
Seorang bocah laki laki berseragam SD berlari kencang menghampiri Adam yang berdiri termangu menatap rindu pada putranya.
"Papaa... kenapa papa baru datang,Al sepi tidak ada papa, tidak ada teman bermain game pa.." Adam memeluk putranya dengan posisi kaki berlutut.
Di belai wajah dan rambut putranya yang tampan, air matanya pun jatuh di dekap putranya erat. Hiks Hiks Hiks tangis Adam tidak bisa di sembunyikan
Papa macam apa aku ini membiarkan anaknya kesepian ,maafkan papa Nak....
"Papa kok nangis... ih jorok Ah.! ingus papa, papa cengeng, mama bilang anak laki laki itu harus kuat, " Adam menghapus air di wajahnya.
Akting mu mas mengalahkan artis ternama indonesia, basi dah air matamu .
Dahlia bergumam enggan melihat kedekatan ayah dan anak yang sedang melepas rindu.
"Papa tidak cengeng kok... papa rinduuuuu sama Al, "Adam mencium pipi putranya berulang ulang
"Ah papa... malu di lihat teman Pa,Al sudah besar... kalau papa rindu kenapa papa baru datang sekarang? kenapa papa tidak melarang mama waktu membawa Al pulang?"
Adam menatap putranya lekat
Kamu masih terlalu dini nak untuk mengetahui masalah orang dewasa
"Papa kan kerja biar Al bisa sekolah yang tinggi biar nanti bisa jadi pengusaha sukses"
Al kembali memeluk papanya.
__ADS_1
"Seperti papa ?" Al bertanya di dalam pelukan papanya
"Tidak ! ja..."
"Lia !?" "Dahlia tidak meneruskan kata katanya pak yatno menatap Dahlia sambil menggelengkan kepalanya.
"Al ... sekarang ganti baju dulu ya.... " Pak Yatno berkata pelan pada cucunya.
"Iya kek,..! Pa, Al ganti baju dulu ya... nanti kita main game " Adam menoleh ke arah pak Yatno dan juga Dahlia.
"Iya ... ganti dulu baju mu... papamu akan menunggu " Pak yatno mewakili Adam bicara.
"Ayah !" Dahlia ingin protes Pak Yatno meletakkan jari telunjuk di mulutnya " Ssssttt!"
Dahlia kesal melihat ayahnya, dia pun segera masuk sambil menghentakkan kakinya kelantai.
"Papaaa!" Adam menoleh ternyata Al benar benar hanya mengganti bajunya.
"Papa mau pergi lagi ya...katanya rindu.... papa jahat deh ..." Adam memandang putranya lekat.
"Papa tidak pergi, papa hanya ingin berkunjung ke tempat Nenek Nani "
"Al ikut pa...!" Adam memandang mertuanya bingung harus apa.
"Al.... pa....." Adam tercekat
__ADS_1
"Dam! " Mata pak yatno melotot ke arahnya "Al boleh ikut papa sana, nanti kakek yang jemput ya.... papa Al kan sibuk " Al berjingkrak kegirangan.
Adam pergi bersama putranya ke rumah Bu Nani, di sana Bu Nani sedang duduk di kursi teras depan.
Pimp ! pimp !
Klakson mobil berbunyi,Bu nani bingung di tidak mengenal mobil itu, Adam keluar dari dalam mobil dia segera membukakan pintu mobil untuk anaknya.
Bu Nani menautkan alisnya melihat Adam membawa Al ke rumahnya
"Nenek Nani..." Al segera menghambur memeluk neneknya.
"Mama mana Al,tidak ikut ?" Bu Nani menatap ke arah Adam.
Adam bingung mau bilang apa sama ibunya.
"Mama ada di rumah Nek! " Al bicara dengan gaya polosnya.
"Kamu menginap di tempat Lia Dam,kapan kamu datang?,itu mobil baru mu?" Sederet pertanyaan melontar dari mulut bu Nani.
"Apa tidak di suruh masuk dulu Bu, ?" Adam malah menggoda Ibunya.
"Ayo masuk papa.... nenek lupa katanya " Al bergaya seolah dirinya adalah tuan rumah.
"Adam datang tadi pagi benar Bu dengan jalur expres, kalau bawa mobil sendiri akan lama datangnya,kalau mobil itu adam sewa dari showroom" Adam menyandarkan punggungnya ke sofa.
__ADS_1
"Terus bagaimana dengan Siska,apa sudah kelar permasalahannya? " Adam menarik napas dalam, Bu Nani masih menunggu penjelasan dari adam.