
Keesokan paginya di kediaman keluarga Indra Kusuma sudah di sibukkan, oleh aktivitas barbeque permintaan Arka.
Arka ingin sekali bakar-bakar bersama semua anggotanya yang lain.
Keluarga Wijaya dan keluarga Broto pun sudah datang termasuk Diana dan Yuda, sedangkan Brian belum juga terbangun dari mimpinya.
Brian memang orang yang paling susah di bangunkan apa lagi jika hari ini adalah hari libur.
Padahal ketiga anggota keluarganya sedang berkumpul, kini mereka sedang berkumpul di taman belakang.
"Yumna, dimana Brian?" tanya Diana pada Yumna yang sedang membakar sosis untuk Arka.
"Dia ada di dalam, di kamar nomor tiga dari tangga," jawab Yumna.
"Ok deh, kalau gitu aku mau bangunin Brian dulu ya! Dia itu kalau nggak di obrak Abrik ya nggak bakalan bangun," geram Diana, sedangkan Yumna hanya terkekeh.
"Iya, Yuda kamu di sini aja sama ayah dan bunda ya!" ujar Yumna pada Yuda tapi Yuda menggeleng.
"Mau ikut Mamah," jawab Yuda sambil memegangi lengan Diana.
Yumna tersenyum sambil mengacak-acak rambut Yuda. "Yaudah sana bangunin, Papah," ucap Yumna.
Lalu, Yuda dan Diana pun masuk ke dalam rumah untuk membangunkan Brian.
Di tangga Diana celingukan mencari kamar yang di tiduri Brian, sampai dia melihat Nayla keluar dari salah satu kamar dan berjalan ke arah tangga.
Diana ingin bertanya pada Nayla, tapi dia masih merasa kesal karena Nayla ingin merebut David dari Yumna.
Jadi Diana putuskan mencarinya sendiri, tapi saat Diana kembali melangkahkan kakinya Nayla memanggil. "Kamu cari Brian?" tanya Nayla.
"Iya." Diana menjawab dengan singkat.
"Dia ada di kamar yang itu, sebelah kamar aku," Nayla menunjuk kamar yang berada tak jauh dari tangga.
"Terima kasih." Setelah mengatakan itu dengan perasaan sedikit marah Diana pun langsung berjalan ke kamar yang di tunjuk Nayla tadi.
Sesampainya di pintu Nayla sempat melirik pada kamar sebelahnya, yaitu kamar Nayla. 'apa Brian tidur di sini hanya untuk dekat lagi sama Nayla? kenapa dia tidur kamar ini, sudah jelas-jelas ini dekat dengan kamar Nayla,' batin Diana kemudian dia langsung membuka pintu tersebut.
Saat pintu terbuka langsung terlihat Brian tengah tidur terlentang di atas kasur, Diana dan Yuda berjalan menghampiri Brian dan duduk di tepi kasur.
"Sayang bangun! ish nggak tau malu banget sih, di rumah kakak iparnya tidur kaya kebo gini." Diana mengguncang tubuh Brian.
Namun, bukan Brian namanya kalau dia langsung bangun, butuh beberapa kali guncangan baru dia akan terbangun.
"Papah, bangun!" Kini Yuda yang menepuk-nepuk pipi Brian, bahkan dia duduk diatas perut Brian.
"Aduh sayang, bentar lagi ya, Papah masih ngantuk," jawab Brian.
"Enggak pokoknya bangun sekarang!" Diana menarik tangan Brian hingga dia terduduk.
Brian menguap sambil mengucek-ngucek kedua matanya, dan dia langsung memeluk Yuda.
"Sayangnya, papah, kok ada di sini? lagi ngapain?" tanya Brian pada Yuda.
"Kamu yang semalaman tidur di sini, masa kamu nggak tau, hari ini kan ada acara keluarga. Bahkan Papah Mamah Wijaya dan Papah Mamah Broto sudah ada di sini," ketus Diana.
"Astaga, masa sih? acara apa? Aku baru tau." jawab Brian.
"Kamu tidur di sini bukan karena Nayla kan? hayo ngaku? kamu nggak niat CLBK sama dia kan?" tanya Diana beruntun sambil mengacungkan jari telunjuknya tepat di hidung Brian.
