
Hari ini Siska masuk kerja seperti biasanya dia mengambil ship siang semenjak Siska di nyatakan hamil dia sering bangun ke siangan.
"Mbak siska koq pucat banget,masih sakit ya...kenapa gak ijin aja mbak ?"
Salah seorang rekan kerja siska bertanya dengannya,
"gak apa apa koq... cuma sedikit pusing saja "
Siska menjelaskan dengan rekan kerjanya.
"iya mbak siska.... kalau masih sakit baiknya mbak siska ijin saja,ini mbak siska masih pucat banget lho.. mbak siska sakit apa sih..?"
Seorang temannya juga ikut menimpali
"mbak siska sudah berobat ?"
tanya rekannya yang lain lagi
Mendapat pertanyaan beruntun membuat kepalanya menjadi sakit lagi,Siska memijit pelipisnya.
Perutnya serasa di aduk aduk semakin lama semakin membuat badannya menjadi lemas.
Siska lalu di bawa rekan kerjanya ke tempat kamar yang di siapkan jika ada karyawan yang menginap.
Mendapati laporan dari salah seorang karyawan jika ada salah satu dari mereka yang sakit,pemilik restoran melihat keadaan siska.
"Siska.... kamu tidak apa apa... kalau masih sakit sebaiknya kamu istirahat dulu"
Pemilik restoran itu mendekati Siska aroma parfum membuat siska menjadi mual,sekuat tenaga siska menahan agar tidak muntah.
Semakin lama aroma parfum pemilik restoran tersebut semakin menusuk,siska sudah tidak mampu menahan rasa mual di perutnya.
Siska berlari menuju kamar mandi,di sana dia memuntahkan semua isi perutnya.
Mereka yang berada di ruangan itu merasa heran dengan perubahan Siska yang alergi dengan parfum atasannya itu.
"Mbak siska koq seperti orang sedang hamil muda ya..."
__ADS_1
Seorang karyawan bicara dengan teman di sampingnya.
"Hus... jangan bicara sembarangan kamu... kalau mbak siska dengar bagaimana...?"
Temannya menegur yang bicara tadi
"eh...bukankah mbak siska itu sudah punya suami... berartikan berita bagus dong buat mbak siska.."
"iya kalau tidak salah dengar suaminya sekarang ada di tahanan mbak..."
Siska keluar dari tempat mandi wajahnya pucat dan lesu,dia bisa bernapas lega karena atasannya tidak ada lagi di situ.
Siska memutuskan untuk pulang ke kosnya saja.
Di perjalanan pulang Siska melihat seorang pria yang wajahnya tidak asing,pria itu sedang bicara dengan seseorang menggunakan handphone.
Siska terus mengamati pria itu yang posisinya menghadap samping.
Ketika pria itu merubah posisinya menghadap ke arah Siska baru siska melihat jelas wajah pria tersebut.
"Bisa kita bicara sebentar saja ?"
"Waktuku tidak lama,silakan bicara di sini
saja"
Ucap pria itu bernada ketus
"baiklah jika kamu aku bicara di sini,saat ini aku hamil anakmu dan kamu harus mempertanggung jawabkan semuanya !"
Siska sengaja meninggikan suaranya dia tidak peduli dengan orang yang melihat ke arah mereka.
"ha..ha ..ha...kamu hamil anak ku ? kamu yakin itu anakku? aku rasa kamu hanya mengambil kesempatan saja dalam hal ini ...?!"
Plak!
Sebuah tamparan mendarat di pipi pria yang sedang tertawa merendahkan Siska.
__ADS_1
Pria itu pun meraba pipinya yang terasa memanas.
"berani sekali kamu menamparku! "
Pria itu menjadi murka dia melayangkan tangannya ke arah Siska.
Siska berteriak sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya,tamparan pria itu tidak sampai ke wajah siska.
"jangan suka main kasar bung dengan wanita!"
Tangan pria itu di cekal oleh seseorang hingga tidak mendaratkan tangannya ke arah siska.
"Rudi..!?"
Siska kaget kenapa mantan suaminya bisa berada di situ juga.
"heh! siapa kamu berani beraninya ikut campur urusan orang!"
pria mengacungkan telunjuknya ke arah Rudi.
"aku tidak bermaksud ikut campur urusan kalian,tapi saya hanya mau bilang jangan suka main kasar dengan wanita bung!"
Rudi bicara dengan santai tanpa ada rasa takut sedikitpun.
Rudi juga menyarankan Siska segera pulang,siska pun mengikuti apa yang Rudi perintahkan.
"kerjamu sangat bagus!aku akan membayar mu dua kali lipat !"
Rudi berkata dengan pria tersebut dengan senyum licik.
"terima kasih tuan, tapi bagai mana dengan anak yang di kandungnya,saat itu saya tidak menggunakan pengaman tuan,maafkan kecerobohan saya tuan"
"kamu tenang saja... dia tidak akan mencari mu lagi"
Rudi berkata lagi
("siap siap kamu adam masuk ke perangkap yang baru ")
__ADS_1
Rudi berkata dalam hati senyumnya sangat misterius.