
Yuda datang ke kediaman Yumna dan David, karena ingin menyusul kedua orang tuanya. Sekalian dia ingin bertanya pada Arka soal apa yang Ayarra katakan.
"Itu Yuda." Neil menunjuk Yuda yang baru saja datang.
"Yuda, kamu dari mana aja? Kenapa motornya kamu taro di pinggir jalan," cecar Diana sambil memukul bahu Yuda pelan.
"Aku tadi ada perlu Mah," jawab Yuda santai.
"Ada apa ini rame-rame begini?" sindir Yuda. Namun, tidak ada yang menjawab.
"Arka, gua mau ngomong berdua sama lu," ketus Yuda pada Arka.
Yumna, David, Brian dan Diana merasa aneh dengan sikap Yuda yang tiba-tiba tidak sopan pada Arka.
Tidak biasanya Yuda memanggil Arka dengan bahasa lu gua. "Yuda, yang sopan manggilnya Nak! dia kan Abang kamu. Nggak boleh gitu," tegur Diana, tapi Yuda hanya angkat bahu acuh.
"Mau ngomong apa?" tanya Arka.
Yuda menarik tangan Arka agar mengikutinya. "Nggak di sini, ayok ke kamar aja," ajak Yuda, kemudian mereka berdua pun pergi diikuti oleh Neil.
Melihat mata Yuda Neil yakin jika laki-laki itu sedang marah akan sesuatu, dan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan Neil pun mengikuti mereka berdua.
Di kamar.
Yuda melepaskan pegangan tangannya, dan menatap Arka dengan penuh emosi, rahangnya mengeras, gigi bergemulutuk.
"Kamu mau ngomong apa?" tanya Arka.
Akan tetapi bukannya menjawab tiba-tiba saja Yuda langsung meninju wajah dan perut Arka berkali-kali, hingga darah segar mengalir keluar dari hidungnya.
__ADS_1
Arka pun meringis kesakitan sambil memegangi perutnya. "Yuda, apa-apaan sih lu," pekik Neil sambil menghampiri Arka yang terjatuh ke lantai.
Arka meringis sambil menyentuh hidungnya yang berdarah, kemudian menatap Yuda bingung.
"Dia yang apa-apaan," hardik Yuda, dia menunjuk Arka dan memberikan tatapan tajamnya pada Arka.
"Memangnya dia kenapa?" tanya Neil bingung.
"Dia menghamili Nia," jawab Yuda membuat Neil terkejut.
"Apa? Kamu serius? tapi gimana bisa?" Neil tidak percaya.
"Kenapa nggak kamu tanya aja sama dia! makannya aku emosi banget sama dia," geram Yuda sambil menghampiri Arka dan menarik kerahnya.
"Kamu tau Bang, kamu itu laki-laki beruntung karena dipilih Ayarra, tapi lihat apa yang kamu lakukan sekarang, dasar ban*ci," teriak Yuda dan dia pun melepaskan kerah baju Arka hingga Arka terhuyung.
"Kamu tau, aku sakit hati saat Ayarra, menolak perasaanku dan memilih kamu, tapi aku mencoba untuk menerimanya, karena yang terpenting adalah Ayarra, bahagia sama orang yang dia cintai," sambung Yuda membuat Arka terkejut.
"Ya, wanita yang gua maksud adalah Ayarra," potong Yuda.
"Tapi hari ini saat aku liat Ayarra, nangis dan hujan-hujanan sampai dia masuk rumah sakit. Hati aku hancur, lebih hancur dari sebelumnya," sambung Yuda.
"Ayarra, masuk rumah sakit? kapan? di rumah sakit mana?" Arka bertanya pada Yuda.
"Buat apa kamu ingin tau dia di mana? bukannya kamu harusnya seneng karena kamu akan menikah sama Nia, sahabat tunangan lu sendiri, eh salah mantan tunangan," teriak Yuda.
"Aku nggak ada maksud buat ngeduain Ayarra, semua itu murni karena kecelakaan. Aku mabuk saat itu yang aku ingat saat Nia, mencoba menolong, setelah itu aku nggak ingat apa pun lagi. Cuma Ayarra, yang aku cinta, aku nggak akan bisa hidup tanpa dia, dan kamu juga pasti tau itu Yuda, jadi nggak mungkin aku melakukannya karena sengaja," raung Arka.
Melihat Arka meraung seperti itu membuat Yuda terdiam, dia memperhatikan Arka saksama.
__ADS_1
Memang terlihat raut wajah frustrasi dan tidak semangat di wajah Arka, dan Yuda baru menyadari itu. Namun, tetap saja Yuda merasa sakit hati saat melihat wanita yang dia cintai menangis.
"Aku pikir semuanya akan berakhir begitu saja malam itu, karena Nia bilang kalau dia juga nggak kenapa-kenapa, tapi ternyata ...." Arka tidak bisa melanjutkan lagi ucapannya, karena dia sudah terlalu lelah dan merasa percuma.
Mau dia menolak seperti apa pun, tidak akan mengubah apa pun, karena dia memang harus bertanggung jawab.
"Sekarang di mana Ayarra? dia di rawat di mana?" tanya Arka pada Yuda.
"Nanti aku kasih tau kalau Ayarra, mengijinkan." Yuda mulai melemah.
"Tapi Ar, apa kamu yakin kalau kamu dan Nia melakukan itu?" tanya Neil tiba-tiba membuat Arka dan Yuda mengkerutkan kening.
"Maksud kamu apa Neil?" tanya Yuda.
"Begini, tadi dia bilang kalau dia mabuk dan di bantu Nia, setelah itu dia lupa sama apa yang terjadi. Nah, gimana bisa dia yakin kalau mereka melakukannya sedangkan Arka, sendiri nggak inget," tutur Neil membuat Arka dan Yuda berpikir.
"Betul juga," gumam Yuda.
"Aku mau ketemu Ayarra, Yud, di mana dia?" Arka kembali bertanya soal Ayarra pada Yuda.
BERSAMBUNG...
Hai 👋 semoga suka ya sama ceritanya, jangan lupa kalau kalian sudah selesai membaca, tolong ya tinggalkan like and komennya 🙏
Kalau ada typo atau apalah itu yang mengganggu, harap di maklum ya 🙏 jempolku emang suka nakal 😂😂
Kalau ada yang mau ngasih bunga atau love monggo dengan senang hati aku akan menerimanya 😂
Bantulah author Somplak sedikit ini untuk menjadi lebih baik. Terima kasih 😘
__ADS_1
~*Salam sayang Author Somplak Dikit*~