Brian hanya terkekeh dan merengkuh tubuh Diana lalu mencium puncak kepalanya. "Kemaren di sini ada drama Nayla, Adit dan Mas David, masalalu sudah terkuak sekarang," jawab Brian.
"Maksudnya gimana?" Diana masih belum mengerti.
"Ya, orang yang mengambil kesucian Nayla, ternyata bukan Mas David, melainkan si Adit," jawab Brian.
Diana terkejut dia melepaskan pelukannya dan menatap Brian. "Itu seriusan? setelah sekian lama kok Adit, baru ngomong."
__ADS_1
"Ya mana aku tau, mungkin karena Adit, mulai mencintai Nayla," jawab Brian.
"Kalau mereka jadian kamu nggak kenapa-kenapa kan?" selidik Diana membuat Brian terkekeh.
"Aku bakal marah sih," goda Brian.
"Kamu masih cinta sama Nayla?" Mata Diana mulai mengembun, dia merasa sedih mendengar Brian berkata seperti itu.
"Astaga sayang, aku cuma bercanda, lagian pertanyaan kamu itu ngaco. Aku sudah melupakan masalalu jauh sebelum aku menikah sama kamu, fokusku sekarang ada pada kalian berdua," jawab Brian.
"Udah ah, aku mau cuci muka dulu tunggu sini ya! nanti kita ke bawah bareng-bareng," sambung Brian kemudian dia langsung turun dari kasur, sedangkan Diana tersenyum lega.
Dia hanya berharap jika apa yang Brian katakan itu adalah kebenaran.
Tak berselang lama Brian sudah keluar dari kamar mandi dengan menggunakan celana pendek dan kaos.
"Cenala pendek dan kaos siapa itu?"
"Punya aku lah, masa iya aku kumpul keluarga pake kemeja atau jas, kan nggak lucu," jawab Brian tapi Diana masih menelisik.
"Aku pakai baju doble," sambung Brian dan Diana mengangguk.
"Ayok kita turun!" Brian langsung menggendong Yuda kemudian mereka pun bergabung dengan anggota keluarga yang lain.
Terlihat Nayla sedang duduk di antara Yumna dan David, dan hal itu membuat Diana geram.
Namun, saat Diana ingin mendekati Nayla, Adit datang menyodorkan jus pada Nayla, Yumna dan David kemudian dia duduk di samping Nayla.
Diana dan Brian kembali melanjutkan langkahnya dan duduk di samping para orang tua.
Lalu, saat mereka semua tengah bercanda gurau, Adit memainkan gitar sambil bersenandung.
Semua mata tertuju pada Adit, termasuk Nayla. Dia tersenyum saat mendengar suara merdu Adit.
Adit menyanyikan lagu "Sempurna" dan dari awal Adit bernyanyi matanya selalu melihat pada Nayla, karena lagu itu emang untuk Nayla.
Saat lagunya selesai serempak semua orang bertepuk tangan untuk Adit, Nayla juga ikut bertepuk tangan.
"Mamah kenapa anak itu ada di sini?" tanya Arka yang dimaksud orang itu adalah Yuda.
"Sayang, itu adik Arka, namanya Yuda," jawab Yumna membuat Arka mengkerutkan kening.
"Dia olang galak," adu Arka dengan menatap tajam Yuda.
"Ssssttt Arka, nggak boleh ngomong gitu, mending Arka, main gih sama Yuda, dia anaknya baik lho." Yumna menasehati Arka.
"Alka, mau main sama onti Nay, aja." Arka langsung berjalan mendekati Nayla dan Adit.
"Onti, main yuk!" ajak Arka, Nayla tersenyum lalu berjongkok.
"Mau main apa sayang?" tanya Nayla.
Arka tampak berpikir sejenak, kemudian dia langsung menarik Nayla masuk ke dalam rumah.
"Arka, mau kemana?" teriak Yumna tapi tidak di dengar Arka.
"Udah biarin aja sayang, paling dia mau ngajak Nayla main," ujar David.
Arka membawa Nayla ke pekarangan rumah, lalu dia mengambil serokan dan mencoba mengambil ikan menggunakan serokan tersebut.
