Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
38


__ADS_3

Baru saja semalam Dahlia merayakan ulang tahunnya di malam itu juga Dahlia memulai lembaran baru dengan suaminya,


Hari ini Dahlia di kejutkan dengan seorang wanita yang datang ke rumahnya meminta pertanggung jawaban dari suaminya.


Hatinya hancur berkeping keping baru saja Dahlia melupakan peristiwa di mana dirinya melihat tanda merah di dada suaminya.


Hari ini di depan kedua orang tuanya adik iparnya dan juga mertuanya Siska mengaku dirinya hamil anak Adam.


Ini adalah kado terberat untuk Dahlia apakah ini juga rencana dari suaminya sampai sampai dia rela merogoh koceknya membelikan sebuah mobil baru.


Ataukah mobil itu sengaja di beli untuk menyuap hatinya supaya bisa menerima wanita lain sebagai madunya.


"Mas Adam.... apakah ini rencana mas adam juga,?


Dahlia berkata dengan suara bergetar sakit kecewa dan marah bercampur jadi satu


Adam terdiam bingung harus menjelaskan dari mana.


"Dam.... bisa kamu jelaskan dengan kami semua yang berada di sini?!"


Pak yatno bicara dengan nada berat amarahnya tertahan matanya tajam menatap ke arah Adam.


"Kenapa kamu melakukan ini Dam... apa kurangnya istrimu,?"

__ADS_1


Bu nani yang sedari tadi menangis akhirnya buka suara,terlihat dia meremas dadanya.


"Mas... kenapa diam mas...kami perlu penjelasan mu... "


Dahlia kembali berkata


Siska yang dari tadi berakting dengan air matanya juga ikut bersuara.


"Dam.... kita harus menikah...aku tidak mau anak ini lahir tanpa ayah Dam...dia darah daging mu"


"Mbak lia...kita sesama wanita ...mbak lia pasti tahu bagaimana jika mbak di posisi aku yang sekarang "


Siska berpura pura sesenggukan di sisi lain Dahlia bisa memahami apa yang di rasakan oleh siska,di sisi lain Dahlia belum bisa menerima kenyataan yang di hadapi saat ini.


"Siska.. sebaiknya kamu pulang... kita bicarakan lain waktu saja "


"Apa ! kamu mengusirku ! enak saja kamu Dam kita melakukannya atas dasar suka sama suka tidak ada unsur paksaan Dam!"


Siska berkata dengan suara yang di tinggikan Adam semakin pusing saja di buatnya.


Semenjak pulang berlibur ke kampung halaman bersama anak istrinya Adam tidak pernah menemui Siska lagi.


Bahkan Adam sengaja mematikan ponselnya yang sering Siska hubungi.

__ADS_1


Lalu sekarang Siska mengaku sedang hamil anaknya.


Adam dan siska terus berdebat masalah kehamilan siska,Dahlia yang dari tadi terus menangis angkat bicara


"Mas...bagaimana pun anak yang di kandung siska tidak bersalah,mas Adam harus bertanggung jawab dengan anak yang tidak berdosa,dan satu lagi mas aku tidak mau di madu !"


"lia...."


Adam tercekat tidak bisa melanjutkan kata katanya lagi di saat Dahlia memberi kode dengan jari telunjuknya.


Mendengar perkataan Dahlia Bu nani merasakan sakit yang sangat hebat di kepalanya.


Jantungnya berdetak dengan sangat cepat keringat dingin keluar dari pori pori tubuhnya.


Napasnya sesak penglihatannya mulai buram bu nani sudah tidak mampu untuk mengimbangi badannya,hingga akhirnya bu nani jatuh tersungkur ke lantai.


"Ibu..!"


Adam ,Dahlia maya dan bagas hampir bersamaan.


"Bu...ibu kenapa Bu.....!


Adam menggoyang kan badan ibunya

__ADS_1


"Mas Adam...sepertinya penyakit ibu kambuh lagi,sebaiknya kita bawa ibu ke rumah sakit saja mas..."


Maya yang tahu penyakit bu nani menyarankan Adam membawa bu nani ke rumah sakit.


__ADS_2