Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
chapter 225


__ADS_3

Di tempat lain.


Sedari tadi Dimas selalu tersenyum sambil menggenggam tangan gadis yang dia cintai selama ini, gadis yang pernah pergi darinya selama satu tahun.


Mereka kini sedang jalan-jalan di sebuah mall, sedang mencari-cari tempat makan yang pas untuk mereka.


"Sayang, kita makan di sana aja yuk!" Tunjuk Kalista pada tempat makan yang ada di sebelah kanan mereka.


Dimas mengangguk dan mereka pun berjalan ke tempat makan tersebut.


Lalu, mereka berdua pun duduk di kursi yang tidak jauh dari pintu, kemudian pramusaji datang dan memberikan buku menu pada Kalista dan Dimas.


"Kamu mau makan apa sayang?" tanya Dimas pada Kalista.


"Aku mau makan mie ayam teriyaki aja deh, sama jus alpukat," jawab Kalista.


Dimas yang mendengar jawaban dari Kalista sempat terdiam dan tiba-tiba saja teringat dengan Alexa, karena yang dipesan oleh Kalista adalah makanan yang biasa Alexa pesan.


"Sayang, hey! sayang." Kalista menepuk lengan Dimas, karena bukannya memesan makanan Dimas malah melamun.


"Iya sayang? kenapa?" tanya Dimas setelah tersadar dari lamunannya.


"Itu Mbak-nya tanya, kamu mau pesan apa? kok malah ngelamun sih," kata Kalista.


"Oh, yaudah Mbak, samain aja." Dimas mengembalikan buku menu itu pada pramusaji.


"Ada lagi Mas? Mbak?" tanya pramusaji itu sambil mencatat makanan yang Dimas dan Kalista pesan.


"Nggak ada Mbak, itu aja," jawab Dimas. Wajah Dimas berubah jadi bingung dan terlihat sedang memikirkan sesuatu.


"Kamu kenapa sih?" Kalista bertanya, karena melihat perubahan raut wajah Dimas.


Akan tetapi Dimas tidak langsung menjawab, dia malah kembali melamun. Kalista mendengus kemudian menggenggam tangan Dimas. "Ya ada Al?" ucap Dimas, membuat Kalista mengkerutkan kening.


"Al? siapa itu Al?" tanya Kalista.

__ADS_1


"Eeemmm ... Al i-itu temen a-aku," jawab Dimas kikuk, dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Cewek atau cowok?" Kalista bertanya dengan menyelidik. Tatapan matanya pun tajam menatap netra Dimas.


"Cewek, ah itu pesenan kita udah dateng." Dimas mengalihkan perhatian pada pramusaji yang datang membawa pesanan mereka.


"Terima kasih Mbak," ucap Dimas dan Kalista serempak, kemudian mulai memakannya.


Saat Dimas tengah asik makan, ponselnya yang dia letakkan di atas meja berdering, dia melihat nama yang tertera di layar. "Siapa?" tanya Kalista.


"Kakak," jawab Dimas singkat sambil menggeser tombol hijau.


"Ya, hallo ka, ada apa?" kata Dimas.


[Kamu lagi di mana Dimas?] tanya Gilang di seberang sana.


"Aku lagi makan siang sama Kalista, ka," jawab Dimas seraya tersenyum pada Kalista.


Di seberang sana Gilang yang baru saja keluar dari ruang rawat inap Alexa mendengus kesal. [Buruan pulang! kakak pingin ngomong sama kamu soal Alexa.]


[Bukan itu bo__doh, udah kamu cepet pulang aja!] Setelah mengatakan itu Gilang pun mematikan sambungan teleponnya.


Dimas mengkerutkan kening bingung, saat sambungan telepon itu terputus. "Kenapa?" tanya Kalista.


"Ah, nggak apa-apa, cuma ada yang mau diomongin aja," jawab Dimas.


Lalu, Dimas dan Kalista pun melanjutkan makannya dengan khidmat tanpa terlibat percakapan apa pun.


***


Setelah selesai makan bersama di sebuah restoran yang ada di mall itu, Dimas dan Kalista tidak langsung pulang seperti yang diminta oleh Gilang.


Mereka malah mampir ke wahana permainan, dan toko pakaian. Dimas memberikan beberapa pakaian untuk Kalista, hal yang biasa Dimas lakukan padanya sejak dulu.


Sementara pada Alexa Dimas belum pernah membelikan itu semua, karena Alexa selalu menolak dengan alasan jangan boros dan lain-lain.

__ADS_1


Berbeda dengan Kalista yang memang selalu ingin beli ini itu jika bersama dengan Dimas, mungkin karena Dimas lebih kaya darinya.


"Beli apa lagi sayang?" tanya Dimas.


"Apa masih boleh? tapi ini kan udah belanja banyak," kata Kalista. Padahal dalam hatinya memang ini yang dia inginkan, bisa belanja sepuasnya hanya dengan bermodalkan cinta.


"Nggak apa-apa sayang, lagi pula udah lama juga aku nggak belanjain kamu," ujar Dimas dengan tersenyum sangat manis.


Kalista pun ikut tersenyum, kemudian mereka masuk ke toko perlengkapan kosmetik. Kalista memilih semua barang-barang yang dia ingin beli, dan semua yang dia ambil adalah barang-barang mahal.


Setelah puas membeli beberapa barang yang dia inginkan, Kalista mengajak Dimas untuk pulang. "Sayang, kita pulang yuk!"


"Memangnya kamu udahan belanjanya?" tanya Dimas.


Kalista tersenyum. "Udah, ayok kita pulang!" Kalista langsung menggaet lengan Dimas dan keluar dari mall tersebut.


Baru Kalista ingin menaiki mobil Dimas, ponselnya berdering dengan sangat kencang. "Sayang, bentar ya!" Kalista mengambil ponselnya yang ada di dalam tas dan melihat nama yang tertera di layar.


Saat melihat nama yang muncul di layar, spontan Kalista menoleh pada Dimas. Melihat Dimas yang sedang sibuk memasukkan barang belanjaannya, Kalista mematikan panggilan telepon tersebut, kemudian masuk ke dalam mobil.


"Siapa yang nelepon sayang?" tanya Dimas.


"Eemmm ... Bukan siapa-siapa kok," jawab Kalista.


BERSAMBUNG...


Hai 👋 semoga suka ya sama ceritanya, jangan lupa kalau kalian sudah selesai membaca, tolong ya tinggalkan like and komennya 🙏


Kalau ada typo atau apalah itu yang mengganggu, harap di maklum ya 🙏 jempolku emang suka nakal 😂😂


Kalau ada yang mau ngasih bunga atau love monggo dengan senang hati aku akan menerimanya 😂


Bantulah author Somplak sedikit ini untuk menjadi lebih baik. Terima kasih 😘


~*Salam sayang Author Somplak Dikit*~

__ADS_1


__ADS_2