
"Hai semua," sapa Bayu sambil mendudukkan dirinya di samping Yumna, sambil melirik David.
"Hai juga Mas," sahut Yumna tersenyum.
"Om dan Arka kemana?" tanya Bayu.
"Papah baru masuk, kalau Arka tidur, kami baru pulang dari rumah Mas David," jawab Yumna, Bayu mengangguk paham.
"Kamu nggak bikinin aku es kopi seperti dulu?" sindir Bayu, Yumna tersenyum lalu beranjak dari sana meninggalkan David dan Bayu.
"Kenapa lu jadi orang nggak tau malu sekali?" cibir Bayu saat Yumna sudah pergi.
"Apa maksud lu?" ketus David.
Bayu menyeringai dan menghadap ke arah David.
"Lu itu udah nyakitin Yumna, dan sekarang lu berharap bisa kembali? ck nggak tau malu," sindir Bayu dengan tersenyum mengejek pada David.
David mengepalkan tangannya, jika saja ini bukan di rumah mertua maka David akan langsung memberikan Bayu pelajaran.
"Lu--" geram David tapi terpotong.
"Nih, Mas di minum dulu kopinya!" Yumna menyodorkan segelas es kopi kesukaan Bayu.
"Terima kasih Yumna, dari dulu kamu selalu tau yang aku suka," ucap Bayu sembari melirik David, sedangkan David mendengus kesal.
Bayu tersenyum penuh arti, lalu memberikan paper bag yang tadi dia bawa pada Yumna.
"Apa ini Mas?" tanya Yumna bingung.
"Itu baju buat kamu, nanti malam pakai ya! biar kita cople," jawab Bayu, Yumna mengangguk dan tersenyum.
Sementara David mengepalkan tangannya.
"Yumna, aku pamit pulang dulu ya." David beranjak dari duduknya diikuti oleh Yumna.
Yumna mengangguk, David menangkup wajah Yumna lalu mencium kening Yumna penuh cinta.
David melirik sembari tersenyum pada Bayu yang terlihat sangat kesal.
Setelah mencium kening Yumna David pun berjalan keluar meninggalkan kediaman keluarga Indra.
David melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sambil mencari cara untuk membuntuti Yumna dan Bayu atau agar makan malam mereka gagal.
David menepikan mobilnya di pinggir jalan, lalu mengambil ponsel dan menghubungi seseorang.
"Hallo, Dit, lu bisa bantuin gua nggak?" ternyata David menghubungi Adit.
📞"Bantuin apa? jangan yang aneh-aneh ya."
"Nanti jam delapan lu ke apartemen gua ya! lu telponin Yumna."
📞"Lah, mau ngapain gua telpon Yumna?"
"Udah, pokoknya nanti malam lu kesini, tenang, nanti ada bonus buat lu."
📞"Ya, nanti gua kesana."
Setelah mendengar jawaban dari Adit, David langsung mematikan sambungan Telepon sepihak.
David tersenyum penuh arti lalu kembali melajukan mobilnya, dan dua puluh menit kemudian David sudah tiba di apartemennya.
__________________________________________
__ADS_1
Malam harinya.
Yumna sedang bersiap untuk pergi makan malam bersama Bayu, malam ini Yumna terlihat sangat cantik dengan dress berwarna putih bertali spaghetti, yang memperlihatkan bahu mulus Yumna.
Yumna memoles wajahnya tipis kemudian memakai lipstik berwarna merah maroon, menambah kadar kecantikan Yumna meningkat.
Setelah di rasa semuanya sudah siap, Yumna mengambil tas yang ada di atas meja rias. Lalu berjalan keluar kamar menghampiri Bayu dan Indra yang sedang berbincang.
"Sudah siap?" tanya Bayu.
"Sudah," jawab Yumna tersenyum.
"Pah, Yumna jalan dulu ya," pamit Yumna, Indra mengangguk.
Lalu Bayu menggandeng tangan Yumna tiba-tiba, dan mereka pun pergi meninggalkan kediaman keluarga Indra Kusuma.
Selama perjalanan tak henti-hentinya Bayu memandangi wajah cantik Yumna.
Dia sangat yakin kalau Yumna akan senang dengan kejutan yang sudah dia persiapkan.
Sesampainya di tempat yang di tuju,
Bayu turun lebih dulu, lalu dia membantu Yumna untuk turun.
"Terima kasih Mas," ucap Yumna tulus, Bayu mengangguk.
"Tempatnya romantis yah," sambung Yumna, Bayu hanya tersenyum dan menuntun Yumna memasuki kafe yang sudah dia hias dengan sangat romantis.
