinggalkan like and komennya ya ๐ kalau kalian mau ngasih bunga atau love juga Monggo dengan senang hati aku menerimanya ๐ฅฐ
lanjut gak??
mumpung lagi rajin nih ๐คญ
__ADS_1