
Setelah menutup pintu kamar menggunakan punggungnya, David langsung menge*cup dan melu*mat bibir Yumna dengan menggebu-gebu.
David, berjalan dan merebahkan tubuh Yumna keatas kasur dengan bibir yang masih saling berpagut. Ia menindih tubuh ramping istrinya itu, kemudian dia menji*lat dan menggigit pelan leher jenjang Yumna meninggalkan beberapa tanda kepemilikan di sana.
David, melakukannya dengan sangat menggebu-gebu, dia sangat merindukan mencapai puncak kenikmatan bersama dengan Yumna.
David, menanggalkan seluruh pakaian yang melekat pada Yumna, hingga tubuh ramping itu kini polosan. David, tersenyum melihat gunung kembar Yumna yang terlihat sangat menggoda dimatanya.
David, langsung meraup puti*ng berwarna merah muda itu. Dia mengu*lum benda itu persis seperti bayi yang tengah menyu*su pada ibuknya.
"Aaaahhh." Yumna mele*nguh saat David menggigit pelan buah kenyalnya.
Kecupan demi kecupan, cecapan demi cecapan David lakukan pada gunung kembar dan perut Yumna. Hingga membuat istrinya itu menggelinjang tak tentu arah karena kenikmatan.
Setelah puas bermain-main di area gunung kembar, David bergerak turun dengan li*dahnya untuk menjelajahi liang kenikmatan milik Yumna.
David, menji*lati liang kenikmatan yang sudah basah itu menggunakan li*dahnya. Tanpa rasa jijik dia menghisap, melu*mat dan menjulurkan li*dahnya di sana.
Lalu David memasukan satu jarinya untuk pancingan agar Yumna segera mencapai puncak lebih dulu. Dia menggerakkan jarinya maju mundur.
"Maaassss ah," de*sah Yumna saat David menambahkan satu jarinya lagi.
David semakin gencar menjelajahi liang kenikmatan milik Yumna itu saat mendengar suara merdu Yumna. Baginya suara itu bagaikan penyemangat untuknya.
"Maaassss, aaaaaahhhh." Yumna pun mencapai puncak kenikmatannya.
Tanpa minum david langsung melahap habis lahar panas yang baru saja Yumna tumpahkan itu. Setelah cairan itu sudah habis David berdiri dan kembali melu*mat bibir mungil Yumna yang sudah bengkak karenanya.
"Gantian ok!" bisik David sambil meng*ulum dan menggigit telinga Yumna pelan.
Yumna mengangguk kemudian langsung mendorong tubuh David hingga telentang. Yumna membantu David membuka benang yang melekat padanya, dan setelah David polosan Yumna langsung bermain-main dengan sosis milik suaminya yang sudah berdiri tegak.
Yumna memaju mundurkan tangannya pada sosis tersebut kemudian dia menji*lati dan menge*mut sosis itu seperti sedang memakan permen lollipop.
__ADS_1
David, terlihat sangat menikmati apa yang Yumna lalukan pada sosisnya. Sesekali David merapikan rambut Yumna yang berantakan dan menyelipkannya di belakang telinga.
"Kamu nakal sayang," racau David saat Yumna juga melahap dua telur yang ada disana.
Yumna tersenyum kemudian dia mengang*kangi David dan langsung memasukkan sosis itu ke dalam liang kenikmatan miliknya.
David, memejamkan mata saat merasakan hangat dan nikmat dibawah sana. Saat semua sosis itu sudah masuk, Yumna langsung berjungkit naik turun dengan sesekali memutar-mutar pinggulnya.
"Aaaaaahhhh," de*sah David saat Yumna memutar-mutar pinggulnya.
"Gantian sayang," ucap David sambil men*cium bibir Yumna sekilas dan membalikan posisi hingga dia yang ada diatas.
David langsung memasukkan kembali sosisnya pada liang kenikmatan milik Yumna, dan langsung menggerakkan pinggulnya perlahan.
Lama mereka berbagi keringat, peluh pun sudah membasahi tubuh keduanya. Namun, David belum juga mencapai orga*smenya.
David tersenyum saat melihat bibir Yumna yang sudah membengkak, dan wajah cantiknya sudah dipenuhi dengan keringat.
"Mbak Yumna," panggil Nayla di depan pintu kamar sambil menggedor-gedor pintu tersebut.
"Mbak," teriak Nayla sekali lagi.
"Mas, Nayla--- emphh." David membungkam bibir Yumna menggunakan bibirnya.
Yumna pun kembali hanyut dalam permainan bibir David, hingga mengabaikan seruan Nayla di depan kamar.
"Lagi ngapain sih mereka," gumam Nayla kemudian kembali menggedor-gedor pintu tersebut dengan lebih keras.
"Aaaaaahhhh." Mereka pun mengerang bersama saat berhasil mencapai puncak kenikmatan.
David tersenyum pada Yumna, matanya memancarkan cinta kepuasan yang mungkin tidak dapat diucapkan.
David mencium kening, pipi kanan kiri kemudian mengecup bibir Yumna sekilas. "Terima kasih sayang, aku sangat-sangat mencintaimu sekarang dan nanti," ujar David.
__ADS_1
"Aku juga cinta kamu, Mas," jawab Yumna.
"Mbak, Mas David," teriak Nayla kembali dengan nada yang lebih tinggi kali ini.
Yumna melirik pada David. "Biar aku aja!" ucap Yumna. David mengangguk.
Yumna, bangkit lalu memakai kimono yang tergantung, di dekat lemari kemudian ia keberjalan untuk membukakan pintu.
"Ada apa, Nay?" tanya Yumna saat pintu sudah terbuka. Nayla memperhatikan Yumna dengan saksama dari ujung kaki sampai atas.
"Nay?"
"Eh, itu Mbak, em-- Arka, panggil-panggil Mas David, dari tadi," terang Nayla.
Yumna mengangguk. "Bentar lagi kita turun," jawab Yumna.
Nayla tersenyum kemudian pergi meninggalkan Yumna.
"Kenapa sayang?" tanya David.
"Arka, manggil-manggil kamu katanya, Mas, sana cepat mandi!" jawab Yumna.
"Aaaaaahhhh," pekik Yumna saat David menggendongnya.
"Sayang, jangan teriak dong! nanti semua orang ngira kamu kenapa lagi," ujar David sambil menggendong Yumna menunju kamar mandi.
"Lagian kamu mau ngapain tiba-tiba angkat aku, bikin kaget aja," ketus Yumna.
"Kita mandi bareng ya!" ajak David dan mulai menurunkan Yumna di bathub.
"Inget ya mas cuma mandi." Yumna memperingatkan David.
David, hanya tersenyum dan mengangguk. Kemudian mereka mandi bersama, dan aktifitas mandi yang seharusnya hanya memakan waktu lima belas sampai dua puluh menit menjadi hampir satu jam karena mereka kembali melanjutkan babak kedua.
__ADS_1
BERSAMBUNG...