
Selesai makan malam Dahlia mengajak putranya tidur di kamarnya,Bagas dan Mila menempati kamar Tika dan Desi,sementara mereka berdua tidur di depan Tv.
"Ma,papa di sana pakai selimut gak tidurnya" Pertanyaan keluar begitu saja dari mulut Al.
"Mama rasa ada,kecuali kasur" Dahlia berusaha untuk tegar tanpa ada cerita tangis tangisan malam ini.
"Kenapa ma ?"Tanya Al
"Mereka yang di sana tidak di perbolehkan menggunakan fasilitas seperti di rumah,itu sudah peraturannya" Dahlia menjelaskan dengan kata yang bisa di pahami oleh putranya.
"kasihan papa ya ma,pasti tidurnya tidak nyenyak," Dahlia membelai Al berharap dia cepat tidur.
Dahlia tidak ingin anaknya mengajukan banyak pertanyaan padanya.
"Sebaiknya kita tidur,biar besok tidak mengantuk di jalan bersama Om dan Aunty" ucap Dahlia.
"Iya ma..." Belum lama bicara bocah laki laki itu pun tertidur.
Dahlia menatap wajah polos anak semata wayangnya.
Tidak lama lagi kamu akan menginjak usia pra remaja nak, waktu bergulir begitu singkat,tapi papa mu di sana terasa sangat panjang pagi berganti malam
Dahlia bangkit dari tempat tidurnya,merapikan selimut sampai ke leher anaknya.
Di kecup kening putranya,
"Maaf kan mama nak,belum bisa mengabulkan keinginan mu,"Dahlia keluar dari kamarnya yang sempit menuju kulkas yang berada di dekat ruangan multifungsi.
"Belum tidur Tik?" tanya Dahlia yang masih berkutat dengan buku rekap hariannya.
"Belum kak,masih nanggung"Jawab Tika.
"Sini kakak Bantu," Dahlia menawarkan diri.
"Gak usah kak,kak Lia pasti capek,satu hari ini turun naik kendaraan darat dan udara,"
"Tapi kakak belum dari laut" Dahlia langsung memotong pembicaraan Tika.
"Ya.... kakak,klu dari laut minggu depan baru kakak nyampe sini," Keduanya tertawa bareng.
"Ada sih Tik,kok jam segini masih telponan saja sama pacarnya,besok kek lanjutin lagi"Desi membalik badannya seusai bicara.
Dahlia dan Tika saling pandang,"mengigau kak" ucap Tika.
__ADS_1
Kembali mereka berdua tertawa,tapi kali ini mulut di tutup dengan tangan supaya tawanya terbungkam.
Setelah pekerjaan Tika selesai Dahlia kembali ke kamarnya,membuka pintu dengan perlahan takut jika putranya terbangun.
"Papa...."Dahlia memperhatikan putranya,ternyata mengigau juga,
Ah kenapa orang dalam ruko ini paling suka mengigau,jangan jangan Bagas atau Maya mengigau juga di sana
Dahlia menggelengkan kepalanya perlahan,naik ke atas tempat tidur,kembali dia membelai rambut putra kesayangannya.
"Selamat malam sayangnya mama..."Cup Dahlia mengecup keningnya.
Dahlia memejamkan matanya,meregangkan semua otot ototnya yang lelah seharian.
Hingga pagi tiba,Dahlia tidak sempat melihat jam,dia terbangun putranya sudah tidak ada di sampingnya.
"Eh,kemana dia,apa mereka sudah berangkat ?"Gumam Dahlia sendiri.
Dahlia melirik jam digital di ponselnya 07:38
"Gak pernah deh aku bangun jam segini,apa semalam aku tidurnya yang kelewat telat ya" Dahlia mengambil handuk lengkap dengan bathrobe.
Dahlia menyiram tubuhnya dengan air,segar rasanya,lama Dahlia bermain dengan guyuran air shower.
