Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
Chapter 166


__ADS_3

"Jadi, bagaimana Ar? kamu siap untuk tanggung jawab kan?" tanya Adit.


Arka tidak menjawab, dia masih fokus menatap wajah Ayarra sambil menggenggam kedua tangan gadis itu.


"Arka," panggil Yumna sambil menyentuh bahu Arka.


"Apa aku ada pilihan lain? Nggak ada kan? terus kenapa kalian masih bertanya? apa kalau aku menolaknya kalian akan terima? nggak kan? kalian akan tetap meminta aku untuk tanggung jawab kan? jadi jangan tanyakan lagi," tutur Arka tanpa menoleh sedikitpun.


Dia masih betah menatap wajah cantik Ayarra, mungkin saja ini terakhir kalinya dia bisa menatap wajah cantik itu.


Tak berselang lama kemudian Ayarra pun tersadar, dia memegangi kepalanya yang terasa pusing.


"Alhamdulillah, kamu udah sadar," ujar Arka sambil membantu Ayarra yang ingin duduk. Namun, Ayarra menepis tangan Arka. "Aku bisa sendiri," tolaknya.


"Aku mau pulang." Ayarra bangkit dari duduknya.


"Nanti aja ya sayang! kamu istirahat dulu. Kamu kan baru sadar, ini minum dulu teh hangatnya." Yumna meminta Ayarra untuk istirahat lebih dulu sambil menyodorkan segelas teh hangat padanya.


"Nggak usah Tante, aku mau pulang aja," tolak Ayarra.


"Aku antar ya!" tawar Arka sambil bangkit dan hendak memegang tangan Ayarra, tapi Ayarra kembali menolaknya, "nggak usah, makasih, aku bisa sendiri kok."


Saat Ayarra hendak melangkah dia melihat ke arah jari jemarinya, masih melingkar dengan indah cincin berwarna perak dengan mutiara berwarna biru ditengahnya yang baru Arka pakaikan seminggu yang lalu.


Ayarra tersenyum getir sambil melepaskan cincin tersebut dari jari manisnya, kemudian dia memberikannya pada Arka. "Ini aku kembalikan ke kamu."


Arka terkejut saat Ayarra mengembalikan cincin tunangan mereka, sedangkan Yumna terlihat sangat sedih melihat itu semua.


Ingin rasanya Yumna membantu Arka menyelesaikan masalahnya, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena ini juga kesalahan Arka.


"Kenapa kamu kembalikan cincin ini? ini kan cincin tunangan kita," tanya Arka.


"Iya, satu minggu lalu, tapi sekarang sudah berakhir, dan sekarang kamu bebas dari ikatan pertunangan kita. Jadilah laki-laki yang bertanggung jawab, atas apa yang sudah kamu perbuat. Jangan pikirkan soal aku lagi, karena aku nggak apa-apa," tutur Ayarra sambil tersenyum manis pada Arka dan anggota keluarga yang ada di sana.

__ADS_1


Sebenarnya hati Ayarra sangat hancur saat melepaskan cincin itu, tapi dia mencoba untuk terlihat kuat di depan Arka. Agar laki-laki itu tidak merasa bersalah.


Bagaimana pun Arka memang tidak bisa bersamanya karena ada darah dagingnya yang sedang tumbuh di rahim wanita lain.


Yumna dan Alexa hanya bisa menangis melihat semua itu, karena mereka tidak bisa berbuat apa-apa selain menjadi penonton.


Arka memang harus bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan bukan? tapi melihat bagaimana Ayarra berpura-pura kuat membuat Alexa dan Yumna sakit.


"Aku permisi," pamit Ayarra kemudian dia pun berlalu meninggalkan Arka yang masih diam mematung sambil memandangi cincin tunangan mereka.


Melihat cincin pertunangan mereka kembali lagi padanya, membuat Arka hancur. Padahal mimpinya bersama Ayarra sangatlah indah.


Akan tetapi semua mimpi itu harus kandas bahkan sebelum mereka memulai.


Saat Ayarra mulai menjauh, Arka baru tersadar dari lamunannya, dia ingin menyusul Ayarra. Namun, di tahan oleh Nia. "Arka, biarin Ayarra pergi, dia butuh waktu untuk mengerti dan menerima semua ini," ujar Nia.


