Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
Episode 25


__ADS_3

Siska menjadi salah tingkah melihat dua orang pria saling bertukar cerita dia mencari akal bagaimana caranya supaya bisa membawa Adam pergi dari cafe tersebut.


Siska tidak mau jika Adam mengetahui bahwa Rudi itu adalah mantan suaminya yang dia tinggalkan karena bisa memberinya banyak uang.


("jika aku yang mengajak Adam pergi Rudi pasti curiga aku sudah punya incaran baru lagi,jika berlama lama di sini semuanya akan terbongkar.... gawat !")


Siska bicara dalam hati dia pun terus memikirkan cara yang tepat untuk bisa pergi bersama Adam


Siska mengambil benda pipih dari dalam tasnya dia berinisiatif mengirim pesan singkat dengan Adam supaya tidak di ketahui oleh Rudi.


Siska:[Dam... aku tunggu kamu di depan ya kepalaku tiba tiba pusing "] send


Adam melihat notifikasi pesan dari siska dia pun menganggukkan kepalanya tanda setuju.


Tanpa ada rasa curiga sedikit pun berpamitan dengan Rudi sahabatnya ketika masih menjadi seorang buruh kasar.


"oke Rudi .. saya pamit dulu .. saya mau mengantar teman saya pulang,katanya motornya rusak.."


"oke bro...! hati hati di jalan "


Rudi menepuk pundak Adam


Tidak menunggu waktu lama Adam menyusul Siska yang sudah menunggu dekat mobilnya.


Terlihat senyum siska yang mengatakan misinya berhasil.

__ADS_1


Adam hendak membukakan pintu belakang mobil tetapi siska membuka sendiri pintu bagian depan.


"Sis....ini tempat umum dan kita bukanlah pasangan suami istri..."


Adam mencoba memberi pengertian dengan Siska.


"Bukankah kita sudah melakukannya !? dan kamu juga menikmatinya saat itu !?"


Adam tidak bisa berkata lagi menurutnya percuma jika bicara saat itu.


Sepanjang perjalan Adam hanya diam sedangkan siska terus bergelayut manja di bahu Adam.Sambil jemarinya mengelus badan Adam


Sudah berapa kali Adam memberi peringatan agar siska menghentikan ulah konyolnya itu tapi siska tidak memperdulikannya.


"Sis...aku sedang menyetir jadi tolong jangan ganggu konsentrasi ku sis..."


Siska tidak memperdulikannya dia terus saja melakukan apa saja yang dia mau.


Adam sudah sekuat tenaga menahan gejolak yang sudah mulai memanas akhirnya Adam luluh juga,perlahan dia menepikan mobilnya di tempat paling sepi.


Mobil yang sudah dalam keadaan mati mesinnya berguncang dua orang dewasa berbeda jenis itu asyik menggoyangkan mobil yang terhenti di pinggir jalan,tanpa memperdulikan lagi suasana di luar mobil.


****


Di sebuah cafe yang selalu ramai di kunjungi Rudi tersenyum melihat kiriman video mobil berguncang di tempat sepi dari orang suruhannya.

__ADS_1


{"kamu gores berlian mu dengan kerikil yang berlumpur Dam... di saat berlian mu tergores di situlah aku akan mempermak kembali jauh lebih berkilau "


Rudi berjalan ke sebuah ruangan khusus di tarik sebuah tali tirai yang menutupi dinding tanpa kaca.


Dia memperhatikan sebuah lukisan permanen di dinding tersebut dengan ukuran sangat lebar.


Di belainya lukisan berukuran raksasa yang di dalamnya seorang wanita sedang mencium putra kecilnya.


"Alam kecil.... begitu beruntung dirimu lahir dari rahim ibumu... wanita yang cantik penyayang dan penyabar.... tapi begitu rugi kamu dan ibumu mempunyai seorang pria yang tidak bisa membahagiakan kalian berdua....."


Rudi bicara dengan lukisan di depannya seolah olah lukisan itu hidup


"Aku tidak tahu bagaimana terlukanya ibumu jika mengetahui apa yang terjadi di luar sana.... aku berharap kalian berdua adalah orang orang yang kuat ..."


****


Dalam mobil Adam menyandarkan kepalanya ke jok mobilnya, dia mengusap kasar wajahnya serta menjambak rambutnya.


Matanya terpejam dengan jarinya masih di atas kepalanya.


Dia mengumpat dirinya sendiri ini kedua kalinya dia tidak bisa mengontrol dirinya sendiri.


Dia membayangkan wajah anak dan istrinya yang selalu menyambut kedatangannya,terlebih lagi putranya yang tidak bisa berpisah dengan waktu lama.


Sementara Siska tersenyum puas karena sudah berhasil membuat Adam masuk dalam perangkapnya.

__ADS_1


("kerja bagus siska ! jangan pernah lepaskan mangsamu !")Siska bicara dalam hati.


__ADS_2