Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
Nia bertemu seseorang.


__ADS_3

"Mah, Pah, aku pamit ke supermarket dulu ya!" pamit Nia sambil berjalan menghampiri kedua orang tuanya yang tengah asik memilah-milih ranjang bayi untuk cucunya nanti.


"Mah, Pah, kok nggak dijawab sih," kesal Nia karena Adit dan Nayla tidak menjawabnya.


"Kamu mau ke mana sayang?" tanya Adit.


Nia yang merasa kesal melirik pada buku yang kedua orang tuanya sedang baca itu. "Mamah sama Papah, ngapain baca buku gituan?" tanya Nia.


"Sayang ini bukan baca, tapi Mamah sama Papah, lagi milih ranjang yang bagus buat anak kamu nanti," jawab Nayla membuat mata Nia membulat.


"Tapi kan kehamilanku masih satu bulan Mah, kenapa milihnya sekarang sih," protes Nia.


"Nggak apa-apa, habisnya Mamah sama Papah nggak sabar banget," ucap Nayla.


Nia hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan kedua orang tuanya itu.


"Eh, tadi kamu pamit mau ke mana sayang?" tanya Nayla.


"Supermarket, mau beli cemilan atau makanan lain, Mamah tau sendiri kan aku nggak bisa makan makanan rumah semenjak hamil ini," jawab Nia.

__ADS_1


"Oh, mau Mamah anter nggak?" tawar Nayla.


"Nggak usah Mah, aku sendiri aja," tolak Nia.


"Yaudah kalau gitu aku berangkat sekarang ya Mah, Pah, takut keburu malam." Nia menyalami tangan Adit dan Nayla.


"Hati-hati ya sayang, dan cepet pulang, jangan mampir-mampir ya," pesan Nayla dan Nia mengangguk kemudian Nia pun berlalu.


***


Nia yang saat ini sedang hamil satu bulan, memang sering sekali merasa ngidam, maka dari itu Nia membeli beberapa keperluan untuknya. Seperti snack untuk dia makan saat dia merasa lapar ketika malam hari, karena semenjak hamil sering sekali dia merasa lapar tengah malam.


Akan tetapi Nia tidak pernah bisa makan masakan rumah, setiap dia mencoba pasti dia akan merasa mual dan muntah-muntah.


Nia berdiri di belakang seorang laki-laki bertubuh tinggi dan tegap serta berkulit putih dan wangi maskulin.


Nia yang berdiri tepat dibelakang laki-laki itu merasa sangat tenang saat menghirup aroma parfum dari laki-laki tersebut. Tanpa sadar Nia pun tersenyum saat menghirupnya karena merasa sangat tenang.


Saat laki-laki itu hendak membayar belanjaannya dan maju beberapa langkah, Nia yang tersadar karena seseorang yang dibelakangnya berdehem memintanya untuk ikut melangkah maju seperti laki-laki yang ada di depannya.

__ADS_1


Nia pun tersenyum dan melangkahkan kakinya, setelah selesai membayar barang belanjaannya laki-laki itu pun memutar tubuhnya hendak keluar dari supermarket tersebut.


Akan tetapi saat melihat Nia ada dibelakangnya laki-laki itu pun menghentikan langkahnya. Nia yang sedang mengambil dompet untuk membayar belanjaannya, merasa heran saat melihat laki-laki itu terdiam di depannya.


Nia pun mendongak dan dia terkejut saat melihat laki-laki yang ada di depannya. Saking terkejutnya tanpa sadar Nia menjatuhkan keranjang belanjaan yang dia bawa.


"Kamu?" tunjuk laki-laki itu tepat ke wajahnya.


Tanpa pikir panjang saat laki-laki itu hendak mencekal pergelangan tangannya, Nia pun langsung berlari secepat kilat.


"Hey, tunggu," teriak laki-laki itu yang tak lain adalah Fathan.


BERSAMBUNG...


Hai 👋 semoga suka ya sama ceritanya, jangan lupa kalau kalian sudah selesai membaca, tolong ya tinggalkan like and komennya 🙏


Kalau ada typo atau apalah itu yang mengganggu, harap di maklum ya 🙏 jempolku emang suka nakal 😂😂


Kalau ada yang mau ngasih bunga atau love monggo dengan senang hati aku akan menerimanya 😂

__ADS_1


Bantulah author Somplak sedikit ini untuk menjadi lebih baik. Terima kasih 😘


~*Salam sayang Author Somplak Dikit*~


__ADS_2