Nampaknya Nia mulai berani atas Arka, terlihat dari bagaimana dia memanggil Arka hanya dengan nama. Tidak seperti sebelum-sebelumnya, Nia selalu memanggil Arka dengan panggilan Abang.


"Mah, aku mau ngomong sama Ayarra sebentar lagi, boleh ya? sekalian aku mau antar dia, kasian dia pulang sendirian." Arka meminta ijin pada Yumna dan mencoba melepaskan pegangan tangan Nia darinya.


"Aku mau bilang, kalau aku memang akan menikahi Nia, tapi setelah anakku lahir aku akan kembali padanya dan menikahinya," jawab Ayarra membuat Yumna murka.


Plakkkk


"Kamu memang udah nggak waras Arka! Apa kamu pikir pernikahan itu untuk main-main hah?" bentak Yumna.


"Aku nggak pernah menganggap pernikahan itu sebuah mainan Mah, makannya aku ingin menikahi Ayarra, setelah anakku lahir. Karena aku cuma cinta sama dia," jawab Arka spontan.


Kali ini bukan Yumna yang marah, melainkan juga Adit. Dia menghampiri Arka dan langsung memberikan beberapa pukulan di perut dan wajah Arka.


"Dasar baji*ngan, apa kamu pikir anak saya permainan hah?" teriak Adit.


Arka hmengusap sudut bibirnya yang mengeluarkan sedikit darah itu. "Tapi aku hanya mencintai Ayarra," jawab Arka.

__ADS_1


Adit kembali murka, dia ingin melayangkan pukulan kembali pada Arka, tapi ditahan oleh Brian. "Udah Dit, percuma lu pukulin dia sampe bonyok sekalipun, karena sekarang dia masih syok. Jadi, nggak akan bisa mikir jernih, yang penting sekarang adalah Arka siap menikahi Nia. Bertanggung jawab atas anak lu, udah. Sisahnya kita serahkan ke mereka berdua nanti. Syukur-syukur mereka bisa saling mencintai," tutur Brian.


Adit mendengus kesal dan kembali duduk di samping Nia dan Nayla. Sementara David dan Yumna hanya bisa diam.


"Jadi, kapan pernikahan dilangsungkan?" tanya Brian pada David.


"Secepatnya," jawab Adit.


"Arka, gimana? Kapan kamu siap untuk menikah?" Brian bertanya pada Arka.


Tetapi Arka hanya diam saja, dia malah memalingkan wajahnya ke arah lain. Arka merasa percuma saja kapanpun pernikahan itu terjadi mau tidak mau dia harus menerimanya bukan?


Brian menghela napas panjang dan menggelengkan kepalanya, sudah pasti ini berat untuk Arka, karena Brian tau bagaimana Arka mencintai Ayarra.


Arka sama seperti David jika sudah cinta pada wanita, maka tidak akan mudah bagi mereka menggantikan posisi wanita itu.


Bedanya nasib Arka tidak seberuntung David, dulu David hanya hampir melakukannya, kalau Arka sudah melakukannya, bahkan sampai Nia hamil.


"Gimana kalau 3 hari lagi? tapi kita sembunyikan dulu pernikahan mereka seenggaknya sampai Nia, lulus 3 bulan lagi," usul Adit, Brian mengangguk.


"Gimana Mas?" tanya Brian pada David.


"Iya, aku setuju," jawab David.


Mendengar itu Arka hanya bisa menutup mata, hatinya benar-benar hancur.


BERSAMBUNG...


Hai 👋 semoga suka ya sama ceritanya, jangan lupa kalau kalian sudah selesai membaca, tolong ya tinggalkan like and komennya 🙏


Kalau ada typo atau apalah itu yang mengganggu, harap di maklum ya 🙏 jempolku emang suka nakal 😂😂


Kalau ada yang mau ngasih bunga atau love monggo dengan senang hati aku akan menerimanya 😂

__ADS_1


Bantulah author Somplak sedikit ini untuk menjadi lebih baik. Terima kasih 😘


~*Salam sayang Author Somplak Dikit*~


__ADS_2