Bayu menarik kursi, lalu mempersilahkan Yumna duduk, kemudian dia mendudukkan dirinya di depan Yumna.
Bayu sudah mempersiapkan semuanya dengan sangat rapi, hingga saat mereka baru duduk pramusaji datang membawakan makanan yang sudah Bayu pesankan sebelumnya.
Yumna tersenyum, karena semua makanan yang tersaji adalah makanan kesukaannya, lalu mereka pun makan malam dalam diam hingga selesai dan tiba-tiba lampu kafe mati total.
Aku cinta kamu, Yumna mengkerutkan kening bingung. Yumna kembali di buat bingung karena tiba-tiba Bayu berlutut sambil menyodorkan sebuah kotak beludru berisi cincin.
"Yumna aku-----"
Triiiing triiiing
Ponsel Yumna berdering, memotong ucapan Bayu. Yumna mengambil ponselnya yang ada di dalam tas, kemudian menggeser tombol hijau.
"Hallo."
📞"Hallo, Yumna bisa ke apartemen David sekarang?" Adit bertanya sambil melirik David yang sedang tersenyum padanya.
"Emangnya ada apa Mas?"
📞"David sakit, dan dia sendirian di apartemennya. Kamu bisa kesini kan? nanti ku share Lok."
Yumna menoleh pada Bayu, dia merasa tidak enak. Namun, dia juga khawatir pada David.
📞"Yumna?"
"Ya."
📞"Jadi bagaimana? kamu bisa datang kan? aku mau pergi."
"Ya, aku akan datang." Setelah mengatakan itu Yumna mematikan sambungan teleponnya.
"Siapa?" tanya Bayu.
"Mas Adit, asistennya mas David," jawab Yumna.
__ADS_1
"Mas, maaf ya, Kayanya aku harus pergi sekarang, mas David katanya sakit. Aku nggak tega," terang Yumna.
Bayu mengepalkan tangannya menahan amarah, dia yakin David sengaja melakukan ini semua.
"Aku antar kamu ya," usul Bayu.
"Nggak usah Mas, kamu tungguin aja cewek yang mau Mas lamar," tolak Yumna, Bayu mengkerutkan kening bingung.
"Maksud kamu apa?" tanya Bayu.
Ting
Yumna melihat pesan masuk dari Adit, dia sudah mengirimkan alamat apartemen David.
"Kalau gitu aku duluan ya Mas," pamit Yumna, lalu dia berjalan meninggalkan Bayu.
Bayu menatap punggung Yumna yang semakin menjauh dengan sendu, segitu tidak berartinya kah Bayu di mata Yumna.
'kenapa nggak pernah liat dan anggap aku Yumna, dua tahun lebih kita bersama. Aku yang selalu ada untukmu'. batin Bayu.
Bayu menendang dan membanting semua yang ada di depannya.
__________________________________________
Sementara itu di apartemen David sedang menertawakan Bayu.
"Seneng amat lu," ketus Adit.
"Iya dong, gua yakin pasti Yumna langsung ninggalin Bayu dan kesini." David tersenyum membayangkan wajah Bayu.
"Tapi kan lu belum tau Yumna mau atau nggak rujuk sama lu," cibir Adit.
"Dia masih cinta sama gua, jadi pasti mau," jawab David.
"Pede banget sih."
David tidak menjawab dia malah tersenyum membayangkan hari-harinya akan seperti dulu lagi, penuh canda tawa dan warna.
"Udah sana pura-pura tidur!" titah Adit.
Lalu David berjalan ke kamarnya, dia serahkan semuanya pada Adit.
Tidak berselang lama Yumna pun datang,
Adit membukakan pintu dan mempersilahkan Yumna masuk.
"Di mana mas David?" tanya Yumna dengan wajah yang sudah terlihat sangat khawatir.
"Dia ada di dalam, habis minum obat. Mungkin sekarang lagi tidur," jawab Adit.
Yumna langsung melenggang masuk ke kamar David, matanya sendu melihat David sudah tertidur.
Yumna duduk di samping David lalu mengecek suhu David dengan telapak tangannya, dan dia merasa lega karena David tidak demam.
Tanpa Yumna tahu, David tersenyum tipis melihat wajah Yumna yang sedang khawatir padanya.
BERSAMBUNG...
hai ka 👋 kalau kalian sudah membaca tulisan cacingku ini jangan lupa tinggalkan like and komen nya ya 🙏
kalau ada yang mau ngasih bunga atau love juga Monggo 😂 dengan senang hati aku menerimanya 😂
lanjut gak?
__ADS_1