Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
tanggung jawab?


__ADS_3

"Kamu keterlaluan Arka, kamu sudah punya pacar tapi kamu menghamili orang lain hah?" teriak David sambil menarik kerah baju Arka.


"Udah Mas, udah, jangan terlalu emosi. Tahan Mas!" Brian mencoba menenangkan David dan mencoba untuk melindungi Arka dari amukan Kakaknya itu.


"Kenapa kamu tega sama Papah dan Mamah, hah? Apa kurangnya kamu di sini sampai-sampai kamu bikin malu Mamah sama Papah." David kembali berteriak.


"Pah, aku nggak sengaja, aku sendiri nggak tau. Aku merasa panas dan---."


"Dan kamu melakukan itu sama orang yang udah kamu anggap adik kamu sendiri? Begitu? Sekarang bagaimana dengan Ayarra hah? Apa yang akan Mamah, kenapa kemarin kamu minta untuk melamar Ayarra? kamu bikin Mamah malu," murka Yumna.


"Om, Tante, sebenarnya ini bukan sepenuhnya salah Arka, kita melakukannya karena mabuk, tapi ... Tapi aku nggak tau kalau perbuatan kami akan berakhir dengan aku hamil," bela Nia.


"Tadinya aku dan Arka, sepakat untuk melupakan kejadian malam itu, tapi karena aku hamil, mau nggak mau aku menanyakan ini pada Arka," sambung Nia.


Yumna hanya bisa menghela napas panjang dan memalingkan wajahnya dari Arka.


Sementara Arka terlihat sangat frustrasi, air matanya mengalir deras hingga kedua pipinya basah. Bukan karena perbuatannya yang terbongkar yang membuat Arka menangis.


Melainkan perasaan Ayarra, dia takut hati wanitanya itu hancur jika mendengar kabar ini. Padahal mereka baru saja bertunangan satu minggu lalu.


Arka juga sudah berjanji jika akan segera menikahi Ayarra kalau gadis itu sudah lulus.


Akan tetapi semua diluar dugaan, tiba-tiba saja hari ini Nia datang bersama kedua orang tuanya meminta pertanggung jawaban dari Arka, karena dia telah menghamili Nia.


Hal yang selama ini Arka takuti benar-benar terjadi, sekarang Arka tidak bisa memikirkan apa pun lagi, selain bagaimana caranya dia meminta maaf dan menjelaskan pada Ayarra.


"Pokoknya Dav, gua mau Arka menikahi Nia, secepatnya suka atau nggak," desak Adit membuat mata Arka terbelalak.


Diana dan Brian pun terkejut karena dia tau bagaimana Arka sangat mencintai Ayarra. Namun, dia tidak bisa berbuat apa-apa karena Arka memang harus bertanggung jawab.


"Aku menikahi Nia? Tapi aku cinta sama Ayarra, aku nggak bisa hidup tanpa dia," gumam Arka.


Adit yang emosi mendengar jawaban Arka langsung menghampirinya dan menampar pipi Arka.


Plakkkk


Arka memegangi pipinya yang memerah karena tamparan Adit. "Berani-beraninya kamu bilang nggak bisa menikahi anak saya, setelah kamu menghamilinya hah? Laki-laki macam apa kamu yang berani berbuat tidak berani bertanggung jawab," hardik Adit.


"Bukan gitu Om, tapi---."


"Tapi apa? Kamu nggak cinta sama anak saya begitu? jangan pikirkan cinta, karena di dalam sana ada darah daging kamu yang sedang tumbuh." Adit memotong ucapan Arka dia mencecar Arka sambil menunjuk perut Nia.


Arka bergeming, kepalanya pun terasa pusing memikirkan semua ini. Ingin rasanya Arka menghilang dari sini dan hidup berdua bersama Ayarra di suatu tempat.


"Arka, kamu suka atau tidak Papah, mau kamu menikahi Nia. Tolong jadilah laki-laki yang bertanggung jawab Nak," tegas David.


"Apa? Tanggung jawab?" tanya Ayarra bingung saat dia baru saja datang, sambil membawa satu kotak kue buatan Angel dan dirinya.


Semalam dia mendapat chat dari Yumna yang bilang menginginkan kue buatannya, karena kue buatannya sangat enak.


"Ayarra." Arka bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Ayarra.

__ADS_1


Melihat Ayarra datang seperti dugaanya, Nia tersenyum, dia memang sudah merencanakan ini semua, karena dia ingin Ayarra merasakan sakit hati.


Jika Ayarra tidak ke sini, Nia yakin Arka tidak akan rela memutuskan hubungan mereka, sedangkan kalau Ayarra melihat atau mendengar langsung.


Mau tidak mau, mereka pasti akan putus. 'nggak sia-sia aku chat dia pake nomor Tante Yumna,' batin Nia.


"Sayang, kita bicarakan ini di taman yuk!" ajak Arka.


"Tapi ini ada apa Ka? siapa yang mau menikahi siapa?" lirih Ayarra pikirannya mulai ke mana-mana.


"Iya, kamu ikut aku dulu!" Arka menarik tangan Ayarra dan membawanya ke taman.


"Ar---."


"Biarin mereka ngomong berdua, karena bagaimana pun Ayarra, adalah tunangan Arka," potong Yumna saat Adit hendak memanggil Arka.


Adit pun hanya bisa diam dan kembali duduk, sambil menggenggam tangan Nia.


