Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
40


__ADS_3

Di dalam ruangan pasien bu nani menatap kosong ke atas langit langit,pikirannya menerawang jauh ke masa silam di mana dirinya tidak rela anaknya menikah dengan Dahlia.


Bayangan masa lalu kini terulang lagi di mana ada perempuan lain yang mengaku sedang hamil anak dari putra sulungnya.


Pikirannya semakin kacau jika benar Siska hamil anak Adam sudah pasti itu adalah cucunya juga.


Jika dirinya merestui Adam dan siska bagaimana Dahlia yang telah melupakan dan memaafkan kesalahannya dahulu.


Jika dirinya mengusir siska dari kehidupan Adam demi rumah tangga Dahlia sudah pasti dirinya mengulang kesalahan yang dulu lagi.


"bu.... makan dulu ya... biar cepat pulih dan kita cepat pulang..."


Maya membuyarkan lamunan Bu nani


"ibu tidak lapar maya... Dahlia mana apa dia sudah makan?"


Bu nani yang sedang sakit lebih mencemaskan keadaan Dahlia.


"lia ada di sini bu"


Dahlia yang baru keluar dari kamar mandi segera memberitahu keberadaannya.

__ADS_1


Bu nani menatap Dahlia lekat terlihat jelas wajahnya sembab matanya merah dan bengkak,perasaan bersalah muncul lagi di benak bu nani.


Bagaimana tidak jika putranya tidak berulah sudah pasti menantunya itu tidak akan terluka.


"lia...."


Bu nani mengisyaratkan Dahlia mendekatinya.


"lia... maafkan ibu lia... ibu tidak bisa membuatmu bahagia,ibu tidak bisa mengajarkan kebaikan pada putra ibu,hingga kamu harus menanggung semua ini yang di sebabkan ibu dan juga putra ibu..."


Bu nani memegang tangan Dahlia dan berurai air mata, jika dulu dirinya menginginkan Dahlia pergi jauh dari kehidupan Adam,tapi kini semua berubah seratus delapan puluh derajat.


"Bu...ibu jangan pikirkan lia...sebaiknya ibu memikirkan kesehatan ibu dulu... lia yakin bu kalau lia bisa menyelesaikan masalah ini dengan cara baik baik,"


****


Siska yang tidak terima dirinya di katakan penyebab bu nani menjadi semakin sakit,dia sengaja bicara dengan nada yang di tinggikan


Dia sengaja membuat onar di lingkungan rumah sakit dan berharap bu nani bisa mendengar kata katanya.


Siska tidak peduli orang orang yang menganggapnya kurang waras,hingga petugas keamanan rumah sakit datang.

__ADS_1


Adam semakin pusing saja dia memikirkan apa jadinya jika dirinya mempunyai dua istri belum di jadikan istri saja siska sudah membuatnya berkali kali menarik napas panjang.


Merasa kepalanya semakin berat Adam mencoba berjalan menuju kantin rumah sakit sekedar mencari minuman dingin yang bisa menyegarkan kepalanya.


Adam duduk menikmati minuman dinginnya serasa aliran darahnya pun menjadi dingin juga.


("Andai aku bisa menjaga mata dan hawa nafsu ku semua ini tidak akan terjadi")


Adam berkata dalam hatinya sesalnya sudah tidak berguna rumah tangganya sudah di ambang kehancuran.


Bagai buah simalakama itulah yang di alami Adam saat ini.


Semua rencana untuk membawa keluarga bertamasya gagal total karena kedatangan siska.


("apa benar siska hamil? atau ini sebuah jebakan siska saja...?")


Tiba tiba otak Adam memikirkan tentang kehamilan siska dirinya sangat yakin jika siska saat ini memperalat dirinya saja.


Adam di kejutkan dengan suara ponselnya sebuah pesan masuk dari siska


Siska

__ADS_1


[jangan pernah kamu lari dari tanggung jawab kamu Adam! apa pun yang terjadi kamu harus menikah dengan ku !"]


Adam hanya membacanya saja tanpa membalas pesan dari Siska.


__ADS_2