Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
Shalat bersama


__ADS_3

Melihat Yumna menoleh padanya David kembali memejamkan mata, Yumna menatap David sendu. Tangannya terulur dan mengelus pipi David lembut.


ceklek


Yumna mendongak kala pintu kamar David terbuka, lalu Adit melenggang masuk.


"Yumna, aku pulang ya," pamit Adit.


"Mas mau pulang? kenapa nggak di sini aja temenin aku," ucap Yumna, dia merasa tidak enak kalau hanya berdua saja dengan David.


Adit menoleh pada David yang sedang Mengibaskan tangannya mengusir Adit.


"Nggak usah Yumna, ntar ada yang protes," sindir Adit membuat David langsung melotot padanya, sedangkan Adit malah tersenyum.


"Siapa yang protes Mas?" Yumna bingung.


"Nggak ada, udah ah, aku pulang dulu ya. Kamu nggak usah takut, kalian berdua suami istri ini." Setelah mengatakan itu Adit berjalan keluar apartemen diikuti oleh Yumna.


Setelah Adit jauh dari pandangan, Yumna menutup pintu apartemen David dan menguncinya.


Yumna mengambil ponselnya lalu menghubungi Indra, dia takut Arka mencari dia dan David.


"Hallo, Pah."


📞"Ada apa sayang? bagaimana makan malam bersama Bayu?"


"Aku ngehubungi Papah untuk minta ijin."


📞"Ijin apa sayang?"


"Aku sekarang lagi di apartemen Mas David, mungkin aku akan bermalam di sini."


📞"Oh, hahaha kenapa kamu minta ijin sama Papah sayang? kalian itu kan suami istri."


"Iya, yaudah aku hanya ingin bicara itu."


📞"Ok, hati-hati ya sayang, biar Arka papah yang urus."


Sambungan telepon itu pun di putus oleh Indra, Yumna menghela napas panjang dan membuangnya pelan. Yumna pun berjalan ke kamar David.


Yumna duduk di ujung kasur tepat di sebelah David, Yumna memegang tangan David.


"Eugh..." David berpura-pura baru terbangun dari tidurnya.


"Mas, kenapa bangun? mau minum?" tanya Yumna, David mengangguk lemah.


Yumna berjalan keluar kamar untuk mengambilkan air untuk David.


Tak berselang lama Yumna kembali dan ia membantu David untuk meminum.


"Kamu dari kapan disini?" tanya David berpura-pura.


"Belum lama Mas, udah Mas tidur lagi aja. Aku juga udah ngantuk mau tidur di sana." Yumna membantu David berbaring.

__ADS_1


"Kenapa di sofa?" tanya David karena bukan ini yang dia mau.


"Nggak apa-apa Mas," jawab Yumna tersenyum.


"Kamu tidur di kasur aja sama aku, kalau kamu tidur di sofa maka aku bakal tidur di lantai." David berpura-pura mengancam membuat Yumna mau tidak mau menurut.


"Yaudah iya, tapi Mas agak kesanaan dong!" titah Yumna, David tersenyum dan menggeser tubuhnya sedikit.


Lalu Yumna pun merebahkan diri di sebelah David.


David tersenyum lalu perlahan bergerak memeluk Yumna dari belakang.


"Mas, kenapa pake peluk segala sih," protes Yumna.


"Aku meriang, jadi butuh di peluk," jawab David sambil mencium pundak Yumna yang terbuka. Sentuhan David memberikan sengatan membuat Yumna meremang.


"Mas, jangan aneh-aneh." Yumna mengingatkan.


"Aku cuma mau gini Yumna, aku kangen masa-masa seperti ini bersama kamu," jawab David sembari tersenyum di belakang tubuh Yumna.


"Selamat malam istriku sayang," sambung David lalu memejamkan matanya.


Yumna yang mendengar David memanggilnya istri, langsung merasa tersentuh. Dia langsung teringat masa-masa indah bersama David, sesekali Yumna tersenyum hingga dia mengantuk dan menjemput mimpi bersama David.


__________________________________________


Pagi harinya David terbangun lebih dulu, David tersenyum melihat Yumna yang masih terlelap dalam tidurnya.


David bangkit dari tidurnya secara perlahan, lalu berjalan ke kamar mandi, dia ingin melaksanakan shalat subuh bersama dengan Yumna.


"Sayang, Ayo bangun!" David mengguncang tubuh Yumna.


"Eh, Mas, udah bangun?" Yumna langsung bangkit dan duduk, David tersenyum.


"Iya, aku udah mandi juga, sekarang kamu mandi gih! Ayo kita shalat bareng!" titah David tapi Yumna menggeleng.