'kenapa jadi seperti ini sih,' batin Alexa.


Sedari tadi dia merasa bingung, satu sisi dia kasian pada Ayarra dan Arka kalau sampai Arka menikahi Nia. Namun, di sisi lain kakaknya itu memang harus bertanggung jawab atas apa yang sudah mereka lakukan.


****


Di taman.


Arka melepaskan genggamannya dari tangan Ayarra, dia menarik napas panjang dan membuangnya kasar hingga berkali-kali.


Mendengar kata tanggung jawab dan harus menikah dengan Nia membuat pikiran Ayarra kalut.


"Kamu mau ngomong apa?" sindir Ayarra.


Arka menoleh pada Ayarra dan langsung memeluknya erat. "Aku minta maaf Ay, aku minta maaf."


"Ma-maaf untuk apa?" Ayarra bertanya dengan perasaan yang sudah campur aduk.


Arka melepaskan pelukannya dan menatap mata Ayarra dalam, terlihat ada cinta yang begitu besar dari mata keduanya.


Bukannya menjawab Arka malah kembali memeluk Ayarra dan menciumi puncak kepala itu berkali-kali.


"Sebenarnya ada apa ini Ka? Siapa yang harus menikahi siapa?" tanya Ayarra dengan air mata yang mulai mengalir deras dan mulai mengenai baju Arka.


"Arka, harus menikahi aku Ay," ujar Nia membuat Ayarra terkejut.


Ayarra langsung melepas pelukannya dan menoleh ke arah Nia yang berjalan mendekati mereka dengan santainya.


"Maksud kamu apa Ni?" tanya Ayarra.


"Arka, harus menikahi aku, karena aku sedang mengandung darah dagingnya," jawab Nia penuh penekanan.


Ayarra menutup mulutnya tidak percaya, kemudian beralih menatap Arka. "Ka, apa-apaan ini? apa maksud dari semua ini?"

__ADS_1


"Arka, jawab!" bentak Ayarra tapi Arka masih bergeming sambil menundukkan kepalanya.


"Arka apa kamu tuli? aku tanya dari tadi apa-apaan ini hah, kenapa Nia bilang kalau---."


"Aku harus jawab apa Ay? aku harus jawab apa kalau semua itu benar, makannya aku bilang maafin aku Ay," potong Arka, sambil menggenggam tangan Ayarra.


Ayarra yang syok dengan apa yang baru saja dia dengar hanya bisa diam. "Aku minta maaf, tapi semua ini nggak seperti yang kamu pikirkan, aku melakukannya tanpa sengaja. Murni karena aku mabuk," tutur Arka.


Ayarra masih bergeming, dia tidak merespon apa pun yang Arka katakan, dia hanya diam mematung dengan air mata yang mengalir deras.


Hati Ayarra hancur, pikirannya kalut, dia tidak habis pikir laki-laki yang dia cintai. Laki-laki yang selama ini bilang cinta padanya justru tega menghamili sahabatnya sendiri.


Padahal Arka yang selalu membangunkan mimpi indah untuk Ayarra dan dia di kemudian hari, tapi hari ini justru Arka sendiri yang menghancurkan mimpi tersebut.


Bahkan sebelum mimpi mereka benar-benar terwujud. Kepala Ayarra terasa pusing, dan pandangannya berkunang-kunang.


Lalu, tiba-tiba Ayarra tidak sadarkan diri, Arka menangkap tubuh Ayarra yang hampir jatuh. "Ayarra, sayang, kamu kenapa?"


"Arka, bawa dia masuk ke dalam," titah Nia, Arka mengangguk dan dia langsung menggendong bridal Ayarra.


Semua orang panik saat melihat Ayarra yang tidak sadarkan diri digendongan Arka.


"Ayarra," teriak semua orang bersamaan.


"Ayarra kenapa?" tanya Yumna, dia langsung bangkit dari duduknya.


"Aku nggak tau Mah, aku lagi jujur sama dia dan tiba-tiba dia pingsan," jawab Arka.


"Sini Bang, tidurin di sini," pinta Alexa. Dia menepuk-nepuk sofa agar Arka meletakkan Ayarra di sana.


"Ayarra, bangun sayang!" Arka menepuk-nepuk pipi Ayarra pelan.


"Tolong ambilin minyak angin Bi!" titah Alexa pada salah satu asisten rumah tangga yang ada di sana. Asisten rumah tangga itu pun mengangguk dan pergi.


Tak berselang lama dia sudah kembali. "Ini Non." Asisten rumah tangga itu pun menyodorkan minyak angin ke Alexa.


"Makasih Bi," ucap Alexa sambil menerima minyak angin tersebut.


Alexa langsung menaburi minyak angin tersebut ke tangan kemudian mengolesinya ke hidung Ayarra. Agar Ayarra menghirup aromanya dan bisa segera sadar, sedangkan Yumna memijat tangan dan kaki Ayarra.


BERSAMBUNG...


Hai 👋 semoga suka ya sama ceritanya, jangan lupa kalau kalian sudah selesai membaca, tolong ya tinggalkan like and komennya 🙏


Kalau ada yang mau ngasih bunga atau love monggo dengan senang hati aku akan menerimanya 😂


Bantulah author Somplak sedikit ini untuk menjadi lebih baik. Terima kasih 😘


~Salam sayang Author Somplak Dikit~


maafkan jika ada typo ya

__ADS_1


__ADS_2