Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
76


__ADS_3

Dahlia menyandarkan kepalanya ke jok mobil,alunan lagu melow yang di putar oleh driver membuat Dahlia terbawa suasana.


~


Inikah yang dinamakan asmara cinta?


Telah lama hubungan ini kita bina


Dengan mudah engkau menduakan cinta


Antara aku dengan dirinya


Diri ini telah percaya kepadamu


Rasa sayang ini ku curahkan untukmu


Namun itu semua tiada artinya


Sungguh sakit hati ini melihatmu


Entah apa yang tejadi kepadaku


Kau berani selingkuh di depan mataku


Serasa hati ini pilu dan sendu


Kau hancurkan diriku


Masih kuingat kalimat janji manis mu


Kau 'kan s'lalu setia bersama diriku


Namun itu janji palsu yang kau ungkapkan


Aku pun terpedaya


~~


Dahlia larut dalam setiap bait kata dalam lagu yang berjudul 'Asmara Yang Kandas'


Air matanya berurai melewati pipinya tanpa permisi.


Tidak ada yang menyadari Dahlia sedang menangis,hingga lagu berputar ke berikutnya


Pada siapa aku berkeluh?


Berbagi cerita, jeritan hati


Jika bukanlah padamu


Yang selama ini mengerti


Dengarkan, Kasih, aku merindu


Berharap hadirnya dirimu


Maafkan aku yang bersalah


Mohon kembalilah, hatiku merayu

__ADS_1


Semulanya aku merasa


Mampu tanpa dirimu


Ternyata aku tak bisa


Berpaling dari cinta


Menyesal tak bermakna


Merana, aku merana


Siapa yang dapat mengerti


Bila bukan dirimu, Kasih, yang kucintai?


"Hiks! hiks! hiks"Maya mendengar Dahlia terisak,hatinya pun menjadi pilu.


"Pak,bisa ganti lagunya cari yang bernuansa party biar tidak mengantuk " Pinta Maya pada driver,lagu baru setengah di putar.


"Lagu lagu di memory saya semuanya seperti ini mbak,pake lagu mbak saja boleh kok," Driver mematikan lagu tersebut,


Driver berhenti bersiul menirukan lirik lagu yang barusan di putar dan baru setengah sudah di matikan.


"Oh maaf mbak,saya tidak tahu mbak terbawa suasana lagu" Melihat Dahlia dari kaca spion,hidungnya sudah memerah.


"May....hiks hiks hiks" Tak sanggup lagi Dahlia menahan gejolak hatinya,Dahlia memeluk Maya yang sudah meminta ijin pada Bagas untuk pindah tempat duduk dekat dengan Dahlia.


"Aku mengerti perasaan kak Lia,menangis lah kak,menangis lah sepuasnya,"Maya membelai pundak Dahlia,membiarkan menangis di pelukannya.


Kak Lia yakinlah ujian ini akan berakhir,aku tahu kakak masih mencintai Mas Adam.


"Mbak,em.. eh gak jadi " Driver yang penasaran apa yang terjadi dengan Dahlia tidak berani menanyakan privasinya.


"Kisah cintanya persis seperti lagu pertama,dan suara hatinya persis seperti lagu yang kedua," Maya paham jika driver sangat penasaran.


"Oh, maaf mbak saya tidak tahu,sumpah mbak,lagu lagu di memory card maupun hp semuanya lagu lagu melow semua mbak," Driver merasa bersalah,dengan perkataan Maya Driver bisa memahami tanpa penjelasan yang berbahan mentahan.


"Tidak apa pak,semua lagu tidak ada yang salah,orang yang menyukai lagu pun tidak salah,hanya suasana hati kakak saya saja yang sedang salah " Maya terus mengusap rambut Dahlia yang sudah dia anggap seperti kakak kandungnya.


Perjalanan hampir menyita waktu empat jam,jika mereka membawa mobil sendiri bisa saja mereka memakan waktu hinga lima jam.Sang Driver handal layak memperoleh bintang lima telah membawa mereka dengan selamat,fan waktu jauh lebih singkat,kini mereka sudah sampai showroom tempat bagas menitipkan mobilnya.


Dahlia mengucek matanya,terasa bengkak berkali kali Dahlia menekan lembut dengan tisu sekitar kantong matanya.


Berapa jam aku menangis berapa jam aku tertidur sampai mataku terasa sipit seperti mata china


Dahlia menjadi malu dia turun dari mobil dengan mengenakan kacamata hitam menutupi mata yang sembab.


