
Pagi-pagi sekali di kediaman Fathan yang sederhana, Fathan tengah mempersiapkan s u s u dan beberapa makanan ringan untuk Nia.
Sejak kemarin Nia tidak mau makan apa pun. Bahkan dia selalu mengurung diri. Setelah pergi ke pernikahan Ayarra dan Arka kemarin. Nia terlihat jadi sedikit lebih murung dari biasanya. Jika biasanya dia ada tanya jawab dengan Fathan, kali ini tidak sama sekali.
Ya walaupun awalnya mereka memang tidak pernah terlibat percakapan apa pun, tapi setelah beberapa hari Nia tinggal bersama Fathan, mereka mulai sering tanya jawab.
Fathan membawa beberapa makanan ringan dan su__su hangat untuk Nia. Namun, saat melihat Nia tengah duduk di atas kasur sambil memeluk kedua lututnya membuat Fathan teriris.
Fathan memperhatikan Nia dalam diam, ada rasa nyeri yang Fathan rasakan saat melihat orang yang dia cinta masih mengharapkan orang lain.
"Nia, kapan waktunya kontrol?" Fathan bertanya pada Nia seraya meletakkan semua makanan yang dia bawa ke atas meja.
"Besok," jawab Nia singkat tanpa menoleh pada Fathan.
"Dimakan makanannya! aku berangkat dulu," kata Fathan kemudian berlalu meninggalkan Nia yang masih terdiam itu.
Setelah Fathan pergi, Nia menoleh pada makanan yang Fathan bawakan untuknya. "Kamu emang laki-laki baik, juga ayah yang baik untuk anakmu, tapi maap aku belum bisa membalas semuanya," gumam Nia lirih.
"Aku masih belum bisa melupakan Arka, sebesar apa pun usaha kamu saat ini," sambung Nia.
***
Di tempat lain.
__ADS_1
Ayarra dan Arka sedang memasukkan barang belanjaannya ke dalam mobil, mereka memang sudah sepakat, setelah menikah akan tinggal di rumah Arka.
Arka memasukkan barang-barangnya itu sedangkan Ayarra tengah menenangkan Angel yang terlihat sangat sedih itu. "Mamah kalau kangen tinggal telepon aja, nanti aku ke sini," ucap Ayarra.
"Tau nih, Mamah kamu lebay deh, padahal kalau Ayarra pergi. Kita bisa bikin adik, buat Ayarra," goda Bayu membuat Arka terkekeh.
"Pah, Papah dan Mamah udah bukan waktunya buat adik, tapi terima cucu," ejek Arka tanpa pandang bulu jika yang dia ejek adalah mertuanya sekarang.
"Sssstttt Arka kamu apa-apaan sih." Pipi Ayarra nampak bersemu merah muda karena malu mendengar ucapan Arka.
"Liat Mah, Pah, dia manggil suaminya Arka lagi, itu kan nggak sopan," adu Arka pada Bayu dan Angel.
"Aku kan belum terbiasa, begitu aja ngadu," sungut Ayarra.
Sekarang tidak ada lagi yang membuat Angel khawatir, karena Ayarra sudah berada di tangan yang tepat.
"Udah, udah, jangan berantem terus malu, udah selesai belum?" tanya Bayu.
"Udah Pah, Mah, yaudah kalau gitu aku dan Ayarra berangkat dulu ya! Mamah sama Papah jangan sungkan-sungkan telepon kita kalau ada apa-apa atau kangen sama Ayarra," pamit Arka, sambil menyalami tangan kedua mertuanya.
"Aku berangkat ya Mah, Pah." Ayarra memeluk Angel sekilas, kemudian memeluk Bayu.
"Iya sayang, hati-hati ya! jangan bandel di sana, dan jangan pemalas," pesan Angel.
__ADS_1
"Iya Mah." Ayarra tersenyum kemudian masuk ke dalam mobil.
Angel dan Bayu melambaikan tangannya pada Arka dan Ayarra. Lalu, mobil itu pun melaju meninggalkan kediaman keluarga Bayu.
***
Di tempat lain.
Buliran air mengalir deras dari mata Alexa saat dia melihat kekasihnya tengah b e r c i u m a n dengan wanita lain. Hati Alexa hancur melihat itu, selama ini dia sudah sangat percaya dan setia pada Dimas. Namun, apa yang laki-laki itu lakukan padanya?
Alexa ingin menghampiri Dimas, tapi hati kecilnya berkata jangan, karena untuk saat ini, dia tidak akan sanggup bertanya atau berbincang dengan Dimas.
Jadi, Alexa memutuskan untuk pergi saja, dan dia berlari seperti orang kesetanan, sambil sesekali menyeka air matanya kasar.
Alexa terus berlari tanpa memperhatikan jalan, sampai tiba-tiba saja dari arah berlawanan ada sebuah motor yang melaju dengan kencang.
Motor itu sudah membunyikan klakson berkali-kali, tapi Alexa yang sedang larut dengan kesedihannya tidak mengindahkan semua itu.
Dia terus saja berlari hingga.
Bruukkkkk
Motor itu menabrak tubuh kecilnya, hingga terpental beberapa meter dari tempatnya berpijak. Alexa pun tidak sadarkan diri dengan kening yang sudah berlumuran darah karena terbentur pembatas jalan.
__ADS_1
BERSAMBUNG...