
Sudah setahun tahun Adam di penjara,selama itu juga hanya dua kali saja Dahlia membawa putranya bertemu Adam.Hasil sidang terakhir memutuskan Adam mendapat hukuman penjara selama dua tahun.
Kabar tentang Tambun,dia terbebas dari hukuman mati,karena semua bukti tidak ada yang menguatkan jika Tambun sengaja mengakhiri nyawa orang lain.
Dua orang sahabat Tambun sudah di temukan,mereka mendapat hukuman dua puluh tahun penjara.
Mungkin kamu sudah menemukan orang yang sudah bisa membuatmu bahagia Lia,aku ikhlas jika kamu bahagia,sampai saat ini aku masih mencintaimu, aku tahu Lia,aku tidak pantas mencintai mu.
Adam bergumam dalam hati.
Di tempat berbeda,Dahlia terus saja menghindar jika Rudi datang ke ruko dan mengajaknya sekedar makan malam.
"Maaf Bang Rudi,untuk malam ini aku tidak bisa ikut,masih banyak pekerjaan yang menumpuk," Tolakan halus dari Dahlia,Namun Rudi bukan orang yang mudah parah semangatnya .
"Baiklah Dahlia,aku akan menunggu waktu sempat mu," Rudi mengedipkan mata sebelah pada Dahlia.
"Kak Lia, sepertinya Alien ganteng itu benar benar serius dengan Kak Lia," Desi sambil mengunyah kripik di sela jam sepi pembeli.
"Kamu suka sama alien itu Des,?" Dahlia malah menggoda Desi,
"Ih kakak.... jangan gitulah.... " Desi salah tingkah.
"Apa aku bilang dulu Des,...awas jatuh cinta lho... benarkan sekarang ," Dahlia dan Tika tertawa menggoda Desi.
Saking seringnya Rudi berkunjung Desi sudah kebal dengan sifat menyebalkan dari Rudi,pasalnya Rudi sering memberi uang tips untuk dirinya supaya berdamai.
Ting! Notifikasi pesan masuk ke ho Dahlia.
(Ma,besok Al tempat ****Papa**** ya,sama Om bagas dan aunty Maya)
Dahlia menghela napasnya pelan, masih berpikir kata apa yang akan di tulis untuk membalas pesan dari anaknya,
Dahlia langsung menelpon anaknya,
Halo Al,besok siapa saja yang besuk papanya Al? /iya,/ya udah,besok mama tunggu di toko saja ya dada Al /
Dahlia memutuskan sambungan telpon,
Hatinya berdebar,sudah lama dirinya tidak bertatap muka dengan mantan suaminya.
Apa pun yang membuat anak ku bahagia itu yang akan aku lakukan,maaf kan aku hati... aku harus mengkhianati perasaan mu.
"Tik,besok kalian berdua saja ya yang jaga toko,karna besok aku akan terbang ke kota X menemani anak ku menemui papanya."
"Ya Kak," Desi dan Tika bersamaan.
Keesokan harinya mobil yang di gunakan rombongan Maya datang pagi pagi sekali ke toko.
Pimp! pimp! klakson mobil berbunyi,Dahlia bergegas keluar dari tokonya masuk ke dalam mobil.
"Mama....Kangen sama mama..." Dahlia memeluk putra kesayangannya.
__ADS_1
Mencium pipi kiri dan pipi kanan.
"Mama juga kamu Al,"Dahlia masih memeluk anaknya.
"Pesawatnya jam berapa May berangkat?" Dahlia mengalihkan pertanyaan sama Maya.
"Jam delapan Kak," Dahlia melirik jam di pergelangan tangannya masih pukul enam tiga puluh.
"Kami sengaja berangkat pagi buta,karena kami belum ada belanja oleh oleh untuk Mas Adam kak" Ucap Maya lagi sebelum Dahlia mengatakan jika mereka berangkat terlalu pagi.
Jika sudah begini akulah yang terpojok,ikut membeli hadiah tangan di kira masih ngarep tidak membeli di kira tidak ada toleransi.Huh... tragis sekali kisah hidup ku.
"Ma,kita bawa apa nanti untuk papa " Al bergelayut manja di pangkuan Dahlia.
Yang begini ni bikin kepala ku berputar tanpa haluan,
"Menurut Al apa ?" Senjata mujarab Dahlia menjatuhkan pilihan pada putranya.
"Buah buahan saja ya Ma, biar bisa bertahan dua atau tiga hari untuk Papa." Dahlia tersenyum getir,ternyata anaknya punya jiwa peduli yang besar pada papanya.
"Terserah kamu sajalah, Mama ngikut saja " Dahlia tetap tersenyum tidak mau mematahkan semangat anaknya yang sedang berkobar.