"Aku nggak bawa mukena," tolak Yumna.


"Mukena kamu dan baju kamu ada di lemari. Aku selalu mencucinya kok walaupun nggak pernah di pakai, jadi sekarang kamu mandi ganti baju, lalu kita shalat." David memberitahu Yumna, kalau ada pakaian dan mukena miliknya yang dulu sengaja dia bawa.


Yumna menoleh menatap David, dan wajahnya terlihat bingung. Untuk apa David membawa bajunya kesini.


"Nggak usah bingung gitu, aku sengaja bawa baju kamu. Ya, untuk menghilangkan rasa kangen aku sama kamu," ujar David tersenyum.


"Mau aku gendong?" goda David karena Yumna masih saja diam.


"Eh, nggak usah, aku bisa sendiri kok." Yumna beringsut dan turun dari kasur kemudian berjalan ke lemari.


Yumna terkejut saat melihat lemari, karena semua baju-bajunya ada disana. Tersusun sangat rapih dan wangi, bahkan pakaian bayi yang dia beli pun ada di sana.


Melihat itu semua tanpa bisa di cegah Yumna menitikkan air mata, entah kenapa dia merasa tersentuh dan merasa bersalah pada David.


"Sayang, kenapa? bentar lagi adzan lho." David memotongnya lamunannya.

__ADS_1


Yumna menghapus air matanya kasar, lalu mengambil handuk, pakaian yang ingin dia pakai serta mukena.


Setelah mengambil semuanya Yumna berjalan ke kamar mandi, dan hanya butuh waktu sepuluh menit untuk Yumna selesai dalam urusan bersih-bersih.


David dan Yumna akhirnya melaksanakan shalat bersama setelah sekian lama, dalam setiap sujud dan doa.


Sesekali David menitikkan air mata karena dia tidak menyangka bisa melaksanakan shalat bersama Yumna lagi.


Setelah shalat bersama Yumna menyalami tangan David, sedangkan David mencium kening Yumna.


"Mas, habis ini aku pulang ya," pamit Yumna sambil merapikan perlengkapan shalat.


"Aku antar ya!" tawar David.


"Nggak usah, Mas, aku bisa sendiri, kamu kan lagi nggak enak badan." Yumna menolak tawaran David karena tidak tega.


"Lagi pula emangnya, Mas, nggak kerja?" sambung Yumna.


"Hari ini aku ada jadwal rapat, tapi aku mau berangkat dari rumah kamu aja. Aku juga kangen sama bujangan," jawab David.


Yumna menggantung perlengkapan shalat yang tadi dia pakai ke dalam lemari, lalu dia duduk di sebelah David.


"Emangnya, Mas, udah sembuh?" tanya Yumna dengan telapak tangan ia tempelkan di kening David.


"Udah, kamu kan obatnya," goda David membuat Yumna tersipu malu.


"Yumna, sayang, ku mohon kembalilah. Kita mulai semuanya dari awal ya! hidupku tanpamu terasa mati, please kembalilah," tutur David sambil menggenggam tangan Yumna.


Netra mereka saling bertemu, Yumna mencari kebohongan di mata David. Namun, ia tidak menemukannya di sana, yang terlihat hanya ada cinta yang begitu besar untuknya.


"Mas, aku kan udah bilang kalau aku butuh waktu," jawab Yumna.


"Tapi sampai kapan? apa kamu nggak kasian sama Arka dan aku?" tanya David, Yumna menundukkan wajahnya karena merasa bingung.


"Sayang, tatap aku!" David menarik dagu Yumna agar melihat dan menatapnya.


"Apa kamu nggak mau kita bersama? apa kamu...."


"Nggak, Mas, bukan gitu, aku...aku cuma butuh waktu," potong Yumna.


"Kapan?"


"Mas, ini udah mulai siang, Arka pasti udah bangun." Yumna hendak beranjak tapi David mencekal pergelangan tangannya hingga Yumna duduk lagi.


"Jangan lama-lama sayang, aku nggak sabar untuk selalu bersama kamu dan Arka," ujar David dan Yumna mengangguk.


"Kalau gitu aku bersiap dulu ya, kita berangkat bersama!" ucap David lalu dia bersiap sedangkan Yumna keluar dari kamar David.


BERSAMBUNG...


hai ka 👋 kalau kalian sudah membaca tulisan cacingku ini jangan lupa tinggalkan like and komen nya ya 🙏


Kalau ada yang mau ngasih bunga atau love juga Monggo 😂 dengan senang hati aku menerimanya 😂

__ADS_1


Lanjut nggak????


__ADS_2