
membaca kesayangannya Yumna dan David.
🌹🌹 Love you All 🌹🌹
"Aku cuma kangen sama Nada, Mah, aku kangen." Tangis Nayla pecah dipelukan Rani, sedangkan Rani hanya mempu mengelus pelan punggung Nayla.
Seolah tengah menyalurkan kekuatan melalui elusan tersebut, dia sangat mengerti apa yang Nayla, rasakan tapi mau bagaimana lagi, semua telah terjadi. Di sesali pun sudah tak ada gunanya.
"Mah, apa aku kasih tau aja yang sebenarnya pada ayahnya, Nada?" ucap Nayla.
Rani terkejut, dia melepaskan pelukannya dan menyuruh Nayla untuk menatapnya. "Maksud kamu apa? kamu tau kan ayahnya Nada, itu sudah menikah," jelas Rani membuat Nayla, menunduk.
"Jangan pernah punya niat macam-macam, Nay, Mamah nggak mau kamu jadi seperti Mamah dulu," sambung Rani dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
"Tapi, kenapa hanya, Nayla, yang menanggung semuanya, Mah? kenapa." Nayla histeris.
Dia menangis sambil menjambak rambutnya frustrasi, dia merasa Tuhan tidak adil padanya. Kenapa hanya dia yang menanggung semuanya, sedangkan ayah dari anaknya malah tengah berbahagia dengan wanita lain.
Hati siapa yang tak hancur melihat itu semua, andai saja dia bisa menceritakan semuanya, maka Nayla akan menceritakan semuanya tanpa ada yang tertutupi.
Namun, Rani mencegahnya, dia bilang kalau Nayla harus mencoba melupakan semua masalalu.
Anggap saja apa yang terjadi padanya dulu itu semua pembelajaran hidup.
"Sabar, sayang, lupakan masalalu! lagi pula itu juga bukan hanya kesalahan ayahnya Nada, melainkan juga kesalahan kamu." Rani menenangkan Nayla.
"Tapi---"
"Nayla, kamu kenapa?" Tiba-tiba Yumna datang memotong percakapan antara Rani dan Nayla.
Nayla, memalingkan wajahnya dan buru-buru menyeka air matanya dengan kasar, kemudian dia tersenyum pada Yumna.
"Aku, nggak apa-apa, kok, Mbak, udah pulang?" tanya Nayla.
"Iya, aku mau mandi dan ganti baju tapi pas denger suara kamu nangis, aku jadi mampir kesini." Yumna menjawab sambil memperhatikan wajah Nayla.
Wajah itu terlihat sedih, matanya juga terlihat sembab seperti habis menangis. Yumna semakin yakin kalau ada sesuatu yang Nayla sembunyikan.
Nayla yang diperhatikan oleh Yumna secara intens menjadi gugup, dia tidak ingin orang yang sudah dianggap Mbak nya itu salah paham.
"Katanya tadi, Mbak, mau mandi? kok masih berdiri aja?" tanya Nayla dengan gugup.
"Oh, iya aku lupa, yaudah kalau gitu aku permisi dulu ya! Nayla, Tante, kalau kalian ada apa-apa ngomong aja ya sama aku!" ujar Yumna.
__ADS_1
Rani dan Nayla hanya tersenyum sambil mengangguk, setelah itu Yumna pun pergi dari kamar Nayla dan Rani lalu masuk ke kamarnya.
Di dalam kamarnya Yumna memikirkan Nayla, hatinya merasa pasti ada yang tidak beres antara Nayla, Brian, dan David. Namun, apa itu Yumna pun belum tau, Entah masalalu seperti apa yang mereka sembunyikan darinya, tapi dia akan mencari tau sendiri.
Yumna memasuki kamar mandi, membersihkan tubuhnya kemudian berganti pakaian. Setelah selesai dengan bersih-bersih tubuhnya, Yumna pun turun ke lantai bawah. Dimana di sana ternyata sudah ada Bayu yang tengah bermain bersama Arka.
Bayu tersenyum pada Yumna begitu juga sebaliknya, Yumna melangkah mendekati mereka dan duduk di samping Bayu dan Arka.
"Kamu mau kemana, Yumna?" tanya Bayu pada Yumna.
"Aku mau kerumah sakit, Mas," jawab Yumna sambil menciumi pipi gembul Arka.
