Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
terbongkar??


__ADS_3

Saat ini Arka dan Ayarra tengah duduk di warung sederhana yang tidak jauh dari tempat Ayarra sekolah.


Arka dan Ayarra sangat suka sama nasi uduk di sini. "Cowok tadi beneran asisten Uncle Bayu?" tanya Arka sambil menyantap nasi uduknya.


"Kata papah, sih iya," jawab Ayarra santai, dia tidak tau jika Arka masih cemburu pada Fathan.


Arka menoleh pada Ayarra dan kembali bertanya, "kok aku baru tau."


"Aku juga baru tau tadi," timpal Ayarra.


Saat Ayarra dan Arka tengah asik berbincang sambil menyantap sarapan mereka, Nia dan Alexa pun datang. "Abang," panggil Alexa.


Kedatangan Nia bersama Alexa membuat Arka sedikit tidak nyaman, dan mendadak Arka tidak naf*su makan.


"Abang, ngapain?" tanya Alexa sambil mendudukkan dirinya di samping Arka.


"Keliatannya Abang, lagi ngapain? maen bola?" ketus Arka membuat Alexa terkekeh.


Kalau Arka ketus begini itu artinya Arka tengah risau. "Maksud aku emangnya tadi Abang, nggak sarapan?" kata Alexa.


"Tadi nggak sempet sarapan," jawab Arka singkat sambil memalingkan wajahnya ke arah lain, karena sedari tadi dia merasa Nia memperhatikannya terus.


Memang benar, dari awal datang mata Nia selalu terfokus pada Arka, dia ingin lihat bagaimana Arka reaksi Arka jika bertemu dengannya setelah kejadian malam itu.


Ternyata benar seperti dugaan Nia, kalau Arka akan merasa canggung kepadanya. Tidak seperti laki-laki pada umumnya yang akan bersikap biasa saja jika bertemu sama selingkuhannya.


"Sayang, kamu udah belum?" tanya Arka pada Ayarra.


"Udah, memangnya kenapa?" jawab Ayarra.

__ADS_1


"Ayok, aku anter ke depan gerbang!" Arka bangkit dari duduknya dan mengajak Ayarra.


"Yaelah bang, Ayarra nanti bareng kita aja sih, lagian di depan mata noh sekolahannya juga." Alexa menimpali.


Arka melirik dan Ayarra mengangguk. "Yaudah Ka, aku nanti bareng mereka aja. Kamu berangkat aja nggak apa-apa," ujar Ayarra.


"Yaudah, aku duluan ya! pulang sekolah nanti aku jemput ya!" pamit Arka, sambil mencium puncak kepala Ayarra.


"Abang, ini di tempat umum, nggak tau malu banget sih," protes Alexa.


"Biarin, suka-suka Abang, dong," ledek Arka, kemudian dia pun megambil helm yang tadi dia letakkan di atas meja, dan pergi meninggalkan tiga gadis di warung nasi uduk tersebut.


Setelah Arka pergi, Ayarra bertanya pada Nia, "Ni, tadi Arka, bilang katanya semalam dia chat aku tapi yang balas kamu. Kok kamu nggak bilang sama aku sih kalau dia chat aku?"


"Oh, itu ... Aku lupa bilang ke kamu, soalnya semalam kan kamu tidur dan tadi agi aku buru-buru pulang kan," jawab Nia.


Ayarra yang memang polos itu pun percaya pada kebohongan yang Nia katakan.


"Udah, makan dulu cepetan! bentar lagi masuk lho," protes Alexa sambil melirik pada jam yang melingkar pergelangan tangannya.


****


Sore harinya sebelum jam pulang sekolah, Arka, sudah menunggu Ayarra di depan gerbang sekolah.


Tak berselang lama, Ayarra, Alexa dan Nia pun keluar dan menghampiri Arka. Nia nampak tidak suka melihat Arka menjemput Ayarra.


Akan tetapi dia mencoba bersikap biasa saja, dan ikut tersenyum saat mereka tersenyum. Walaupun sebenarnya Nia enggan.


"Yaudah langsung pulang yuk! Habis ini aku mau pergi sama Yuda," ucap Arka.

__ADS_1


"Kalian mau ke mana?" tanya Ayarra.


"Ada tugas kelompok di rumah Neil," jawab Arka. "Yaudah naik," titah Arka.


Ayarra pun naik ke motor, dan melambaikan tangannya pada Nia juga Alexa.


"Duluan ya dek," pamit Arka pada Alexa.


"Iya, hati-hati bang, jangan ngebut-ngebut dan jangan minep, nanti mamah, marah." Alexa menjawab.


"Iya." Setelah mengatakan itu pun Arka langsung menyalakan motornya dan pergi bersama Ayarra.


Nia yang seperti tidak dianggap oleh Arka merasa sangat kesal, dia mere*mas tali tasnya kencang dan menggerutu, "awas aja kamu Ayarra, saat ini mungkin kamu bisa bermesraan sama Arka. Tapi aku berani jamin aku yang akan memilikinya."


Nia tersenyum penuh arti sambil menatap lurus ke depan dengan tatapan tajam.


Sepertinya Nia salah paham dengan semua perhatian dan perlakuan Arka padanya, yang menjadikan Nia terobsesi pada Arka.


Padahal semua perhatian Arka itu, semata karena Arka menganggap Nia adiknya, sama dengan Alexa. Tidak pernah lebih dari itu.


*****


Beberapa minggu kemudian, di rumah Arka tengah terjadi keributan.


Nia tengah menangis sedangkan David frustrasi, sudah beberapa kali David menampar pipi Arka karena emosinya yang meluap-luap karena Arka.


Sementara Yumna menangis dipelukan Diana, dia merasa sudah gagal mendidik anak.


Alexa pun hanya bisa diam mematung, mendengar pertengkaran yang sedang terjadi, hatinya ikut merasakan sakit saat mendengar semua itu.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2