
Hallo apa kabar? semoga sehat selalu ya! Aamiin 🙏
🌹✨SELAMAT MEMBACA SEMUANYA✨🌹
Ternyata mobil David dan rombongannya sudah datang, dan mobilnya memasuki perkarangan rumah Ayarra, Bayu tersenyum saat melihat Arka turun dari mobil dengan jas berwarna putih.
Arka terlihat sangat tampan, dan Bayu pun tanpa sadar menitikkan air matanya. Waktu benar-benar cepat berlalu, rasanya baru kemarin Bayu membantu Yumna membesarkan Arka.
Saat jauh dari David, dan lihatlah sekarang, ponakan yang sudah dia anggap seperti anaknya sendiri justru sebentar lagi akan menjadi menantunya.
"Siapa sih Mas? kok malah bengong aja," kata Angel seraya berjalan menghampiri Bayu.
Angel pun tersenyum saat melihat Arka tengah merapikan rambutnya di depan kaca spion.
"Mereka udah dateng kok kamu malah diem aja sih Mas," cibir Angel.
Bayu tersenyum. "Yaudah yuk kita turun!" kata Bayu.
"Eeemmm sayang, kamu tunggu di sini dulu ya! nanti kamu dipanggil kalau udah waktunya," pesan Bayu pada Ayarra.
Ayarra hanya mengangguk sambil memberikan senyuman termanisnya, kemudian Bayu dan Angel pun berlalu dari sana untuk turun ke lantai bawah untuk menyambut keluarga mempelai pria.
***
"Hai Dav," sapa Bayu sambil memeluk David sekilas, begitu juga dengan Yumna dan Angel, mereka saling pelukan dan menyapa satu sama lain.
"Arka sayang, kamu ganteng banget hari ini," puji Angel pada Arka yang berdiri di belakang Yumna.
"Terima kasih." Hanya itu yang bisa Arka katakan karena dia merasa kikuk.
Arka pun mengedarkan pandangannya untuk mencari sosok Ayarra. Namun, sepertinya gadis itu tidak ada di sini.
"Kamu cari siapa Bang?" goda Diana sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Nggak Tante, cuma lihat-lihat aja," jawab Arka.
__ADS_1
"Yaudah sini duduk sini!" Angel mempersilakan keluarga David untuk duduk sambil menunggu pak penghulu, kemudian keluarga David pun duduk.
"Ayarra ke mana ya?" Arka berbisik pada Yuda.
"Sabar napa Bang, jadi orang kok nggak sabaran," sungut Yuda.
"Bukan nggak sabaran, justru liat nih tanganku gemeteran semua." Arka memperlihatkan kedua tangannya yang gemetar karena rasa gugup.
Melihat itu tentu saja membuat Yuda terkekeh, dia baru tau jika orang seperti Arka akan gugup juga ternyata.
***
Di tempat lain.
Fathan tengah bersiap-siap, untuk datang ke pernikahan Arka dan Ayarra. Tak lupa dia juga membawa Nia bersamanya, dan Nia pun tengah bersiap di kamar yang lain.
Akan tetapi saat Nia ingin bersiap, dia merasa jantungnya berdegup kencang, dan tubuhnya terasa sangat lemas, dia masih tidak percaya. Orang yang dia cintai dan orang yang pernah menjadi suaminya akan menikah dengan orang lain.
Bahkan di saat dia sendiri belum melupakan pernikahannya itu. "Udah siap belum?" tanya Fathan sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar Nia.
Setelah semuanya siap, lalu Nia pun beranjak dari meja riasnya dan membukakan pintu untuk Fathan.
Mata Fathan tidak bisa berkedip saat Nia membuka pintu, karena hari ini Nia terlihat sangat cantik dan anggun.
"Kamu cantik," puji Fathan sambil memberikan senyumnya, membuat Nia merasa malu karena pujian itu.
"Sudah siap? kalau udah, bisa kita langsung berangkat?" tanya Fathan dan Nia pun mengangguk.