Mama tahu nak perasaan mu merindukan papa mu,tapi maaf kan mama,untuk saat ini mama ingin berjalan bersama sang waktu.
"Ma,kalau papa nanti sudah bebas apa papa pulang berkumpul bersama kita lagi ?" Pertanyaan yang menghujam hati Dahlia,Dahlia terdiam memikirkan bagaimana cara menjawab putranya tanpa melukai hatinya.
"Papa punya rumah di kota XX ,Papa juga harus bekerja kembali,Kamu ngerti kan maksud mama ?" Dahlia menatap putranya lekat.
"Apakah kita tidak ikut papa pulang ke rumahnya ?" Lagi lagi pertanyaan Al bagai pisau belati menyayat seluruh hatinya.
Mata Dahlia berembun di kedip kan berulang ulang matanya supaya tidak ada air yang mengalir ke pipinya.
"Al, jangan paksa mama menjawab sekarang ya,mama Al masih memikirkan yang terbaik buat Al, Maaf kak Lia,semua pertanyaan Al murni pemikirannya sendiri," Maya merasa tidak nyaman dengan Dahlia,Dia takut jika Dahlia berpikir Al sudah di cuci otaknya oleh keluarga suami Maya.
"Tidak apa apa May,bahkan aku sangat berterima kasih pada kalian telah merawat putra ku dengan baik " Dahlia mengelus kepala putranya.
Di pusat perbelanjaan dekat dengan jalan menuju Bandara,mobil merapat ke tepi.
Para penumpang mobil turun untuk berbelanja keperluannya masing masing.
Mereka memilih masuk ke dalam supermarket yang lengkap dengan beberapa jenis buah segar.
Al yang paling antusias memilih makanan minuman dan jenis buah buahan untuk papanya.
"Ma,apa kita tidak beli sayuran dan daging mentah saja untuk papa,nanti papa bisa mengolahnya sendiri" Al sangat polos.
"Nak, di sana papa tidak punya kulkas dan kompor atau pun peralatan masak elektrik" Dahlia menjelaskan.
"Kalau begitu kita beli semuanya untuk papa di sana " Dahlia geli dengan perkataan putranya,
"Al,kita hanya bisa memberi yang siap saji saja,jika Al mau membeli untuk papa Al,carilah makanan yang di kemas dengan kaleng " Maya membantu Dahlia menjelaskan pada Al.
__ADS_1
Dahlia membantu anaknya memilih makanan yang bisa tahan lama,
Kenapa saat ini aku merasa tidak ada perceraian di antara kita Mas,tolong lah hati jangan membawa pikiranku bercanda gundah gulana seperti ini.
Gumam batin Dahlia.
"Kak,apa masih ada yang kakak cari,sekarang sudah pukul tujuh sepuluh menit kak,mas bagas juga mau menitipkan mobilnya ke showroom " Maya berkata dengan hati hati
"Sudah cukup Al? " Dahlia menjadikan Al umpan balik pertanyaan dari Maya.
"Sudah Ma," Dahlia membawa semua belanja ke meja kasir.
"Apa sebaiknya kita naik taksi saja dari showroom,jadi Bagas tidak perlu bolak balik lagi" Dahlia memberi usul.
"Sepertinya ide bagus kak," Ucap Bagas yang paling irit bicara.
Bagas melaju mobilnya perlahan menuju showroom paling dekat.
Sementara Dahlia dia sudah berada di dalam taksi bersama Maya dan Al,
"Ikuti mobil itu ya pak" Ucap Dahlia pada sopir .
Taksi berhenti depan showroom menunggu Bagas yang masih mengurus administrasi penitipan mobil.
Urusan sudah kelar,Bagas keluar dari showroom berjalan menuju taksi yang siap mengantar mereka sampai Bandara.
Cukup menempuh waktu sepuluh menit,taksi sudah sampai di bandara X, Dahlia, Al,Maya dan bagas masuk menuju loket menunjukkan karcis mereka.
Terdengar suara dari speaker memberitahukan penerbangan sepuluh menit lagi, rombongan Dahlia langsung menuju pesawat yang akab membawa mereka terbang ke kota X.
Mereka sudah duduk sesuai dengan nomor kursi masing masing.
Jantung Dahlia berdetak kencang ketika mendengar pengumuman pesawat akan landas sembilan tiga puluh lima menit.
Kenapa hati ku ini semakin berdebar,ingin aku tinggalkan hatiku ini nanti di dalam pesawat ini,tapi aku takut ketika kembali ke toko aku tidak punya hati .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kira kira ada yang tahu kenapa Dahlia berdebar, author juga penasaran he he
\*\*Hai sahabat pembaca setia Bukan Menantu Pilihan,
Dukung terus author ya,beri like dan komen biar author tambah semangat
Beri vote juga,terima kasih sahabat baca ku 😊😊\*\*
__ADS_1