Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
Kekasih Kalista?


__ADS_3

Setelah mengantar Kalista pulang, akhirnya Dimas pun sampai di rumahnya, dan dia langsung disambut dengan wajah kesal dan datar oleh Gilang.


"Kamu itu dari mana aja sih? Kakak, nungguin kamu dari tadi!" tanya Gilang dengan nada tinggi.


"Aku habis main sama Kalista, emangnya ada apa sih Ka?" jawab sekaligus tanya Dimas.


"Ini soal Alexa."


Mendengar itu Dimas langsung menoleh pada Gilang. "Kenapa soal Alexa? kan aku udah bilang kalau aku akan mutusin dia, dan aku—."


"Bukan itu," potong Gilang.


"Terus?" Dimas masih belum mengerti, arah pembicaraan Gilang.


"Kayanya dia kecelakaan karena liat kamu sama Kalista b e r c i u m a n di taman, karena dia bilang sama Kakak kalau liat kamu kemaren," papar Gilang.


"Apa?" pekik Dimas tidak percaya.


"Iya, dia cerita ke Kakak gitu tadi." Gilang mengiyakan, Dimas yang semula merasa hatinya berbunga-bunga karena bisa pergi bersama Kalista, mendadak merasa gelisah.


"Tunggu! Kakak ngapain ke sana?" tanya Dimas penuh selidik, dia takut jika sang kakak akan menikungnya.


"Ya nengokin dia-lah, lagian Kakak kan udah ajak kamu tadi, tapi kamu nolak karena Kalista telepon," jawab Gilang.

__ADS_1


"Kayaknya kamu nggak usah susah-susah mutusin dia, karena dia juga udah tau semuanya," sambung Gilang.


Mendengar penuturan Gilang membuat Dimas dilema, dia memang ingin memutuskan hubungan dengan Alexa, tapi entah kenapa Dimas merasa berat.


Mungkin karena dia merasa bersalah karena dialah penyebab Alexa kecelakaan, atau justru karena dia tidak ingin kehilangan gadis itu?


"Kenapa kamu diem?" tanya Gilang, karena Dimas hanya diam saja.


"Nggak apa-apa, aku mau ke kamar dulu ya Kak," pamit Dimas, lalu dia pergi meninggalkan Gilang.


***


Di tempat lain.


"Ya hallo sayang," sapa Kalista saat panggilan teleponnya tersambung.


"Sayang, kamu dari mana aja sih? aku khawatir sama kamu, dari tadi ditelepon nggak diangkat-angkat sih," kata orang itu dari seberang sana.


"Maaf sayang, tadi aku lagi jalan sama keluarga aku," bohong Kalista pada laki-laki di seberang sana.


"Oh, aku pikir kamu main sama cowok lain." Laki-laki di seberang sana terdengar menarik napas lega, karena kekasihnya ternyata hanya pergi bersama keluarganya.


"Emang ada apa sayang?" tanya Kalista.

__ADS_1


"Nggak ada apa-apa, cuma kangen aja, bisa nggak kita ketemuan? aku kangen sama kamu, kangen itu," jawab laki-laki itu dari seberang sana.


"Astaga sayang, kan baru kemaren, masa udah pingin lagi." Kalista terkekeh.


"Ya habisnya aku ketagihan."


"Ok deh, nanti aku ke kost-kostan kamu ya."


"Siap aku tunggu ya sayang." Setelah mengatakan itu laki-laki di seberang sana pun mematikan sambungan teleponnya.


Setelah sambungan teleponnya terputus, Kalista terkekeh sendiri. "Maafin aku Dimas, aku cuma manfaatin kamu untuk menuhi semua kebutuhanku, sedangkan cintaku udah aku kasih ke Andrian, karena dia bisa memberikan kebahagiaan yang nggak bisa kamu kasih," gumam Kalista.


"Lagi pula, kamu terlalu munafik Dim, karena tidak bisa memuaskan aku, dengan alasan dosa," sambung Kalista sambil merapikan semua belanjaan yang dibelikan oleh Dimas tadi.


BERSAMBUNG...


Hai 👋 semoga suka ya sama ceritanya, jangan lupa kalau kalian sudah selesai membaca, tolong ya tinggalkan like and komennya 🙏


Kalau ada typo atau apalah itu yang mengganggu, harap di maklum ya 🙏 jempolku emang suka nakal 😂😂


Kalau ada yang mau ngasih bunga atau love monggo dengan senang hati aku akan menerimanya 😂


Bantulah author Somplak sedikit ini untuk menjadi lebih baik. Terima kasih 😘

__ADS_1


~*Salam sayang Author Somplak Dikit*~


__ADS_2