Lalu, mereka berdua pun pergi dari rumah Fathan yang cukup sederhana itu, jika dibandingkan dengan rumah Nia. Namun, kasih sayang Fathanlah yang membuat Nia bertahan di sana. Meskipun awalnya Nia tidak betah dengan kondisi itu.
***
Kembali ke kediaman keluarga Bayu
Saat pak Penghulu sudah datang, Bayu pun memanggil Ayarra untuk turun ke lantai bawah, karena sebentar lagi pernikahannya akan dilangsungkan.
__ADS_1
"Sayang, yuk turun ke bawah!" ajak Bayu, dia pun menuntun Ayarra dan menggenggam tangan putrinya itu dengan sangat lembut dan penuh kasih.
Sementara sang penata rias membantu Ayarra memegang baju bagian belakangnya, agar tidak terjatuh atau terinjak saat menuruni anak tangga nanti.
Saat Ayarra menuruni anak tangga bersama Bayu, semua mata memandangnya tanpa berkedip. Bahkan terdengar bisik-bisik dari orang-orang yang mengatakan jika Ayarra sangat cantik seperti seorang Putri dari negeri dongeng.
Hal itu tentu saja membuat Ayarra tersipu, dia pun menundukkan kepalanya karena malu.
"Sini sayang duduk di sini." Yumna menyambut Ayarra di pijakan tangga terakhir, kemudian menuntunnya untuk mendekat dan duduk di samping Arka.
Arka sempat menoleh pada Ayarra dan memberikan seulas senyum kemudian memujinya, "kamu cantik banget ay, aku jadi gemes." Sontak semua orang bersorak meneriaki Arka, terutama Alexa dan Yuda.
"Hei, apa yang aku bilang bener kan? kenapa kalian malah teriakin aku sih?" sungut Arka.
"Pujiannya sih ok, cuma gemesnya itu lho Bang, sadar Bang sadar. Belum halal," cibir Yuda, membuat semua orang tertawa.
"Udah, udah, jangan bercanda! udah mau mulai juga." Yumna menengahi, dia pun menutup kedua kepala Arka dan Ayarra menggunakan kerudung putih yang panjang dengan beberapa pernak-pernik di samping kanan dan kirinya.
"Apa bisa mulai sekarang?" tanya pak Penghulu, Arka dan Ayarra beserta para saksi pun mengangguk.
"Apa Bapak Bayu ingin menikahkan langsung anak Bapak?" tanya pak Penghulu.
Bayu menggeleng dan berkata, "Saya mewakilkan pada Bapak, untuk menikahkan anak perempuan saya Ayarra Praticia dengan ananda Arka Cavero bin David putra Wijaya, dengan maskawin berupa uang sebesar 10 juta rupiah dengan seperangkat alat sholat dibayar tunai." Bayu menyerahkan ijab kabul kepada pak Penghulu.
"Baik." Setelah mendengar itu Pak Penghulu langsung bersalaman dengan tangan Arka dan berkata, "saya nikahkan dan kawinkan engkau ananda Arka Cavero bin David putra Wijaya dengan ananda Ayarra Praticia binti Bayu Prayuda dengan mas kawin berupa uang sebesar 10 juta rupiah dan seperangkat alat sholat dibayar tunai!"
"Saya terima nikah dan kawinnya Ayarra Praticia binti Bayu Prayuda dengan mas kawin berupa uang sebesar 10 juta rupiah dan seperangkat alat sholat dibayar tunai!" ucap Arka dengan lantang dan dalam satu tarikan napas.
"Bagaimana para saksi?" tanya pak Penghulu seraya menoleh ke pada para saksi.
"Sah!" jawab semua orang yang hadir di sana dengan serempak.
"Alhamdulillah." Pak Penghulu merapalkan doa kemudian berkata kepada Ayarra dan Arka, "sekarang kalian sudah resmi menjadi suami istri, Ayarra, silakan cium tangan suamimu Nak!"
Ayarra mengangguk dan menyalami tangan Arka, Arka pun mencium kening Ayarra seraya merapalkan beberapa doa.
__ADS_1
BERSAMBUNG...