
Di kediaman keluarga Indra Kusuma.
Yumna tengah bersiap, karena mereka menikah di rumah sakit maka pernikahannya diadakan sesederhana mungkin.
Yumna, melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, meninggalkan baju yang akan dia pakai di atas kasur.
"Mbak," panggil Nayla di depan kamar Yumna sambil mengetuk pintunya pelan.
"Mbak." Nayla, kembali memanggil. Namun, karena tidak ada jawaban, Nayla, pun membuka sendiri pintu kamar Yumna
"Nggak ada, kemana ya, Mbak Yumna," gumam Nayla.
Saat matanya tengah mencari sosok, Yumna, di penjuru ruangan tanpa sengaja dia melihat foto David, bersama dengan Yumna sambil memegang perut Yumna yang membuncit.
Nayla, berjalan ke arah foto itu, kemudian tangannya terulur mengambil benda persegi tersebut, dengan mata yang berkaca-kaca dia mengelus wajah David.
Hatinya kembali goyah setiap kali melihat David. "Sungguh beruntungnya kamu, Mbak, bisa di cintai oleh, David, sampai begitu dalam. Sedangkan aku, aku dicampakkan setelah mahkotaku di renggut olehnya." Nayla bergumam dengan air mata yang mengalir di pipi tirusnya.
Dia kembali teringat bagaimana dulu dia dan David melewati malam panas mereka, tapi ketika fajar menyapa justru David tidak mengakui semuanya.
Parahnya hanya karena kesal pada, Nayla, yang telah berkhianat pada, Brian, keluarga Wijaya pun membela, David, mereka tidak percaya dengan apa yang, Nayla ucapkan bahkan mereka mengusirnya.
Padahal, Nayla, mencintai David karena David yang selalu ada untuknya, sedangkan Brian, walaupun setatusnya saat itu kekasih, Nayla, tapi dia tidak pernah ada untuknya.
Brian malah selalu ada jika Diana yang membutuhkannya. Hal itu yang membuat, Nayla, menjadi terbawa suasana pada, David, hingga memendam perasaan cinta untuk Kaka iparnya itu.
Lalu, saat keluarga Wijaya membahas soal pertunangan, Brian dan Nayla, dia menolak dan mengakui perasaannya pada David.
Hal itu membuat semua anggota keluarga Wijaya terkejut termasuk David.
__ADS_1
* Flashback on *
Nayla, yang tengah putus asa karena Brian, tidak pernah ada untuknya kini sedang duduk di depan meja bar dengan beberapa gelas kosong di depannya.
Saat dia ingin meminum kembali, David datang bersama Adit. "Jangan minum terlalu banyak, Nay," ucap David.
Nayla tersenyum manis pada David, Kaka iparnya ini memang sangat perhatian padanya.
"Mas, aku lagi kacau, Brian adekmu itu selingkuh dengan Diana," jawab Nayla.
"Mas mau?" Nayla menyodorkan segelas bir pada David tapi David menggeleng.
"Dikit aja, Mas." Nayla menyodorkan kembali gelas berisikan bir itu pada David.
David mengambilnya dan meminumnya hingga habis. "Udah, ayok pulang!" ucap David lalu mencekal pergelangan tangan Nayla.
Adit yang melihat itu langsung memalingkan wajahnya menatap ke arah lain.
"Minum!" Nayla menenggak minuman keras itu sampai habis diikuti oleh David.
"Udah, sekarang ayok pulang! kalau Brian tau kamu kaya gini bisa habis kamu," ujar David sambil memegangi kepalanya yang terasa sedikit pusing.
"Lu nggak apa-apa Dav?" tanya Adit saat David hampir terhuyung.
"Nggak apa-apa," jawab David.
"Huuuu, Mas David, cemen baru segitu udah pusing," timpal Nayla.
Nayla, menatap David dengan senyum mengembang, dia merasa sangat senang David perhatian padanya berbeda dengan Brian, dia hanya mementingkan Diana saja.
__ADS_1
Adit membantu David berjalan lebih dulu karena sepertinya David sudah mabuk, baru kemudian dia membantu Nayla.
Lalu, dia mengemudikan mobilnya menuju ke apartemen milik Adit, ia tidak berani membawa Nayla dan David ke kediaman keluarga Wijaya. Bisa-bisa Adit nanti diceramahi oleh Ajeng karena membiarkan David meminum.
David itu gampang sekali mabuk dan jika sudah mabuk David akan lupa diri, sepanjang perjalanan Adit hanya bisa menutup telinganya mendengarkan celoteh David dan Nayla.
Sesampainya di apartemen milik Adit dia membantu David lebih dulu kemudian dia membantu Nayla.
Adit merebahkan tubuh David dan Nayla, di kasur miliknya, lalu dia turun ke bawah untuk mencari makan.
Sepeninggal Adit, Nayla terbangun, dia meraba-raba tubuh David hingga David pun terbangun.
"Ada apa Nayla?" racau David setengah sadar lalu kembali memejamkan matanya.
Nayla yang sedang mabuk langsung menindih tubuh David, lalu mencium dan Melu*mat bibir David dengan menggebu-gebu.
David yang tengah mabuk itu pun membalas apa yang Nayla lakukan, bahkan kini dia membalikan tubuhnya sehingga Nayla yang berada di bawahnya.
Di sela-sela ciuman panas mereka entah sejak kapan Nayla sudah membuka kancing kemejanya hingga dua gunung kembarnya terpampang jelas di mata David.
David tersenyum dan langsung meraup buah ceri yang ada di gunung kembar tersebut. Dia melu*mat dan menji*lati buah itu dengan penuh naf*su.
Kemudian David pun berdiri dan membuka satu persatu kain yang dia dan Nayla pakai. Lalu mempersiapkan diri untuk memasuki lembah milik Nayla.
Bruuuukkk
* flashback off *
"Nayla, kamu lagi ngapain?" tanya Yumna yang baru saja keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
BERSAMBUNG