
Sama halnya dengan Fathan, Ayarra pun merasakan jantungnya berdegup kencang, dia memejamkan mata dan membuang napas kasar sebelum turun dari mobil.
Saat dirasa sudah tidak terlalu gugup, Fathan pun turun dari mobil mengikuti Ayarra dan Doni.
"Bagaimana para saksi sah?!" tanya pak Penghulunya terdengar dari luar rumah David.
"Sah!" Riuhnya suara sahutan dari ibu-ibu bapak-bapak pun terdengar.
Tiba-tiba saja Ayarra merasakan jantungnya seperti berhenti berdetak saat mendengar itu. Begitu juga dengan Fathan, wajahnya tiba-tiba saja pucat pasih dan pikirannya mendadak kalut.
Fathan yang tadinya sudah tidak sabar untuk menemui Nia, mendadak tidak bertenaga, bahkan kakinya sulit untuk digerakkan.
"Kamu kuat Ay, dan kamu memang harus kuat, jangan seperti ini di depan mereka, karena mereka akan menganggap kamu lemah," ujar Doni menguatkan Ayarra, karena Ayarra seperti tidak kuat lagi untuk melanjutkan langkahnya.
Ayarra mengangguk dan kembali melanjutkan langkahnya, dan sesampainya Ayarra di pintu masuk. Semua mata menoleh padanya, termasuk Arka.
Mata Arka terlihat berbinar saat melihat Ayarra. "Ayarra," gumam Arka kemudian bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Ayarra.
Jika Arka terlihat berbinar saat melihat Ayarra, tidak dengan Nia. Wajahnya langsung terlihat menegang saat melihat Fathan berdiri di ambang pintu.
Sementara Fathan terlihat sedih, karena wanita yang dia cari sudah resmi menjadi istri orang lain. Tubuh Fathan pun bagaikan tak bertulang saat melihat Nia sudah bersanding bersama laki-laki lain.
Meskipun Nia terkejut dan takut saat melihat Fathan, dia tetap mengikuti Arka. Beranjak dari duduknya dan berjalan menghampiri Ayarra.
"Ay, akhirnya kamu dateng juga seperti yang aku pinta. Kamu sama Doni, pacaran ya? kok bisa dateng berdua," sela Nia dan langsung memeluk Ayarra, sebelum Arka berhasil memeluknya.
__ADS_1
"Iya, selamat menempuh hidup baru ya Ni, semoga pernikahan kalian langgeng sampai kakek nenek," ucap Ayarra dengan senyum lebar.
"Aamiin makasih ya Ay," jawab Nia.
"Oh, iya masuk dulu yuk!" sambung Nia sambil menarik lengan Ayarra, tapi Ayarra menahannya.
"Aku nggak bisa lama-lama aku ada perlu," tolak Ayarra.
Yumna dan Alexa yang melihat Ayarra datang seketika merasa sedih, apa lagi saat mereka melihat Arka yang sepertinya ingin sekali memeluk Ayarra. Namun, dihalangi oleh Nia.
Yumna dan Alexa pun bangkit dari duduknya dan menghampiri Ayarra. "Sayang emang kamu ke mana?" tanya Yumna pada Ayarra.
"Aku ada perlu Tante, ini ke sini karena semalam Nia, minta aku untuk dateng, makannya aku dateng," jawab Ayarra.
Pandangan Ayarra sudah mulai berkabut karena air mata yang mulai menggenang di pelupuk mata. Namun, Ayarra masih mencoba menahannya.
"Aku nggak apa-apa kok," kata Ayarra berbisik sambil mengusap punggung Alexa dan melepaskan pelukannya.
Sebagian orang yang tau hubungan Arka dan Ayarra ikut merasakan sedih saat melihat Ayarra dan Arka.
Terlihat dengan jelas di wajah keduanya jika mereka terluka.
Arka yang berdiri di belakang Nia hanya bisa menatap Ayarra dengan sendu, tanpa bisa menyentuhnya meskipun dia ingin.
Mendadak Ayarra merasa canggung berdiri di tengah-tengah keluarga Yumna dan David, karena banyak mata yang melihat ke arahnya dengan tatapan iba.
__ADS_1
Doni paham jika Ayarra sudah merasa tidak nyaman. "Ay, ayok kita berangkat sekarang! nanti aku telat," timpal Doni.
"Eh kalian kan belum makan?" kata Nia bingung.
"Aku sama Ayarra, ada perlu, jadi maaf ya nggak bisa lama-lama. Btw happy wedding buat lu sama suami, semoga langgeng," jawab Doni santai sambil menggenggam tangan Ayarra.
Arka hendak marah saat melihat tangan Ayarra digenggam oleh Doni, tapi lagi dan lagi dia menahannya karena dia bukanlah siapa-siapa untuk Ayarra.
Di saat yang lain fokus mengobrol, mata Fathan terus saja menatap Nia sedih. 'kenapa aku berhasil menemukanmu di saat semuanya sudah terlambat,' batin Fathan.
Nia yang merasa diperhatikan oleh Fathan berusaha untuk tidak menoleh ke arahnya, Nia ingin terlihat tidak mengenal Fathan sama sekali.
"Yaudah kalau gitu aku pamit ya Tante, Nia Ale, Arka, takut telat," pamit Ayarra sambil menyalami tangan Yumna kemudian memeluk Alexa dan Nia sekilas.
Lalu, Ayarra pun mengulurkan tangannya pada Arka henda salaman, Arka melirik pada tangan Ayarra dan tiba-tiba saja Arka memeluknya.
Nia dan Yumna hendak melepaskan pelukan Arka dan Ayarra, tapi ditahan oleh Alexa. "Biarin dulu, anggap aja salam perpisahan dari keduanya," bisik Alexa dengan lirih.
Ayarra yang terkejut karena dipeluk oleh Arka sempat berontak meminta dilepaskan, tapi Arka mengeratkan pelukannya dan menangis dipelukannya membuat Ayarra terdiam. "Maafin aku Ay, maafin aku," lirih Arka dengan air mata yang mengalir deras.
"Aku minta maaf dan aku sangat menyesal Ay, tolong jangan tinggalin aku, tetaplah disisiku Ay, karena aku nggak akan sanggup hidup tanpa kamu," ujar Arka.
Ayarra memejamkan mata mendengar kata demi kata yang keluar dari bibir Arka, sekuat apa pun Ayarra menahan rasanya,. Namun, tetap saja apa yang Arka katakan mampu membuatnya dilema.
"Arka," panggil Nia sambil menyentuh bahu Arka. "Udah ya, nggak enak sama orang-orang yang ada di sini," sambung Nia, membuat Ayarra melepaskan paksa pelukan Arka.
__ADS_1
BERSAMBUNG...