"Kak,tunggu di sini saja ya sama maya,Al mau ikut Om ambil mobil ?"Bagas sengaja membawa keponakannya masuk showroom memberi ruang Dahlia dan Maya.


"Kak Lia masih ingin belanja atau mau langsung pulang?"Tanya Maya.


"Capek rasanya May,ingin cepat pulang saja,kalian nginap dulu ya di toko,besok baru pulang "Maya mengangguk setuju dengan permintaan Dahlia.


Mobil Bagas mendekati Maya Dan Dahlia,keduanya masuk duduk berdampingan lagi,Al di depan bersama Bagas.


"Lapar Om,"Al memegang perutnya.


Bagas menoleh sebentar ke arah belakang meminta pendapat dari dua wanita yang berada di sana.

__ADS_1


"kita makan sampai rumah saja ya,makanan yang kita bawa dari kota jauh masih wangi,nanti tinggal kita panaskan,supaya kita makan bersama Tika dan Desi" Alasan Dahlia memang masuk akal,jarak showroom dengan tokonya hanya memakan waktu 15- 20 menit saja.


"Oh iya benar deh Ma,di depan toko Mama juga ada jual makanan siap saji yang tidak kalah lezat,nanti Om Bagas mau kan beli kalau makanan kita kurang" Al menyentuh pelipis dengan jari telunjuknya.


"Apa yang Om tidak mau untuk ponakan Om yang ganteng ini" Bagas menyentuh rambut Al.


Mobil sudah merapat di depan toko Dahlia yang sudah di tutup oleh karyawannya,Tika yang sudah di kasi kabar kedatangan mereka membuka pintu ruko.


"Mari kita masuk Dahlia langsung mengajak mereka ke lantai atas,Dahlia meminta Desi menggelar tikar karpet di depan ruang kecil multifungsi.


Maya membuka semua makanan yang di bawanya dari kota yang sudah mereka kunjungi hanya dengan menghitung jam saja.


Meminta Desi untuk memanaskan semua lauk yan mereka bawa.


Tika membantu menghidangkan juga makanan yang di beli Bagas dari penjual makanan siap saji depan toko Dahlia.


"Ini makanannya beda,rasanya juga enak banget,belum ada yang jual yang beginian di sini,"Tika mencicipi sebuah menu andalan yang di sudah di bungkus oleh pelayan di kota yang sangat luas dan besar.


"Tadi kami sebelum melanjutkan perjalanan pulang,kami mampir di cafe yang sangat besar,temanya juga bagus,menyesuaikan keinginan kita,"Maya yang memulai ceritanya.


"Kami juga memperoleh semua ini dengan gratis,kami makan di sana juga gratis"Timpal Maya Lagi.


"Wow! senangnya,andai kita ikut tadi pasti dapat pacar gratis juga " Canda Desi.


"Setuju dengan mu,karna di sana kami bertemu pria idaman mu " kini Dahlia yang menggoda Desi.


Desi mengerutkan keningnya memikirkan maksud dari perkataan Dahlia.


"Alien ?" Suara Desi pelan.


"Iya,Alien pujaan mu ada di sana ,hah" Dahlia menutup mulutnya bukan mengejek tapi seperti ada sesuatu yang telah membuka pikirannya.


"Jangan jangan alien pujaan Desi yang sudah membayar pesanan kami dan memesan semua yang kami bawa ini " Dahlia bergumam kecil tapi bisa di dengar oleh yang lainnya.


"Alien? siapa alien?"Maya jadi penasaran.


"Laki laki tadi yang bernama Rudi dia itu yang di sebut Desi alien," Dahlia menjelaskan.


Bagas menghentikan aktivitas makannya,selera makannya hilang mendengar nama Rudi.


"Kok makannya sedikit saja Gas,kecapean kali ya " ujar Dahlia.


"Iya kak,sepertinya aku masuk angin" Bagas berlari ke kamar mandi di toko Dahlia,di sana dia memuntahkan semua isi perutnya.


Apa aku bersyukur dengan rasa mual ini karena sudah membuang semua yang aku masukkan melalui mulut ku


Bagas merasa mual membayangkan wajah Rudi,apalagi mendengar Dahlia yang mengatakan semuanya dari orang yang sudah membuat moodnya rusak.



\*\*Hai sahabat pembaca setia Bukan Menantu Pilihan,



Dukung terus author ya,beri like dan komen biar author tambah semangat



Beri vote juga,terima kasih sahabat baca ku 😊😊\*\*

__ADS_1


__ADS_2