Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
flashback part adit


__ADS_3

Di kantor keluarga Wijaya.


Adit, sedang duduk bersandar pada kursi kebesarannya, ya dia adalah asisten pribadi David atau Brian tentu saja dia juga punya ruangan pribadi dan kursi kebesaran di sini. Dia juga sesekali terlihat mengetuk-ngetukan jari-jemarinya pada meja.


Terlihat jelas dari raut wajahnya kalau dia tengah memikirkan sesuatu, dia juga terlihat sangat tidak bersemangat menjalankan tugasnya beberapa hari ini.


"Ngelamunin apa sih bapak Adit yang terhormat." Brian datang ke ruang kerja Adit sambil membawa segelas kopi hangat.


"Bikin kaget aja lu," ketus Adit, Brian hanya terkekeh mendengarnya.


"Lu mau ngapain sih? tumben banget ke ruangan kerja gua, dimana-mana itu anak buah yang ke ruangan bos-nya," tanya Adit seraya memutar bola mata malas.


"Gua kesini karena lagi pusing, gua butuh teman ngobrol, tapi kayanya kesini bukan ide yang bagus, karena bapak Adit sepertinya sedang galau," jawab Brian setengah meledek. Adit, tidak menjawab dia malah memalingkan wajahnya dan kembali melamun.


"Wey, kok malah ngelamun lagi sih, emang semua kerjaan udah beres? berkas-berkas yang buat rapat sore nanti udah lu cek belum?" tanya Brian.


"Udah, semua udah beres tinggal rapat doang," jawab Adit.


Brian, memperhatikan Adit dari atas sampai bawah, sesekali dia mengkerutkan kening bingung. Baru kali ini dia melihat Adit seperti sekarang, rambut tidak tertata rapih, dan mulai tumbuh beberapa bulu halus di sekitar dagunya.


"Kalau ada masalah ngomong aja sama gua atau, Mas David, nggak usah malu-malu," sindir Brian agar Adit mau berbagi masalah kehidupannya.


Entah itu percintaan, atau masalah finansial. Walaupun Brian tau jika Adit tidak mungkin kesusahan dalam hal itu, karena gajih Adit sangatlah besar. Keluarga Wijaya pun selalu siap membantunya kapanpun jika dia butuh dan Adit juga tipikal orang yang tidak suka berfoya-foya kecuali ingin melakukan one night stand.


Adit sudah seperti anak dimata Panji dan Ajeng, dia juga sudah seperti saudara dimata Brian dan David. Apa lagi mereka sudah bersama sejak masih duduk di bangku SMA.


"Lu kenapa sih?" tanya Brian.


"Nggak apa-apa, cuma soal cewek," jawab Adit membuat Brian terkekeh.


"Kenapa cewek lu? Hamil? atau lu kena tolak?" goda Brian, karena yang dia tau Adit memang suka gonta-ganti pasangan.


"Nggak ada yang berani nolak gua, asal lu tau aja, selain tampan gua juga jago membuat para wanita itu melayang." Adit berbangga diri dengan senyum mengejek pada Brian.


Jika dibandingkan dengan Kaka beradik itu, Adit memang seorang playboy. Brian dan David tipe laki-laki yang setia, sedangkan Adit selama ini yang dia pikirkan hanya kesenangan.


Namun, kali ini dia merasa ada yang berbeda, ada rasa bersalah yang dia rasakan saat melihat wanita itu. Wanita yang beberapa tahun lalu dia rebut kesuciannya hanya karena naf*su sesaat.


* Flashback on *


Brukkkk


Adit memukul tengkuk David saat ingin memasuki liang kenikmatan milik Nayla hingga david tersungkur dan tidak sadarkan diri.


"Sory Dav, gua cuma nggak mau lu lakuin hal yang akan lu sesali nanti," guman Adit sambil menatap wajah David.

__ADS_1


"Mas david, kok malah tiduran sih," protes Nayla saat melihat David terlelap.


Adit langsung menoleh pada Nayla dan matanya membulat sempurna saat melihat pemandangan indah di depannya.


Tubuh seorang gadis yang full naked, dia meneguk salivanya dan memalingkan wajah mencoba untuk tidak menerkam gadis muda itu.


Walaupun sejujurnya ini adalah kesempatan untuk dia mendapatkan Nayla seutuhnya seperti yang selama ini dia dambakan. Namun, Adit tidak ingin disebut mengambil kesempatan dalam kesempitan.


"Mas, ayok kita saling memiliki, aku sudah full naked gini masa kamu anggurin," ucap Nayla sambil meraba dan mere*mas junior milik David.


Adit terkejut dia langsung meraih Nayla dan membawanya ke sofa panjang yang ada di kamar itu. Adit berjalan ke arah saklar dan mematikannya, membuat ruangan itu gelap gulita.


"Kenapa di matiin, Mas?" tanya Nayla.


"Aku suka gelap," jawab Adit membuat Nayla tersenyum.


Lalu dengan buas Adit meraup dan melu*mat bibir Nayla, dia menekan tengkuk Nayla agar memperdalam ciu*man mereka.