"Memangnya siapa yang sakit?" Bayu penasaran, pasalnya Indra tidak memberitahukan padanya kalau ada anggota keluarga yang sakit.
"Mas David."
"Apa? David? maksud kamu David sekarang lagi dirawat gitu?" pekik Bayu.
"Iya, kenapa memangnya, Mas?" tanya Yumna.
"Ah, enggak kenapa-kenapa, cuma heran aja kok dia bisa sampe dirawat." Bayu gugup.
"Sepulang dari sini, Mas David, dikeroyok orang," terang Yumna, Bayu mengangguk paham.
"Mas, aku duluan ya! Mbak Mala, tolong jagain Arka dulu ya!" Yumna beranjak dari duduknya dan melangkah keluar.
Namun, belum sampai Yumna ke pintu Bayu sudah mengejarnya dan mencekal pergelangan tangan Yumna.
"Ada apa, Mas?" tanya Yumna bingung.
"Aku, mau jenguk, David, boleh?" jawab Bayu. Yumna tampak berpikir sejenak karena bisa saja bukannya senang David malah akan marah padanya, tapi kalau dia menolak Bayu pun itu tidak mungkin.
"Yaudah, ayok!" Yumna akhirnya mengijinkan Bayu menjenguk David.
Lalu mereka pun masuk ke dalam mobil Bayu yang terparkir di garasi rumah, dan Bayu pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Di tengah-tengah padatnya jalanan Kota Jakarta sesekali Bayu melirik pada Yumna yang tengah asik menatap keluar jendela.
Bayu tersenyum melihat Yumna berada didekatnya, tapi hati Bayu kembali sakit saat tersadar jika ada David ditengah-tengah mereka saat ini.
Bukan seperti beberapa tahun lalu, yang hanya ada Bayu, Yumna dan Arka. Mereka tampak seperti keluarga yang harmonis dimata masyarakat yang melihat.
Tanpa terasa sudah dua puluh menit berlalu, dan mereka pun telah sampai di rumah sakit dimana David dirawat. Bayu turun lebih dulu kemudian dia membukakan pintu untuk Yumna.
__ADS_1
"Terima kasih, Mas," ucap Yumna dan Bayu tersenyum sebagai jawaban.
Lalu, mereka pun masuk ke dalam rumah sakit beriringan, saat di loby rumah sakit Yumna bertemu dengan, Broto dan Mira yang kebetulan ingin menjenguk, David.
"Kebetulan ketemu, Yumna, kita bareng aja ya! Tante lupa nanya sama, Diana dan Brian, kalau David, dirawat dimana," ujar Mira tersenyum.
"Iya, Tante, mari bareng saya," jawab Yumna kemudian mereka pun masuk ke dalam lift.
Setelah pintu lift terbuka tak jauh dari lift, hanya melewati beberapa kamar saja maka mereka pun sampai di ruang rawat David.
Yumna masuk lebih dulu disusul oleh, Broto, Mira, dan Bayu.
"Mas," panggil Yumna, David yang tengah menonton televisi langsung menoleh.
"Om, Tante." David hendak turun dari brankarnya tapi di cegah oleh Yumna.
"Mas, mau kemana? udah duduk aja," ucap Yumna.
"Iya, Dav, udah duduk aja, gimana kabar kamu, Dav?" tanya Mira sambil menyodorkan bingkisan berisi buah-buahan pada Yumna.
"Sudah, lebih baik, Tante," jawab David dengan mata melirik pada Bayu yang berdiri di samping Yumna.
"Syukurlah, maaf ya Tante dan Om baru bisa jenguk kamu," ucap Mira.
"Iya, Tante nggak apa-apa." David masih melirik pada Bayu.
"Tapi gimana ceritanya kamu bisa dikeroyok, Dav?" Kali ini Broto yang bertanya, karena dia penasaran.
"David, juga nggak tau, Om, itu hanya dugaan sementara aja," jawab David.
"Aneh, apa kamu habis memenangkan sebuah projek besar, Dav?" tanya Broto.
"Tidak, aku belum memenangkan projek besar itu," jawab David.
"Apakah masalah pribadi, Dav?"
Uhuk uhuk
BERSAMBUNG...
hai ka 👋 jangan lupa tinggalkan like and komennya ya 🙏 kalau kalian mau ngasih bunga atau love juga Monggo dengan senang hati aku menerimanya 🥰
semoga suka ya.
__ADS_1