Setelah selesai Dahlia keluar dari kamar mandi yang cuma satu di dalam ruko tersebut dengan mengena bathrobe.
Tidak ada yang tahu jika Dahlia sudah mempunyai anak,mereka selalu mengiranya masih berusia dua puluh tahun.
Dahlia turun ke lantai satu di mana dia dan dua karyawannya melakukan aktivitas seperti biasanya.
Dahlia melihat sudah ramai pengunjung toko memilih kosmetik sesuai dengan jenis kulit mereka.
Terlihat Maya masih di sana membantu Tika dan Desi yang kewalahan melayani pembeli.
"Halo...ya kak....oh iya kak sebentar ya,yang kemasan kecil atau sedang kak.. oke oke... saya packing dulu ya kak, ya kak bukti TF sudah ada kak"
Belum sempat Desi melayani pembeli yang berdatangan langsung Desi sudah mengangkat telpon lagi dari pembeli dari jarak jauh yang minta di kirimkan paket skincare.
Dahlia pun mengambil alih mengecek siapa saja yang berbelanja melalui online,Desi di bagian packing.
Sementara Maya dan Tika melayani pembeli yang datang langsung memilih skincare sesuai kebutuhan kulit mereka.
Maya masih di sini Bagas dan Al kemana ya
__ADS_1
Batin Dahlia.
"Kak,tadi Al sama Mas Bagas masih keluar cari kuliner enak katanya,nanti mereka bawa pulang ke toko untuk kita makan sama sama" Ucap Desi yang seolah olah tahu isi kepala Dahlia.
"Jadi kalian belum makan?"Tanya Dahlia dengan rasa bersalah.
Biasanya dirinya lah yang memesan makanan yang di inginkan.
Menunya selalu berbeda,bahkan Dahlia juga sering mengolah sendiri makanan mereka.
Desi dan Tika tidak pernah memasak selama ada di ruko,karena tugas mereka yang benar benar padat,Dahlia memahami kedua karyawannya.
Itulah sebabnya mereka lebih sering memesan makanan yang sudah siap santap.
"Kami masih nunggu kak Lia," ucap Desi sambil mengambil makanan yang sudah ada meletakkannya di atas meja kecil tempat mereka sering bersantap bersama.
"Astaga....kenapa harus nunggu,udah ayo kita makan sama sama,Tik,buka sedikit saja pintu toko" Dahlia merasa bersalah.
Karena dirinya bangun kesiangan mereka harus menahan lapar.
"Tika,Maya ayo kita makan bersama,kalian pasti lapar gara gara nunggu aku bangun" Panggil Dahlia.
"Kita gantian saja yak Kak,kalau kak Lia sama Desi sudah selesai baru aku sama Tika,"Ucap maya senyum.
"May,nanti kalian sakit kalau tidak makan,ayo makan dulu,biarkan dulu mereka memilih sembari menunggu kita makan"ucap Dahlia.
Akhirnya Maya mengalah dia bergabung di meja makan,baru beberapa menyuap makanan ke dalam mulut seorang pelanggan hendak membayar.
Dahlia melarang Tika yang hendak bangkit berdiri,Perlahan Dahlia mendekati pelanggan tersebut melayani dengan baik,satu persatu mereka antri untuk membayar tetap di layani Dahlia dengan baik.
"Kak,sekarang lanjutkan dulu makannya,nanti aku yang jaga" Maya menghampiri Dahlia.
"Terima kasih May" Dahlia menepuk pundak Maya pelan.
Dahlia melanjutkan lagi makannya yang tertunda sambil menyuapkan makanannya Dahlia berpikir ingin menambah karyawan lagi dan menambah satu pintu lagi rukonya khusus pekerja pengiriman barang secara online.
\*\*Hai sahabat pembaca setia Bukan Menantu Pilihan,
Dukung terus author ya,beri like dan komen biar author tambah semangat
__ADS_1
Beri vote juga,terima kasih sahabat baca ku 😊😊\*\*