Kemudian Adit membaringkan tubuh Nayla ke sofa panjang dengan penuh cinta, Nayla yang sudah terbuai sekaligus mabuk hanya diam membiarkan Adit melakukan apapun padanya, apa lagi Adit melakukannya dengan lembut seolah tidak ingin menyakiti Nayla sedikit pun.


Adit menjelajahi bukit kem*bar milik Nayla dengan penuh cinta, hingga meloloskan erangan tidak tertahan kan dari bibir Nayla, hal itu sukses membuat Adit semakin terbakar gelora ha*srat.


Adit, semakin merasa panas saat mendengar erangan dari Nayla, dia menjadi sangat panas dan haus, Adit butuh Nayla untuk menghilangkan dahaganya.


Adit pun berdiri untuk melepaskan apa yang melekat padanya.


"Sayang kita mulai ya! aku janji akan melakukannya pelan-pelan." Mendengar ucapan lembut Adit, yang dia pikir itu adalah David. Nayla, langsung memotong ucapan Adit dengan anggukan.


Setelah diijinkan oleh si pemilik,


Adit menekan adiknya masuk ke dalam lembah yang sama sekali belum terjamah itu, menembus liang kenikmatan milik Nayla.


Nayla, sempat menggeliat saat merasakan sakit yang teramat sangat di bagian intinya.


Namun, Adit membelai pipi Nayla lalu menci*um dan Melu*mat bibir Nayla.


Memasukan li*dahnya kedalam bibir Nayla mengajaknya untuk bersilat lidah di dalam sana.


Nayla pun terbuai.


Adit mengerang saat merasakan milik Nayla menjepit adiknya dengan sangat kuat.


Kemudian dengan perlahan Adit menggerakkan pinggulnya agar memasuki bagian terdalam milik Nayla.


Sedangkan Nayla menggigit bahu Adit karena inti darinya sangat sakit dan perih, ini kali pertamanya melakukan hubungan badan, karena sebelumnya dia dan Brian hanya sebatas ciu*man saja.

__ADS_1


Adit memompa dengan gerakan perlahan dia tidak ingin menyakiti Nayla orang yang entah sejak kapan mengganggu pikirannya.


Nayla mengerang membuat adit semakin merasa terbakar, dia semakin mempercepat gerakan pinggulnya dan pada puncaknya hujaman dari Adit membuat Nayla menggeliat dan Adit pun mengerang,


akhirnya mereka pun mencapai puncak kenikmatan bersama,


Adit terkulai lemas diatas Nayla. Dia tersenyum saat melihat peluh keringat di wajah cantik Nayla yang mulai terlelap.


Adit bangkit dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket, beberapa menit kemudian dia sudah kembali dia tersenyum melihat Nayla yang terlihat kelelahan di atas sofa.


Adit yang kasian pada Nayla, langsung berjalan ke kasur dan memindahkan David agar tidur di kasur lantai tak lupa dia juga memakaikan celana pendek pada David.


Setelah urusannya dengan David selesai, dia memindahkan Nayla agar tidur diatas kasur king size miliknya kemudian menyelimutinya. Lalu dia ikut merebahkan tubuhnya di kasur lantai bersama David.


Pukul lima pagi Adit sudah terbangun saat mendengar ponselnya berdering kencang, dan ternyata itu dari sekretaris mereka yang ingin memberitahukan kalau ada laporan keuangan yang salah.


Adit pun bangkit dan berjalan menuju ruang kerjanya. Dia meneliti semua laporan dan membenarkan yang salah.


Saking banyaknya laporan yang harus dia benahi hingga tidak sadar waktu telah menunjukkan pukul tujuh. David dan Nayla pun sudah terbangun dari tidur mereka.


Adit mengkerutkan kening saat melihat Nayla yang sedang menangis tergugu sedangkan David terlihat sangat bingung.


"Sarapan dulu yuk! nih tadi aku pesan makanan via online," ucap Adit sambil mengeluarkan beberapa makanan dari plastik.


"Pokoknya aku nggak mau tau kamu harus nikahin aku, Mas," lirih Nayla membuat Adit menghentikan aktivitasnya.


Adit menatap Nayla dan David tidak percaya. Namun, baru Adit ingin bertanya Nayla bangkit dari duduknya dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


David menjambak rambutnya frustrasi sambil berteriak. Adit semakin dibuat bingung.


"Sebenarnya ada apa Dav?" tanya Adit.


"Gua nidurin Nayla, Dit," jawab David membuat Adit terkejut.


Adit yang salah paham langsung merasa putus asa, padahal dia ingin mempertanggung jawabkan perbuatannya semalam. Namun, jika memang Nayla juga melakukannya bersama David dan ingin David tanggung jawab, Adit bisa apa?


Sedangkan David dan Nayla juga salah paham, karena saat dia terbangun memang hanya ada dia dan Nayla disana dengan kondisi Nayla tanpa busana dan pakaian mereka berserakan kemana-mana.


* Flashback off *


"Wey, malah ngelamun ayok rapat!" Brian menepuk pundak Adit membuatnya kembali tersadar setelah beberapa saat mengingat kejadian beberapa tahun lalu.


"Oh, iya, lu duluan gua siapin dulu berkas-berkasnya," jawab Adit, sambil mengambil beberapa map.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2