"Arka mau ngapain sayang?" tanya Nayla.
"Ambil ikan, buat bakal," jawab Arka tanpa menoleh.
Nayla tersenyum melihat Arka, dan saat Nayla ingin membantu Arka mengambil ikan.
Ponselnya berdering, dia menggeser tombol hijau dan mengangkatnya.
__ADS_1
"Ya, hallo."
📞"...."
"Tadi kan udah aku foto, masa masih nggak jelas sih feb?"
📞"...."
"Yaudah bentar-bentar, aku ambil dulu tasnya." Nayla menjauhkan benda pipih tersebut dari telinganya dan menoleh pada Arka.
"Arka, sayang, Tante Nay, mau ambil barang di atas dulu ya! Arka, jangan keluar rumah ya, bentar aja kok," pesan Nayla dan Arka mengangguk paham.
Nayla tersenyum dan mengacak gemas rambut Arka, kemudian dia masuk ke kamarnya untuk mengambil tas yang ingin dia foto.
Namun, saat Nayla kembali ke perkarangan dia tidak melihat Arka, lalu dia berlari ke taman di sana juga ternyata tidak ada Arka.
Nayla tampak panik, tapi dia belum memberitahukan siapapun, dia hanya diam mematung sambil mengedarkan pandangannya.
Adit yang melihat wajah Nayla berubah menjadi pucat langsung menghampiri Nayla dan bertanya. "Ada apa?"
"Arka, di mana?" tanya Nayla membuat Adit mengkerutkan kening.
"Bukannya tadi sama kamu? dari awal dia pergi pergi sama kamu, Arka belum kembali," jawab Adit.
"Ya ampun Arka, di mana?" lirih Nayla.
Yumna yang melihat raut wajah Adit dan Nayla yang panik, langsung menghampiri mereka.
"Kalian berdua kenapa?" tanya Yumna, tapi Nayla tidak menjawab dia malah menundukkan kepalanya.
"Mas Adit?" Adit pun hanya diam saja, hal itu membuat Yumna bingung.
Dia mengedarkan pandangannya mencari Arka. "Di mana Arka? bukannya tadi dia sama kamu?" tanya Yumna.
"Itu Mbak, emmm--- itu, apa Arka, nggak di sini?" Bukannya menjawa Nayla malah bertanya soal Arka pada Yumna.
"Apa maksudmu? bukannya tadi Arka, sama kamu?" Yumna bertanya dengan nada yang sedikit tinggi.
"Aku tadi tinggalin Arka, sebentar dan pas aku kembali Arka, nggak ada. Aku pikir dia ke sini," jawab Nayla membuat Yumna terkejut.
"Apa maksud kamu Nay?" Mata Yumna mulai mengembun menahan tangis, jantungnya mulai berdetak tidak beraturan.
David yang sejak tadi memperhatikan Yumna langsung menghampirinya. "Ada apa sayang?" tanya David pada Yumna.
"Mas, kata Nayla, Arka, nggak sama dia," jawab Yumna.
"Kok bisa? Nayla, bukannya tadi dia sama kamu?" David mulai terpancing emosi.
"Iya tapi pas aku tinggal ke dalam---"
"Kenapa kamu tinggal hah?" timpal David dengan nada tinggi, membuat semua orang menghampirinya.
"Ada apa Dav?" tanya Indra.
Namun, David tidak menjawab dia langsung berlari ke dalam rumah untuk mencari Arka, diikuti oleh Brian dan Adit.
Sementara Yumna langsung jatuh terduduk saat membayangkan jika kemungkinan Arka hilang.
Diana dan Ajeng langsung menghampiri Yumna dan membantunya untuk duduk.
"Sabar sayang, mungkin saja Arka, lagi bersembunyi. Dia lagi ngajak bercanda kita," ucap Ajeng.
"Iya Yumna, Arka itu kan anak yang aktif," timpal Diana.
"Tapi kalau Arka---"
"Ssssttt sayang, nggak boleh ngomong gitu," potong Mira.
__ADS_1
Diana menatap tajam Nayla yang sedang menundukkan kepalanya itu, dia mulai berpikir yang macam-macam pada Nayla.
BERSAMBUNG...